Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Anak Muda Jaman Now


__ADS_3

Sherli tentu saja merasa senang saat mendengar Morgan mengatakan hal itu. Ya ... Saat ini dirinya benar-benar sedang butuh untuk di hibur, semua yang di katakan oleh laki-laki itu benar. Sebuah perceraian tetap saja sesuatu hal yang sangat menyakitkan meskipun kita sendiri yang menginginkan hal itu. Mengingat bahwa kita harus melepaskan orang gang telah menemani hari-hari kita selama ini. Menjadi belahan jiwa meskipun harus berpisah juga pada akhirnya.


Siapapun tidak pernah berpikir akan bercerai saat mereka memutuskan untuk menikah. Tidak mudah juga memutuskan untuk bercerai di saat kita kita tidak ada pilihan lain dan sudah benar-benar lelah menjalani rumah tangga yang begitu menyakitkan. Hal itulah yang selama ini di rasakan oleh Sherli, perceraian terpaksa menjadi keputusan yang paling menyakitkan sebenarnya.


"Ko malah melamun? katakan, kamu ingin pulang atau kita jalan-jalan ke suatu tempat?" tanya Morgan seketika membuyarkan lamunan panjang seorang Sherli.


"Hah? Eu ... Maaf, Mas. Saya melamun tadi."


"Iya, saya tahu ko kalau kamu sedang melamun, Sherli. Saya senang sekali karena akhirnya proses perceraian kamu sudah beres sekarang. Itu artinya kita pasangan yang serasi sekarang. Duren versus Jahe, hahahaha!" Morgan seketika tertawa nyaring, sementara Sherli hanya bisa mengerutkan kening.


"Hah? Duren versus Jahe? Maksudnya?


"Maksud saya, saya Duren alias duda keren dan kamu jahe alias janda herang! hahahaha!" Lagi-lagi Morgan tertawa nyaring.


"Astaga, Mas bisa aja. Duda keren? hahahaha!" decak Sherli yang juga tertawa nyaring merasa terhibur dengan celoteh bosnya tersebut.


"Kenapa? Memangnya saya tidak keren? Nih ya kalau kamu ingin tahu, dari mulai perawan, janda, bahkan nenek pada berebut untuk menjadi istri dari seorang Morgan Maxime, tapi ya saya menolak mereka semua, karena apa? Karena di hati saya hanya ada kamu, Sherli." Satu jurus keahliannya dalam menggombal pun melesat dari mulut Morgan.


Jurus tersebut bahkan mendarat sempurna di hati seorang Sherli kini. Tentu saja hal itu membuat Sherli merasa berbunga-bunga. Senyuman manis pun dia sunggingkan terlihat begitu senang.


"Mas selalu saja mengatakan hal yang sama, tapi Mas Morgan tidak pernah menanyakan apakah aku juga memiliki perasaan yang sama kepada Mas atau tidak," celetuk Sherli seketika memalingkan wajahnya, menatap keluar jendela kini.


"Hah? Eu ... Maksud kamu?"


Morgan seketika merasa salah tingkah. Jika boleh berkata jujur, dirinya masih merasa belum siap jika harus mendapatkan penolakan dari wanita bernama Sherli.


"Apa selama ini Mas hanya mempermainkan aku? Mas hanya bisa menggombali aku setiap kali kita bertemu, tapi sekalipun Mas tidak pernah menanyakan perasaan aku," ucap Sherli lagi dengan wajah datar.

__ADS_1


"Saya hanya sedang menunggu waktu yang tepat, saya tidak siap kalau kamu akan menolak saya nanti. Saya tahu kamu adalah wanita yang istimewa, kamu itu berbeda dengan wanita-wanita yang pernah saya temui di luaran sana. Ya ... Meskipun tidak mungkin kamu menolak laki-laki sesempurna saya. Tampan, kaya, baik dan tidak sombong lagi."


"Mana mungkin aku bisa menolak Mas Morgan ketika Mas selalu saja menghujani aku dengan rayuan maut. Wanita mana yang tahan dengan semua yang selalu Mas katakan kepadaku."


Morgan seketika membulatkan bola matanya. Senyuman lebar pun dia sunggingkan terlihat begitu senang. Apakah ini artinya Sherli akan menerima cintanya? Wanita ini akan bersedia jika dia ajak menikah nantinya? Batin Morgan seketika merasa senang tentu saja.


