Istriku Seutuhnya

Istriku Seutuhnya
Bab 23 : Menjadi Wanita Pelacur


__ADS_3

Dentuman musik DJ di Pigalle menyeruak memekakkan telinga. Dari arah kejauhan terlihat Deon yang sedang duduk berdua dengan seorang gadis di sebelahnya, sepertinya ia sangat bersenang-senang.


la melirik jam tangannya, susah hampir pukul 22.00 tapi sobatnya itu belum juga datang.


"Jam berapa pelelangannya di mulai?" Tanya Deon pada wanita di sampingnya yang sedang bergelayutan di lengannya


"Pukul 23.00 sepertinya sayang, apa kau juga akan mengikutinya?" Bukannya menjawab, Deon berniat berdiri ingin menelpon Marvin lagi, tapi tepat sebelum ia berdiri, Marvin sudah masuk dari balik pintu.


Seperti matahari yang terbit di malam hari, membuatnya menjadi pusat perhatian dari sekelilingnya, bukan Marvin namanya jika tidak menjadi pusat perhatian.


Dan dengan santainya Marvin berjalan ke arah Deon yang sudah melambaikan tangannya tak peduli dengan pandangan kagum dari banyak wanita di sana, dan pandangan sinis dari beberapa lelaki yang so kegantengan, dan tak lupa... dengan beberapa wanita yang sudah menempelinya sedari tadi.


"Kemana saja sih? Acaranya sudah hampir di mulai dan kau baru datang."


"Karena pahlawan selalu datang belakangan." Jawab Marvin dengan wajah songongnya


Deon mencibir sahabatnya itu, bagaimana sahabatnya itu bisa mengatakan kalimat yang menjijikkan dengan wajah santainya, bahkan tak peduli dengan beberapa wanita di sebelahnya yang sedari tadi mengekor.


Ah... ia lupa, bahkan wanita-wanita itu tidak merasa jijik sedikitpun, yang ada mereka malah kagum, dengan kalimat Marvin yang sangat norak dan menjijikkan, bahkan mata mereka sangat berbinar, seolah sedang mendengarkan kalimat sambutan pribadi dari Presiden.


"Siapa mereka?" Tanya Deon pada akhirnya karena penasaran, sembari menunjuk kepada dua wanita yang terus bertahan di samping Marvin, bergelayutan manja di lengan kanan dan kiri pria itu.


Marvin mengedikkan bahunya, lalu menimpali.


"Entahlah mereka menempeli ku dari luar." Jawab Marvin


Deon hanya menyengir paham, bukan pemandangan yang langka, karena selama lebih dari 10 tahun mereka bersama ia sudah sering melihat Marvin di tempeli oleh wanita-wanita.


Arah pandang Marvin dan Deon serta seluruh pengunjung Pigalle teralihkan oleh MC yang tiba-tiba bersuara menguatkan pengeras suara, membuat suaranya menggema di seluruh ruangan menggantikan dentuman musik yang sedari tadi menemani gendang telinga mereka.

__ADS_1


MC itu seorang wanita dengan tubuh yang cukup seksi dan berisi, membuat Marvin membayangkan porsi tubuh wanita itu. Dia adalah Tarisa. 'Tubuhnya bagus juga.' Ketus Marvin sambil menggigit bibir bawahnya.


Marvin mendengarkan celotehan MC Tarisa tersebut yang sangat membosankan bagi Marvin, ia ke sini hanya penasaran dengan gadis gila yang rela menjual keperawanannya demi uang.


Setelah berceloteh banyak akhirnya seorang gadis keluar dari balik tirai, hanya seorang gadis yang tidak lain adalah DIANA!


Diana keluar dengan malu-malu, kepalanya menunduk sedangkan tangannya memegang ujung dress yang ia kenakan dan dadanya yang terlalu membuatnya terbuka mengenakan pakaian seksi yang ketat.


Diana sudah masuk ke jalan yang salah dengan memilih jurang di dalamnya menerima tawaran pekerjaan dari Tarisa. Ia terdesak oleh biaya rumah sakit!


Marvin menatap gadis itu datar, ia tak melihat wajahnya hanya saja ia merasa muak dengan sikap so polos gadis itu.


Sampai akhirnya Diana itu mengangkat wajahnya ketika Tarisa memintanya untuk memperlihatkan wajahnya.


