Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Gila


__ADS_3

Morgan seketika menelan ludahnya kasar. Sebagai laki-laki normal, tentu saja dirinya sempat merasa tergiur dengan tubuh Megan yang kini terpampang nyata di hadapannya. Apalagi dia adalah salah satu laki-laki yang begitu memuja kenik*atan tubuh wanita.


Dia pun menatap wajah Megan lekat. Senyuman kecil pun dia layangkan seraya menatap tubuh se*sinya dari ujung kaki hingga ujung rambut tidak ada satu senti pun yang dia lewatkan. Megan yang saat ini melingkarkan tangannya di leher mantan suaminya itu pun tentu saja merasa senang. Dia berfikir bahwa usahanya kali ini akan berhasil.


Sedetik kemudian.


Bruk!


Morgan tiba-tiba saja menghempaskan tubuh wanita itu kasar membuat tubuh ramping Megan tersungkur di atas kursi kini. Wanita itu nampak membulatkan bola matanya lalu mendelik kesal.


"Kamu gila, Megan. Gilaaa!" teriak Morgan memekikkan telinga.


"Kamu yang gila, Mas. Sejak kapan kamu menolak tubuh wanita? Apa lagi wanita secantik dan ses*ksi aku," jawab Megan tidak merasa malu sedikitpun.


"Ya ... Saya akui, kamu memang cantik, tubuh kamu pun se*si. Saya pun sempat terbuai pada awalnya. Akan tetapi, saya sadar bahwa kecantikan kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kecantikan Sherli calon istri saya."


"Tubuh kamu juga tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tubuh Sherli yang selalu di jaga, dan tutup rapat tanpa bisa dinikmati oleh laki-laki lain selain saya suaminya kelak. Apa kamu tidak malu merendahkan harga diri seperti ini? Apa kamu pikir saya masih Morgan yang sama seperti dulu?"


"Tidak Megan Queeni, saya telah berubah sekarang. Saya hanya akan setia kepada satu wanita saja mulai sekarang. Jadi, lebih baik kamu pergi dari sini sebelum saya seret kamu keluar," tegas Morgan panjang lebar.


"Hahahaha! Kamu hanya akan setia sama satu wanita? Tidak! Aku sama sekali tidak percaya sama kamu, Mas Morgan. Mana mungkin seorang Morgan Maxime bisa setia kepada satu wanita? jangan ngaco kamu, Mas?" Megan seketika menertawakan tanpa sungkan.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak sama saya. Lagi pula, saya juga tidak perlu membuktikan apapun sama kamu, karena kamu bukan siapa-siapa saya selain bekas istri saya. Ingat ya, saya tidak suka memakai barang bekas untuk yang kedua kalinya!"


"Barang bekas? Lalu, si Sherli itu apa namanya? Dia juga janda! Dia juga barang bekas sama seperti aku!"


"Eit ... Dia memang janda, tapi dia berbeda dengan kamu. Sangat berbeda, apa yang dia miliki tidak dia obral ke sembarang laki-laki. Dia menjaga harkat dan martabatnya sebagai seorang wanita. Tidak seperti kamu, Megan!"

__ADS_1


"Brengsek! Sombong sekali kamu, Mas. Dulu kamu begitu memuja aku. Kamu menjadikan aku ratu, bahkan Mas tidak segan menjadi babu untuk aku. Sekarang, seenaknya saja kamu menghina aku seperti ini! Kamu benar-benar jahat, Morgan Maxime!" Megan semakin hilang kendali. Dia berteriak histeris. Buliran air mata pun nampak membanjiri wajah cantiknya kini.


"Itu dulu, Megan. Dulu! Saya juga heran kenapa saya bisa diam saja diperlakukan semena-mena sama kamu. Kamu menjadikan meninggalnya Jacky sebagai alasan agar kamu bisa menginjak-injak harga diri saya sebagai seorang suami!"


"Kamu jahat, Mas. Hiks hiks hiks!" Tangis Megan benar-benar pecah kini. Dadanya pun terasa sesak.


"Ya, saya memang jahat. Jadi, berhentilah mengejar saya mulai sekarang. Megan, kamu itu cantik. Kamu pasti bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari saya. Lupakan saya Megan, saya akan segera menjadi suami wanita lain." Suara Morgan seketika melemah. Dia menatap wajah Megan Queeni dengan tatapan mata iba.


Andai saja wanita ini tidak ketahuan berselingkuh, mungkin pernikahan mereka masih utuh sampai sekarang. Satu hal yang dia sesali saat ini. Dirinya tidak bisa menepati janjinya kepada mendiang sang putra yang sempat berjanji bahwa dirinya akan menjaga ibu dari Jacky sang putra.


