Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Masa Lalu


__ADS_3

Senja memejamkan kedua matanya, berada di tengah-tengah Sherli dan juga Morgan benar-benar membuatnya merasa nyaman. Sebagai anak yang masih berusia 5 tahun, tentu saja tidur bersama kedua orang tua adalah hal yang lumrah untuk dilakukan.


Akan tetapi, perasaan yang berbeda nampak dirasakan oleh Senja kini. Apa yang dia lakukan saat ini seperti sesuatu yang asing baginya. Gadis itu benar-benar merasa sangat bahagia.


"Sayang, boleh Om tanya sesuatu?" tanya Morgan menopang kepala menggunakan kepalan tangannya.


"Om mau menanyakan apa?" jawab Senja dengan nada suara cempleng khasnya.


"Eu ... Tadi sebelum kamu pingsan, kamu habis melihat apa sebenarnya?"


Senja seketika diam seribu bahasa. Otaknya mencoba mengingat kejadian yang baru saja dia alami.


Morgan dan juga istrinya nampak menatap wajah gadis itu lekat. Keduanya benar-benar merasa penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Senja. Sebenarnya apa yang menyebabkan anak itu tiba-tiba pingsan? Rasa penasaran keduanya akan segera terobati sebentar lagi.


"Sebenarnya aku melihat poto seorang wanita. Entah mengapa sepertinya aku kenal siapa dia, tapi aku tidak tahu wanita itu siapa."


Morgan dan Sherli seketika saling menatap satu sama lain. Kening mereka pun mengerut, mencoba untuk mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Senja.


"Poto apa yang kamu maksud? Dimana kamu melihat poto tersebut, sayang?"


"Di dekat kolam renang, aku mengambilnya dari laci yang ada di kursi. Di sana ada album tua, Om. Sebenarnya itu poto siapa ya? Apa itu poto ibuku? Ibu kandung aku?"


Morgan seketika terkejut, dia pun bangkit lalu turun dari atas ranjang dengan tergesa-gesa. Apa mungkin dia masih menyimpan album poto masa lalunya bersama Megan yang belum tersingkirkan? Tidak ingin terlalu berspekulasi sendiri, dia pun segera berlari menuju tempat yang di sebutkan oleh gadis itu.


Sesampainya di sana, Morgan nampak menatap sekeliling kursi kayu, tapi sama sekali tidak ada apapun di sana. Sampai akhirnya, dia pun bertanya kepada bibi yang memang sedang menyapu halaman belakang.


"Bi, apa bibi lihat album yang tergeletak di sini?" tanya Morgan kemudian.


"Oh, album lama Tuan sama Nyonya Megan? Eu ... Saya masukan ke dalam laci, Tuan."

__ADS_1


Tanpa basa basi lagi, Morgan pun membuka laci yang di sebutkan eh bibi. Benar dugaannya, kenangan masa lalu itu Mas tersimpan di sana. Album tersebut nampak sudah usang dan juga berdebu, tapi isi di dalamnya masih terlihat jelas meskipun sudah sedikit memudar.


"Ini? Ya Tuhan, kenapa ini masih ada di sini? Perasaan, saya sudah membuang semua kenangan tentang dia," gumamnya, duduk di kursi tersebut.


Dia pun membuka setiap lembar kisah lama, kisah yang sudah lama dia kubur dan tidak berarti apapun lagi kini. Senyuman tipis nampak mengembang dari kedua sisi bibirnya, tatkala menatap gambar diri kala masih muda yang memiliki ketampanan yang luar biasa.


"Apa ini poto yang dilihat oleh Senja? Tapi, kalau dia mengenali Megan di dalam poto ini, apa mungkin--" Morgan tidak kuasa untuk meneruskan ucapannya.


Otaknya mencoba untuk berpikir realistis. Mana mungkin Megan hamil sementara dia sama sekali tidak pernah mendengar wanita itu menikah dengan siapapun. Terakhir kali dia bertemu dengan Megan Queeni adalah malam itu, malam ketika dia babak belur setelah di aniaya oleh kekasihnya sendiri, 5 tahun yang lalu.


'Apa mungkin dia hamil di luar nikah? Astaga, Megan. Kehidupan seperti apa yang kamu jalani sebenarnya?' (batin Morgan).