"Astaga Marvin, dia cantik sekali." Pekik Deon dengan wajah berbinar seolah tak percaya sedangkan lelaki di sampingnya hanya menatap lurus tanpa ekspresi


"Aku kira dia akan jelek, ternyata ia sangat cantik, dan apalagi dia masih virgin, andai aku memiliki uang aku pasti akan berusaha keras bagaimanapun caranya agar aku bisa merasakan tubuhnya." Tandas Deon


Jujur saja gadis itu sangat cantik di mata Marvin, walaupun gaun yang ia kenakan bukanlah gaun tipis kekurangan bahan seperti gaun yang di kenakan wanita yang Marvin tiduri beberapa jam yang lalu, ia mengenakan gaun merah tanpa lengan yang sangat pas di tubuhnya membuat lekuk tubuhnya sangat terlihat jelas dengan bawahan yang sangat pendek memperlihatkan kaki jenjangnya, Marvin bisa menerawang sesempurna apa tubuh wanita itu, dengan kulit bersih sebersih susu, tubuh tinggi serta rambut hitam yang di buat bergelombang menambah nilai plusnya di mata Marvin, tapi tetap saja Marvin muak dengan gadis itu, seolah ia tak percaya apa benar dia masih virgin dengan tubuh dan wajah sebagus itu, bukankah ia sedang mempermainkan seluruh pengunjung malam ini.


"Dasar Jal*ng..." Ketus Marvin lagi


"Baiklah Nona, bisakah kau memutar tubuhmu 360 derajat terlebih dahulu, agar Pillagers bisa menentukan harga yang pantas untuk tubuhmu." Titah Tarisa sebagai MC


Diana memandang Tarisa itu ragu, lalu ia memutarkan tubuhnya seperti yang Tarisa minta, terdengar sorakan dari para pengunjung yang di panggil si MC dengan sebutan Pillagers itu, jujur saja itu membuat Diana gugup serta takut, di tambah dengan pandangan beberapa lelaki tua yang seolah ingin menerkamnya.


"Kumohon semoga bukan salah satu dari mereka." Batin Diana yang mengacu pada beberapa lelaki tua hidung belang


"Waww, kualitas yang benar-benar tinggi, baiklah kita mulai pelelangan kita, di mulai dari harga 500 Juta." Mulai Tarisa melakukan pelelangan untuk Diana

__ADS_1


Diana mengerjapkan matanya mendengar nilainya yang di pasang setinggi itu, bukankah ia tadi tidak meminta harga setinggi itu.


Sedangkan di sudut sana Marvin masih setia menatap lurus dengan senyum sarkas di wajahnya 'Gadis gila uang.'


"Kita mulai dari..." Tarisa MC itu mengedarkan pandangnya sampai pemilih nomor 9 mengangkat papannya


"Pillagers 9. Silakan..."


"600 Juta..." Katanya lantang, tak berselang lama pria yang berada di belakangnya mengangkat papan juga


"Pillagers 18..."


"800 Juta..."


"Waww harga yang sangat tinggi, 800 juta, apa masih ada lagi yang bisa menawar dengan harga lebih tinggi?"


Kegiatan pelelangan ini sangat sengit, mereka saling memperebutkan Diana, seolah tidak ingin melepaskan gadis itu.


"Apa kau gila memasang harga 800 juta hanya untuk seorang gadis?" Tanya seorang lelaki tua kepada temannya yang baru saja selesai memasang harga tertinggi


"Aku penasaran seperti apa rasa dari tubuh gadis itu, aku sudah tidak sabar untuk menerkam gadis kecil itu, dan setelahnya aku bersumpah tidak akan melepaskan gadis itu." Marvin menoleh menatap lelaki yang duduk tak jauh darinya, ia menatap sekujur tubuh pria itu 'Tua Bangka!!'


"Apakah tidak ada yang berani menawar dengan harga yang lebih tinggi dari Pillagers 18? Jika tidak ada lagi maka gadis kita ini akan di miliki oleh Pillagers 18..." MC menunggu beberapa saat lalu melanjutkan


"Baiklah kita hitung mundur 1..2..."


"10 Milyar!!!"


Semua pasang mata menatap pada seorang pria yang tiba-tiba mengangkat papannya sembari menyebutkan nominal yang sangat tinggi, membuat seisi club terdiam, seolah mengatakan betapa gilanya pria itu, tak terkecuali Diana yang juga menatap pria itu tak percaya.

__ADS_1


Dia adalah Marvin...


__ADS_2