Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Istri Tangguh


__ADS_3

Morgan perlahan mulai membuka kedua matanya, mengedipkan pelupuknya pelan saat sinar matahari terasa hangat menyentuh permukaan wajahnya kini. Dia pun merentangkan kedua tangannya barulah dia benar-benar membuka kedua matanya secara sempurna.


Samar-samar dia melihat istrinya Megan Queeni, berjalan mendekat dengan pakaian se*si juga wajah yang yang di poles make up tebal benar-benar terlihat memukau. Tentu saja hal tersebut membuat Morgan merasa heran, kemana istrinya itu pergi pagi-pagi begini? Dia pun bangkit lalu duduk tegak, setelah mengusap keduanya matanya barulah dia bertanya.


"Sayang, mau ke mana kamu pagi-pagi begini? Sek*i banget?'' tanya Morgan menatap wajah sang istri juga menyisir tubuhnya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Kemana lagi? Ini 'kan hari minggu, aku mau shoping 'lah,'' jawab Megan dengan wajah datar.


"Hmm ... Baiklah, apakah kamu membutuhkan uang? Perlu Mas transfer?"


"Pasti dong, aku mau membeli tas edisi terbatas. Transfer sekitar 30 juta."


"Oke, Mas transfer sekarang juga ya."


Megan menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang. Wanita itu pun menci*mi pipi kiri dan kanan suaminya lalu berpamitan.


"Aku pergi dulu, Mas. Kamu jangan kemana-mana ya. Diam di rumah, oke?''


"Hati-hati di jalan. Ingat, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Segera pulang jika sudah selesai.''


"Pasti, sayang. Ingat pesan aku tadi jangan kemana-mana.''


"Iya-iya, astaga!"


Megan hanya tersenyum kecil lalu benar-benar keluar dari dalam rumah besar miliknya tersebut. Kaca mata hitam pun dia kenakan sebagai pelengkap penampilannya yang terlihat kian sempurna. Megan meraih ponsel canggih miliknya dari dalam tas kecil yang dia tautkan sembarang di bahu kirinya. Setelah itu, Megan nampak mengirimkan pesan teks kepada seseorang.


'Aku ke sana sekarang, sayang.'

__ADS_1


Seperti itulah isi pesan yang dia kirimkan. Entah kepada siapa dia mengirimkan pesan tersebut, yang jelas wajah seorang Megan Queeni benar-benar terlihat ceria juga sangat bersemangat. Megan pun berjalan menuju mobil dan masuk ke dalamnya kemudian.


* * *


Sementara itu, sepeninggal istrinya Morgan hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah. Dia memang selalu patuh kepada sang istri. Apapun yang diperintahkan oleh Megan dia tidak berani untuk membantah. Itu adalah sebagai bentuk pengabdian seorang Morgan dan sebagai permintaan maafnya kepada Megan, Morgan akan mengabdikan hidupnya kepada istri tercinta.


Bagi Morgan, Megan Queeni adalah Istri yang sempurna, istri yang baik dan istri tangguh karena Megan mampu bertahan menjadi istrinya di tengah sikapnya yang mata keranjang. Baginya, Megan Queeni adalah istri yang sangat tangguh yang mampu memaafkan dirinya tanpa pamrih. Tanpa dia sadar, bahwa Megan tidaklah sebaik, sesempurna dan setangguh yang dia pikirkan selama ini.


"Bi! Bikinkan saya kopi hangat," pinta Morgan duduk santai dengan ditemani laptop di atas meja.


"Baik, Tuan," jawab Bibi, asisten rumah tangga yang sudah bekerja dengannya selama lebih dari 10 tahun lamanya.


Tidak lama kemudian, Bibi pun datang dengan membawa secangkir kopi hangat pesanan sang majikan. Bibi pun meletakkan cangkir tersebut di atas meja kemudian.


"Ini kopinya, Tuan," ucapnya lalu hendak kembali ke belakang.


"Sama-sama, Tuan. Saya permisi dulu,'' pamit Bibi hendak pergi.


"Tunggu, Bi."


Bibi pun sontak menghentikan langkah kakinya.


"Iya, Tuan."


"Masakan makanan yang spesial untuk makan malam, saya akan memberikan kejutan buat istri saya," pinta Morgan kemudian.


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Morgan pun menganggukkan kepalanya lalu kembali menatap layar laptop dan melanjutkan pekerjaannya. Jemari Morgan nampak menari-nari diantara keyboard. Sampai akhirnya dia pun menghentikan gerakan jarinya dan termenung sejenak saat otaknya mengingat sesuatu.


"Hmm ... Sepertinya saya harus membeli bunga mawar untuk Istri saya tercinta itu," gumamnya kemudian.


Laki-laki itu pun bangkit lalu meraih kunci mobil yang memang dia letakan sembarang di atas meja. Setelah itu Morgan benar-benar keluar dari dalam rumahnya dan hendak pergi ke toko bunga.


* * *


Di toko bunga.


Morgan Maxime memesan satu buket bunga mawar merah yang sedang mekar-mekarnya. Bunga tersebut bahkan mengeluarkan wangi semerbak yang begitu menyegarkan. Setelah membayar sejumlah uang, laki-laki itu pun mulai keluar dari toko bunga dengan senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibirnya kini terlihat begitu bahagia.


"Megan pasti senang sekali melihat bunga ini. Dia 'kan suka sekali sama bunga mawar seperti ini," gumamnya kemudian.


Morgan nampak berdiri tepat di samping mobil miliknya dan hendak membuka pintu mobil. Dia menatap bunga yang masih berada di dalam genggaman tangannya. Senyuman pun semakin lebar mengembang, akan tetapi bibir laki-laki itu seketika merapat saat dia melihat mobil yang melintas tepat di depan sana.


Bruk!


Bunga yang dia bawa pun seketika di jatuhkan begitu saja. Kedua mata Morgan nampak lurus menatap ke arah mobil dimana seorang wanita duduk didalamnya bersama seorang pria dan terlihat mesra. Meski hanya melihat sekilas saja, Morgan yakin betul bahwa wanita itu adalah istrinya sendiri.


"Megan?" gumam Morgan. Tubuhnya seketika bergetar merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2