
Sherli seketika mengepalkan kedua tangannya. Meski awalnya dia sedikit termakan dengan hasutan Megan, tapi wanita itu akhirnya mengingat semua yang telah diucapkan oleh Morgan, dan Sherli lebih mempercayai ketulusan cinta calon suaminya.
"Saya tahu seperti apa Mas Morgan. Dia memang seorang petualang yang senang bermain dengan wanita karena dia sendiri yang mengatakannya kepada saya. Namun, itu dulu. Sekarang dia sudah berubah. Mas Morgan yang anda kenal ketika dia masih menjadi istri anda berbeda dengan Mas Morgan calon suami saya," jawab Sherli penuh percaya diri.
"Sherli-Sherli ... Kamu itu naif atau bodoh sebenarnya? Semua laki-laki seperti itu ketika dia sedang ada maunya. Mas Morgan juga seperti itu kepadaku dulu, dia selalu meminta maaf setelah melakukan kesalahan dan berjanji tidak ada mengulanginya lagi, tapi apa? Dia tetap saja mengulangi kesalahan yang sama. Aku hanya tidak ingin kamu terluka nantinya," tegas Megan masih berkukuh.
"Masalah terluka atau tidak itu bukan urusan anda Mbak Megan. Sebenarnya apa maksud anda datang kemari? Anda ingin menghasut saya, agar saya membatalkan pernikahan saya dengan Mas Morgan?"
"Menghasut? Hahahaha! Sebagai sesama perempuan, bukankah sudah sewajarnya kalau kita saling mengingatkan?"
"Anda bukan mengingatkan, tapi terlalu ikut campur dengan urusan orang lain, padahal kita kenal juga tidak. Apa mungkin anda masih berharap untuk kembali sama calon suami saya itu?"
Wajah Megan seketika memerah, dia diam-diam mengepalkan kedua tangannya merasa kesal. Akan tetapi, dirinya akan mencoba untuk menahan emosinya saat ini. Dia tidak ingin bertengkar dengan seorang wanita hanya karena memperebutkan seorang laki-laki.
"Hah? Hahahaha! Jangan salah paham dulu, Sherli. Untuk apa aku masih mengharapkan laki-laki mata keranjang seperti dia? Di luaran sana masih banyak laki-laki yang lebih dari dari si Morgan itu. Lagian kamu ini, di kasih tahu malah nyolot kayak gitu. Jangan menyesal jika suatu saat nanti apa yang aku katakan ini terjadi sama kamu." Megan seketika tertawa renyah.
"Terima kasih, Mbak Megan. Saya benar-benar berterima kasih karena anda telah memperingatkan saya bahkan sampai jauh-jauh datang kemari. Akan tetapi, ini adalah hidup saya, dan saya bisa mengurus hidup saya sendiri."
Megan hanya tersenyum kecut. Sepertinya kedatanganya ke sana sama sekali tidak ada gunanya. Wanita ini benar-benar telah dibutakan oleh cinta. Dia harus mencari cara lain agar pernikahan mereka di batalkan.
Dia pun bangkit dan menatap wajah Sherli dengan tatapan mata kesal. Setelah itu, dirinya pun keluar begitu saja dari dalam rumah dengan perasaan dongkol pastinya. Tentu saja hal itu membuat Sherli semakin yakin, bahwa tujuan Megan datang ke rumahnya adalah untuk menghasut dirinya.
__ADS_1
'Maaf, Mbak. Saya tidak akan termakan dengan hasutan Mbak. Sampai kapan pun saya tidak akan pernah membatalkan pernikahan saya dengan Mas Morgan,' (batin Sherli).
* * *
Sementara itu di kediamannya. Morgan nampak sedang duduk santai dengan ditemani secangkir kopi hangat di atas meja. Pikirannya seketika melayang membayangkan indahnya malam pertamanya nanti bersama Sherli.
Laki-laki itu nampak senyum-senyum sendiri. Membayangkan betapa indahnya tubuh Sherli ketika dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, membuat bulu kuduknya seketika terasa merinding disko. Apalagi, dia telah menahan hasr*tnya selama beberapa bulan ini, membuat Morgan Maxime merasa tidak sabar ingin segera hari itu tiba.