"Terima kasih atas segala penghinaan kamu, Mas. Aku gak akan pernah melupakan penolakan kamu ini. Kamu benar-benar munafik!" teriak Megan kemudian. Dia pun bangkit dan pergi begitu saja dengan hati dan perasaan kesal tentu saja.


Morgan hanya bisa menatap kepergian sang mantan istri dengan tatapan nanar. Dia pun mengusap dadanya kasar, mencoba untuk menenangkan perasaannya yang sempat merasa campur aduk tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.


Bruk!


Laki-laki itu pun menjatuhkan diri di atas kursi. Dia mengusap wajahnya kasar merasa bersyukur, karena akhirnya dia bisa menahan gejolak di dalam jiwanya yang sempat ingin dia muntahkan.


* * *


Hari yang di nanti pun akhirnya tiba. Hari dimana acara pernikahan ke 2 seorang Morgan Maxime diadakan. Meskipun ini bukanlah pernikahan pertama untuk keduanya, tapi Morgan tetap mengadakan pesta besar-besaran. Artis ibu kota pun spesial dia undang untuk menghibur para tamu undangan.


Ijab qobul pun di ucapkan tanpa cela sedikitpun, dengan hanya satu tarikan napas saja keduanya telah sah menjadi suami-istri sekarang. Baik Morgan maupun Sherli terlihat sangat bahagia.


Bagi Morgan, Sherli adalah pelabuhan terakhirnya setelah dia berpetualangan dengan banyak wanita yang tidak berhitung jumlahnya. Wanita ini adalah Istri yang dia cari, baik, lembut, senantiasa menjaga tubuhnya dari pandangan me*um mata laki-laki, yang paling penting lagi, Sherli memliki kecantikan yang luar biasa, membuatnya seketika langsung jatuh cinta saat pertama kali bertemu dengan wanita yang telah sah menjadi istrinya ini.


Sedangkan bagi Sherli, Morgan Maxime adalah laki-laki yang sempurna. Meskipun terkenal mata keranjang, tapi laki-laki ini telah berhasil mencuri hati seorang Sherli dengan semua gombalan maut yang selalu dia lontarkan setiap kali mereka bertemu. Akan tetapi, ada hal lain yang membuatnya merasa yakin untuk melabuhkan hatinya untuk Morgan, dia adalah ayah sambung yang baik untuk Dami putra semata wayangnya.

__ADS_1


Setelah lelah seharian menyambut tamu undangan yang berjumlah sekitar 1000 orang. Akhirnya malam yang di nanti oleh Morgan pun tiba. Ya ... Malam pertama yang selama ini dia bayang-bayangkan pun berada di depan mata.


Laki-laki itu nampak sudah berganti pakaian, dia dengan sengaja hanya memakai kimono handuk saja. Ya, hanya kimono handuk tanpa memakai apapun lagi.


"Sayang, lama banget si di dalam kamar mandinya?" teriak Morgan merasa tidak sabar.


"Iya, Mas. Sebentar lagi selesai ko," jawab Sherli dari dalam sana.


Morgan pun tersenyum senang. Dia mengusap juniornya pelan, rasanya benar-benar sudah tidak sabar ingin segera memasuki sarang setelah menahannya sekian lama. Dengan hanya memikirkannya saja, membuat junior miliknya seketika berdiri tegang.


Ceklek!


Pintu kamar mandi pun di buka lebar. Sherli sang Istri keluar dari dalam kamar dengan hanya mengenakan handuk kecil yang membalut setengah tubuhnya. Tentu saja, kedua mata Morgan seketika berbinar. Senyuman lebar pun mengembang sempurna dari kedua sisi bibirnya kini.


"Sayang! Kamu benar-benar se*si," gumam Morgan, segera berjalan menghampiri lalu seketika menggendong tubuh sang istri dan membawanya ke atas ranjang.


Pelan tapi pasti, tubuh Sherli pun dibaringkan di atas ranjang kemudian. Ritual malam pertama pun hendak di mulai. Ciu*an kecil menjadi pembukaan. Perlahan jemari Morgan pun hendak membuka handuk yang melingkar di tubuh istrinya tercinta.


Beberapa menit kemudian.


Tok! Tok! Tok!


Morgan terpaksa menahan jarinya seketika itu juga.


BERSAMBUNG


...****************...

__ADS_1


PROMOSI NOVEL



__ADS_2