Morgan seketika mengusap wajahnya kasar. Walau bagaimana pun, Megan adalah wanita yang pernah mengisi hatinya di masa lalu, dia juga pernah merasakan bahagianya di cintai dan mencintai kala itu. Meskipun berakhir dengan perpisahan, dan rasa cinta itu sudah sepenuhnya menghilang sekarang.


Akan tetapi, dia turut berduka atas nasib naas yang menimpa mantan istrinya itu. Setelah larut dalam lamunan panjangnya, Morgan pun bangkit lalu berjalan kembali ke dalam kamar dimana istrinya dan juga Senja berada saat ini.


"Apa Senja sudah tidur?"


Sherli menganggukkan kepalanya seraya menatap sebuah album yang saat ini digenggam oleh suaminya. Seketika, wanita itu pun mengerutkan kening. Otaknya benar-benar dipenuhi dengan berbagai tanda tanya.


"Sayang, bisakah kita bicara di luar? Apa Senja sudah tertidur lelap?" tanya Morgan dan langsung jawab dengan anggukan oleh Istrinya.


Keduanya pun berjalan keluar dari dalam kamar secara beriringan. Ruang santai menjadi tujuan mereka, keduanya pun duduk secara berdampingan kini.


"Ini apa, Mas?" tanya Sherli memulai pembicaraan.


"Ini adalah album lama. Sepertinya Senja melihat ini tadi."


"Album lama? Maksudnya Mas, ini album poto saat Mas masih menjadi suami Mbak Megan?"

__ADS_1


"Jauh sebelum itu, poto di dalam album ini berisi tentang masa lalu Mas sebelum menikah. Waktu Mas masih pacaran sama wanita itu, Mas juga bingung kenapa album ini masih tertinggal? Padahal semua kenangan Mas sama si Megan sudah Mas buang."


Sherli meraih album tersebut dan membuka setiap lembarnya. Wajah suaminya terlihat masih sangat muda begitu pun dengan Megan. Keduanya terlihat sangat serasi dalam poto tersebut.


"Mas tampan juga, Mbak Megan juga cantik. Kalian benar-benar pasangan yang serasi," gumam Sherli, rasa panas seketika terselip di dalam lubuk hatinya kini.


"Ada hal lain yang lebih penting dari itu, sayang. Mas menduga kalau Senja adalah putrinya Megan. Meskipun hanya dugaan Mas saja, tapi Mas yakin betul bahwa yang dimaksudkan oleh Dokter adalah ini."


"Apa? Hahahaha! Mana mungkin Senja putrinya Mbak Megan? Kalau dia menikah, kita pasti tahu." Sherli seketika tertawa dipaksakan.


"Tapi, sayang. Senja pingsan setelah melihat poto Megan. Kamu tidak dengar apa yang Dokter katakan tadi? Kemungkinan Senja seperti itu tadi, karena baru saja melihat poto yang berhubungan dengan ingatannya yang hilang. Kamu tahu apa artinya itu?"


Sherli menggigit bibir bawahnya keras. Rasa gundah pun seketika memenuhi relung hatinya kini. Apa mungkin yang baru saja di katakan oleh suaminya itu benar? Kalau ternyata Senja adalah putri dari mantan istri dari Morgan sang suami?


"Mas?" gumam Sherli kemudian.


"Kita harus mencari keberadaan Megan, kemanapun di manapun kita harus menemukan dia. Maaf, bukan maksud Mas untuk--"


"Tidak apa-apa, Mas. Karena kita sudah tahu siapa ibunya Senja, itu akan memudahkan kita untuk mencari ibu kandung anak itu," sela Sherli tersenyum kecil.


"Terima kasih, sayang. Hmm ... Tunggu, bukankah dia pernah mengatakan kalau rumah Megan itu ada di kompleks sini juga?" ujar Morgan mengingat pertemuan terakhirnya dengan mantan istrinya tersebut.


"Benar juga, Mbak Megan pernah mengatakan bahwa rumahnya ada di ujung gang."


"Kita ke sana sekarang juga. Lebih cepat lebih baik," ujar Morgan seketika bangkit lalu keluar dari dalam rumah bersama Sherli sang Istri.


BERSAMBUNG


...****************...

__ADS_1


__ADS_2