"Jadi kamu menerima saya, Sherli?" tanya Morgan tersenyum sumringah.


"Menerima apa? Mas saja belum mengatakan apapun sama aku?"


"Maksud kamu, apa perlu saya nembak kamu seperti anak-anak muda di luaran sana?"


Sherli hanya tersenyum kecil menatap wajah Morgan kemudian. Dirinya terlalu malu jika harus berkata jujur bahwa seperti itulah yang dia inginkan sebenarnya.


"Ko diam saja?" tanya Morgan kemudian.


"Hah? Tentu saja tidak, Sherli sayang. Sepertinya saya harus mempersiapkan senapan yang paling canggih yang akan saya gunakan untuk menembak hati kamu, hahahaha!" Morgan lagi-lagi tertawa nyaring.


"Ish, Mas ini kalau udah ketawa gitu renyah banget," decak Sherli merasa senang tentu saja.


"Gimana kalau sekarang kita mencari tempat yang romantis untuk saya menyatakan cinta sama kamu?"


"Tempat romantis?"


"Iya, seperti anak-anak muda jaman now yang menyatakan cinta di tempat yang indah. Hmm ... kita ke pantai?"


Sherli seketika menganggukkan kepalanya seraya tersenyum lebar.

__ADS_1


Tentu saja, Morgan segera menyalakan mesin mobil dan seketika itu juga, mobil pun melaju menuju tempat yang dia sebutkan tadi.


* * *


Akhirnya mereka berdua pun sampai di tempat tujuan. Mobil pun mulai melipir dan berhenti tepat di tepi pantai. Keduanya pun keluar dari dalam mobil secara bersamaan dan berdiri tepat di tepi pantai, menatap lautan lepas di depan sana.


"Wah, udaranya segar sekali!" ujar Sherli merentangkan kedua tangannya.


"Benar sekali. Udaranya benar-benar segar, tempat ini cocok untuk menyatakan cinta kepada seorang wanita," jawab Morgan, menoleh dan menatap wajah Sherli yang terlihat cantik dengan rambut panjang yang berterbangan tersapu angin.


Sementara wanita itu. Tatapan matanya nampak lurus menatap ke depan. Senyuman lebar pun mengembang dari kedua sisi bibirnya kini. Wajah Sherli terlihat begitu bahagia, seolah dia baru saja melepaskan beban yang selama ini terasa menghimpit dada.


Seketika, tangan Morgan pun meraih pergelangan tangan Sherli dan menggenggam jemarinya erat. Tentu saja hal tersebut membuat Sherli menoleh dan balas menatap wajah Morgan kini. Dia pun tersenyum menatap wajah tampan seorang Morgan, laki-laki ini adalah masa depannya mulai saat ini.


"Sebenarnya, saya tidak akan menembak kamu, Sher."


"Hah?" Sherli seketika mengerutkan kening tentu saja.


"Kita bukan anak kecil lagi, perasaan cinta itu tidak selamanya harus di ungkapkan dengan kata-kata. Cukup di tunjukan dengan sikap dan perhatian saja. Mungkin kamu juga sudah bisa menembak dari awal pertemuan kita, saya ini laki-laki seperti apa."


"Jujur saya akui, saya memang laki-laki yang suka berpetualang dari satu wanita ke wanita yang lain. Mencari yang paling baik di antara yang terbaik. Sampai akhirnya saya menemukan kamu, wanita yang paling baik di antara wanita-wanita terbaik yang ada di kota ini."


"Jika masa idah kamu sudah selesai, menikahlah dengan saya Sher. Saya janji tidak akan berpetualang ke banyak wanita lagi setelah saya menikah dengan kamu. Kamu akan saya jadikan satu-satunya Nyonya Morgan Maxime. Ratu di rumah saya, dan ratu di hati saya," ucap Morgan panjang lebar.


Seperti bongkahan es yang terkena sinar matahari terik, hati seorang Sherli seolah meleleh, kebekuan di dalam hatinya pun seketika mencair. Morgan adalah matahari yang mampu meluluh lantahkan hati seorang Sherli.


BERSAMBUNG

__ADS_1


...****************...


__ADS_2