"Ya Tuhan, kenapa satu minggu lama sekali? Saya benar-benar sudah tidak sabar ingin segera mencicipi tubuh indah Sherli. Pasti rasanya akan nikmat sekali. Apalagi gunung kembar miliknya itu, montok dan sepertinya masih kenyal. Beuh ... Makin gak sabar saya, hahahaha!" Morgan seketika tertawa nyaring, dia pun memejamkan kedua matanya seraya membayangkan apa yang baru saja dia ucapkan.
Tok! Tok! Tok!
Tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang di ketuk. Akan tetapi hal itu tidak serta merta membuat lamunan indahnya merasa terganggu. Dia masih saja memejamkan keduanya dengan bibir yang tersenyum cengengesan. Sampai akhirnya, suara seorang wanita seketika membuyarkan lamunan panjangnya.
"Sherli?" gumamnya kemudian. Samar-samar matanya menangkap sosok wanita berpakaian se*si berdiri tepat di hadapannya kini.
Akan tetapi, hal aneh pun seketika terjadi. Morgan yang baru saja larut dalam lamunan panjangnya seketika tersadar bahwa wanita yang saat ini berada di sana bukanlah Sherli calon istrinya, melainkan Megan mantan istirnya.
"Megan? Astaga, saya pikir calon istri saya yang datang kemari? Tapi, mau apa kamu datang ke sini, hah?!" tanya Morgan, menatap tubuh wanita itu dari ujung kaki hingga ujung rambut, penampilan Megan benar-benar se*si menggoda membuat Morgan sempat terkesima.
"Aku hanya mampir sebentar, Mas. Kebetulan aku habis dari Klub malam tadi."
__ADS_1
"Klub malam? Kebiasaan kamu benar-benar tidak pernah berubah Megan. Lebih baik kamu pulang sekarang, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan."
'Justru itu yang aku inginkan, Mas. Aku tahu betul apa kelemahan kamu. Otak mu ini akan langsung bereaksi ketika melihat wanita se*si,' (batin Megan).
Bukannya mengikuti apa yang baru saja diucapkan oleh Morgan yang memintanya untuk pergi dari rumahnya, Megan malah melakukan hal yang sebaliknya kini. Dia duduk begitu saja di atas kursi.
Kedua kakinya nampak di silangkan benar-benar memperlihatkan kaki jenjangnya dengan rok mini yang super ketat. Tatapan mata wanita itu nampak menatap wajah Morgan dengan tatapan menggoda membuat laki-laki itu seketika menelan ludahnya kasar.
'Ya Tuhan, kuatkanlah iman saya. Untuk apa wanita ini datang ke sini sebenarnya?' (batin Morgan).
"Apa Mas tidak rindu dengan goyangan maut aku? Apa Mas gak rindu dengan--"
"Cukup, Megan. Lebih baik kamu pulang sekarang. Atau, kamu mau saya seret keluar dengan cara yang kasar, hah?!" teriak Morgan yang sebenarnya menahan gejolak di dalam jiwanya kini.
"Mas Morgan-Mas Morgan ... Jangan munafik, Mas sayang. Aku tahu lebih dari siapapun seperti apa kamu sebenarnya. Apa Mas yakin tidak merasa tergiur sama sekali dengan tubuh aku ini?" tanya Megan, dia seketika berdiri lalu berjalan menghampiri.
Wanita itu tiba-tiba saja melingkarkan kedua tangannya di leher Morgan kini. Tentu saja, apa yang sedang dia lakukan saat ini sukses membuat jantung Morgan seketika berdetak kencang kini. Apalagi, belahan dada wanita itu kini berada tepat di depan matanya, terlihat menggiurkan tentu saja.
Megan Queeni benar-benar hebat. Dia tahu betul seperti apa jiwa Morgan mantan suaminya tersebut. Dia akan melakukan cara apapun agar laki-laki itu bisa menjadi miliknya lagi tidak peduli meskipun harus menggunakan cara kotor sekalipun.
BERSAMBUNG
__ADS_1
...****************...