
Sherli segera datang ke Rumah Sakit setelah mendapatkan kabar dari suaminya tentang apa yang menimpa Megan istri kedua sang suami. Dia memang sudah tahu sejak awal bahwa usia wanita bernama Megan itu tidak akan lama lagi, tapi dirinya sama sekali tidak menyangka kalau wanita itu akan pergi secepat ini. Belum juga sehari Megan Queeni menyandang status sebagai Nyonya Morgan, dia benar-benar pergi meniggalkan dunia ini.
Ceklek!
Sherli membuka pintu ruangan dimana Megan di rawat, dia pun mengedarkan pandangannya mencari sosok sang suami. Tubuh Megan nampak sudah di tutup kian berwarna putih, sementara Morgan Maxime duduk bersama Sherli kecil tidak jauh dari sana. Sepertinya suaminya itu sedang berusaha untuk menenangkan Sherli kecil yang masih syok atas kepergian ibundanya.
"Mas ..." Lirih Sherli berjalan menghampiri suaminya.
Morgan sontak menoleh dan menatap wajah sang istri. Bola matanya nampak memerah, raut kesedihan terlihat jelas dari wajahnya kini. Dia berdiri dan segera memeluk tubuh sang Istri erat. Morgan menangis sesenggukan di dalam dekapan istrinya tercinta.
"Megan, sayang! Megan udah pergi untuk selamanya. Dia udah meninggal, hiks hiks hiks!" lirih Morgan benar-benar memuntahkan kesedihan yang sudah dia tahan di dalam dekapan istrinya.
__ADS_1
"Iya, Mas. Mbak Megan pergi dengan tenang. Dia sudah tidak merasa kesakitan lagi. Yang paling penting, Mbak Megan pergi dengan bahagia karena apa yang dia inginkan akhirnya tercapai. Dia meninggal sebagai Nyonya Morgan," jawab Sherli mendekap erat tubuh suaminya.
"Tapi tetap saja, kenapa rasanya sakit sekali melihat dia menderita seperti ini."
"Mas! Mas harus kuat, rasanya pasti sakit karena kalian berdua telah diikat kembali oleh tali pernikahan, batin kalian kembali menyatu sebagai suami istri. Suami mana yang tidak akan merasa sakit di tinggalkan untuk selamanya oleh istrinya?"
Morgan seketika mengurai pelukan dia pun meletakkan telapak tangannya di kedua sisi pipi Sherli. Morgan menatap dengan tatapan mata sayu wajah Sherli sang istri.
"Maafkan Mas, sayang. Mas sudah melukai hati kamu. Maafkan Mas karena telah menduakan kamu dengan menikahi wanita lain. Mas tahu meskipun kamu mengizinkan, hati kamu tetap saja merasa sakit. Mas tahu itu, maafkan Mas sayang. Hiks hiks hiks!" ujar Morgan penuh penyesalan, tangis seorang Morgan pun seketika kembali pecah.
"Terima kasih, sayang. Kamu benar-benar istri yang sempurna, kamu benar-benar istri yang sholihah. Mas semakin cinta sama kamu, terima kasih sayang, terima kasih karena masih berada di sisi Mas, setelah Mas menduakan cinta kamu, terima kasih sayang."
__ADS_1
Sherli hanya mengangguk-angguk kepalanya. Setelah puas menenangkan suaminya, dia pun segera menghampiri Sherli kecil. Karena terlalu fokus kepada Morgan, dia sampai melupakan bahwa ada gadis kecil yang saat ini juga sedang membutuhkan dukungan darinya.
Sungguh sesuatu yang sama sekali tidak di duga, Sherli kecil ternyata lebih tegar dari yang dia bayangkan. Gadis itu hanya memeluk tubuh istri Morgan Maxime. Wanita yang akan merawatnya mulai saat ini.
"Kamu baik-baik saja sayang!" tanya Sherli mengusap punggung Sherli kecil lembut dan penuh kasih sayang.
"Iya, Tante. Aku baik-baik saja, aku memang sedih karena Mommy telah pergi untuk selamanya, tapi aku juga merasa lega karena Mommy sudah tidak kesaktian lagi mulai sekarang. Beliau bisa beristirahat dengan tenang, tidur dengan tenang di atas sana."
BERSAMBUNG
...****************...
__ADS_1
PROMOSI NOVEL