Istri Tangguh Milik Tuan Arogan

Istri Tangguh Milik Tuan Arogan
Meeting


__ADS_3

Morgan seketika berdiri. Menatap klien penting yang sedari tadi dia tunggu. Klien yang akan memberikan keuntungan besar kepada perusahaan miliknya. Morgan sama sekali tidak menyangka bahwa klien ini adalah mantan istrinya. Wanita yang sudah selama 2 tahun ini dia lupakan. Wanita yang menorehkan luka di dalam hatinya. Wanita yang telah membuat hidupnya serasa menjadi seorang laki-laki yang sama sekali tidak ada harganya selama 10 tahun lamanya.


Ya ... Dia adalah Megan Queeni. Wajah mantan istrinya itu sama sekali tidak berubah sedikitpun, dia pandai sekali dalam hal merawat diri. Kecantikannya kian memukau, bahkan tubuhnya semakin terlihat langsing. Sesaat Morgan merasa terkesima dengan kecantikan yang terpancar dari wajah seorang Megan, tapi dia segera menyadarkan diri dan seketika teringat perlakukan buruk yang pernah dia terima dari mantan istrinya kala itu.


"Apa kabar, Mas Morgan?'' tanya Megan mengulurkan tangannya hendak bersalaman.


"Sedang apa kamu di sini?'' Morgan balas bertanya, mengabaikan uluran tangan mantan istrinya membuat Sherli yang juga berada di sana merasa heran tentu saja.


'Siapa sebenarnya wanita cantik ini?' (batin Sherli).


"Dia siapa, Mas? Apa dia sekertaris baru kamu? Hmm ... Sifat kamu tidak tidak pernah berubah, selalu saja memperkerjakan wanita cantik sebagai sekretaris kamu supaya mata kamu bisa jelalatan 'kan?'' ketus Megan menatap wajah Sherli seraya tersenyum menyeringai.


"Bukan urusan kamu. Saya bertanya, kenapa kamu tidak menjawabnya? Sedang apa kamu di sini? Merusak mood saya saja sih?''


"Apa Mas lupa, kita akan meeting penting di sini?"


"O ya? Hmm ... Sepertinya meeting kita harus dibatalkan.''


"Dibatalkan? Hahahaha! Aku tidak menyangka kalau kamu ternyata seorang pengecut yang mencampur adukan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi.'' Megan seketika menertawakan tentu saja.

__ADS_1


"Apa maksud kamu?"


Megan tidak mengatakan apapun lagi. Dia menarik kursi lalu duduk kemudian. Wanita itu pun kembali menatap wajah Sherli dengan tatapan tidak suka. Ternyata, rasa cemburu itu masih saja terasa mengusik hatinya. Tidak dapat di pungkiri, wanita ini memiliki kecantikan yang sangat luar biasa. Rasa iri pun memenuhi relung hati seorang Megan kini.


"Sedang apa kamu? Saya 'kan sudah bilang kalau meeting-nya saya batalkan sekarang juga,'' tegas Morgan seketika membuyarkan lamunan seorang Megan tentu saja.


"Apa kamu tahu setelah kita bercerai, aku berusaha untuk mencari nafkah sendiri? Jika Mas membatalkan meeting ini begitu saja, aku bisa di pecat. Sekali ini saja, singkirkan kebencian Mas kepadaku. Kita hanya rekan bisnis sekarang dan mari kita mulai meeting-nya sekarang juga," tegas Megan penuh penekanan.


Mau tidak mau, Morgan pun terpaksa kembali duduk di kursi semula dengan perasaan malas sebenarnya. Dia pun seketika merasa takut, dengan kecantikan mantan istrinya yang lebih memukau dari sebelumnya akan membuat hati Morgan merasa luluh juga pada akhirnya.


Meeting pun benar-benar diadakan saat itu juga. Morgan di apit oleh dua wanita yang memiliki kecantikan yang luar biasa. Sherli yang merupakan wanita yang sedang dia incar saat ini, dan juga Megan Queeni mantan istrinya yang kecantikannya kian bertambah berkali-kali lipat setelah dia menjadi janda.


"Iya, Pak bos. Karena meeting-nya sudah selesai, boleh saya kembali ke kantor? Ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan," ucap Sherli yang sebenarnya merasa tidak nyaman berada di tempat itu.


"Eit, kita datang ke sini sama-sama, pulang juga harus sama-sama dong. Saya akan mengantarkan kamu pulang Sherli," jawab Morgan menatap lekat wajah wanita itu, sementara Megan benar-benar merasa kegerahan.


"Eu ... Tidak usah pak bos. Saya bisa pulang sendiri ko.''


"Tidak apa-apa, saya ikhlas ko melakukannya. Kita pulang sekarang?" Morgan seketika bangkit dan hendak pergi, dia mengabaikan Megan yang sedari tadi menatap dirinya dan juga wajah Sherli dengan tatapan mata tidak suka.

__ADS_1


"Tunggu, Mas Morgan," cegah Megan kemudian.


"Ada apa lagi, Megan? Bukankah urusan kita sudah selesai?''


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Mas sebentar aja," pinta Megan, membuat Sherli merasa tidak enak tentu saja.


"Maaf bos. Saya permisi, saya tunggu di luar," pamit Sherli segera berjalan meninggalkan mereka berdua.


Sedetik kemudian.


Grep!


Megan tiba-tiba saja memeluk tubuh Morgan erat. Tentu saja hal itu membuat Morgan merasa tidak nyaman.


BERSAMBUNG


...****************...


Promosi Novel

__ADS_1



__ADS_2