
Hari yang ditentukan untuk pernikahan Damian dan Diana akhirnya tiba juga. Diana tampil bak putri Cinderella dengan balutan gaun pengantinnya yang berwarna broken white. Damian sendiri tak perlu ditanya, wajahnya yang gagah rupawan nampak cocok dengan semua jenis jas tuxedo yang dikenakan untuknya. Tak satupun undangan yang tak memuji kecantikan dan ketampanan pasangan pengantin ini.
Sebelum akad nikah dilangsungkan, Diana masih mewanti-wanti kedatangan Dokter Jeremy yang dikatakan akan menjadi wali saksi nikahnya. Justru akad ijab qabul itu tidak akan dimulai sebelum saksi di pihak mempelai wanita datang.
Dan kini Dokter Jeremy benar menepati janjinya. Namun, bukannya segera memulai akad, pria yang seumuran dengan ayah Diana itu malah mengulur waktu untuk mendatangkan seseorang dihadapan Diana.
"Maafkan Paman Diana, sepertinya paman tidak bisa menjadi wali atas pernikahan mu." Ujar Dokter Jeremy mengejutkan semua orang.
"Tapi mengapa, Tuan? Setidaknya jelaskan pada kami alasan anda menarik janji ini. Calon istri ku sudah sepenuhnya memegang kepercayaan yang sangat besar pada anda, Apakah anda termasuk orang yang ingin menyakiti perasaannya?" Geram Damian yang menimpal pernyataan Dokter Jeremy.
"Meski bagaimanapun, Wali nasab Diana ada di sini. Ia yang lebih berhak menikahkan putri semata wayangnya. Saya akan bersedia untuk menjadi saksi atas pernikahan ini." Ujar Dokter Jeremy menjelaskan dan tetap tidak dapat dimengerti Diana ataupun Damian karena jelas ayah Diana enggan untuk datang meskipun diminta kehadirannya.
Terdengar suara pintu gedung yang menjulang tinggi itu terbuka. Di sana menampilkan sosok pria yang sudah beruban tipis sedang berjalan di red karpet untuk menghampiri kedua calon mempelai di akad nikah. Kedatangannya disaksikan oleh semua para tamu yang matanya tertuju pada Pak Mahendra. Begitu pula dengan Diana yang sangat terkejut melihat kedatangan ayahnya yang tidak pernah disangka.
__ADS_1
Dokter Jeremy yang merupakan dalang dibalik datangnya Pak Mahendra sebagai wali nasab hanya mengukir senyum simpul ke arah pria itu seolah merasa bangga padanya yang sudah bersedia dibujuk untuk hadir menikahkan putrinya.
Diana tak lepas memperlihatkan matanya tertuju pada Ayahnya yang sebentar lagi akan lebih dekat menghampirinya. Tatapannya sendu dan berkaca-kaca, entah bahagia atau sedih yang dirasakannya saat melihat Ayah yang tega menelantarkan dirinya begitu berani menemuinya bahkan saat pernikahannya. Sama halnya dengan Nek Ira yang terlihat tidak menyukai kedatangan mantan menantunya itu.
"Paman sendiri yang datang menemui ayahmu untuk memberitahu bahwa putrinya ini akan menikah. Saat paman berbicara dengan ayahmu untuk hadir sebagai wali nasab mu, Ayahmu itu langsung bersedia karena dia mengingat kau adalah putri kesayangannya yang tidak menyangka akan segera menikah. Andai kau sendiri yang datang menemui ayah mu, mungkin ia akan lebih senang dan setuju tanpa memikirkan apapun lagi." Jelas Dokter Jeremy menjelaskan.
Putri Kesayangan? Diana merasa aneh mendengar julukan itu. Kata itu tak pernah terucap dari mulut ayahnya selama 7 tahun. Apakah itu masih berlaku membenak dalam kasih sayang ayahnya? Jelas Diana temukan tidak dan pasti mengatakan itu agar membuat Diana tenang.
Kini Pak Mahendra telah sampai dan langsung berhadapan langsung dengan putrinya yang telah ia kecewakan, sakiti dan terlantarkan itu. Bahkan kata maaf tak mampu mengembalikan kepercayaan seorang anak perempuan itu. Mereka hanya saling bertatap tanpa melakukan gerik apapun selain Diana yang berdiam diri dan berkaca-kaca.
"Ada apa, Diana? Dia ayah mu. Apakah kau tidak merindukannya?" Pungkas Dokter Jeremy melontarkan pertanyaan karena reaksi Diana biasa saja.
Damian yang mengerti perasaan calon istrinya perlahan meletakkan tangannya di bahu kiri Diana.
__ADS_1
"Diana, dihadapan mu saat ini benar-benar dia adalah ayah mu. Kau tidak sedang bermimpi. Niat ayah mu saat ini sangat baik untuk membantu dengan menghadiri pernikahan kita. Bukankah keinginan ini yang kau impikan dapat dihadiri oleh orang tuamu saat pernikahan. Tadi kau mempertanyakan orang tuaku yang sangat disayangkan tidak bisa datang, dan saat ini kau kedatangan orang spesial." Kata Damian mencoba memberi pengertian.
Lalu, berkata kembali
"Meski bagaimanapun dia tetap adalah ayahmu, walaupun keburukannya tidak bisa dilupakan, terkadang ada kondisi seorang anak harus rela mempertaruhkan perasaannya hanya untuk menghargai orang tuanya yang tetap saja masih berjasa telah membuat mu hadir di dunia yang selalu memetik pembelajaran ini." Imbuh Damian lagi mengatakan semua itu padahal ia sendiri tidak memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya.
Sedari tadi Diana mendengarkan pengertian calon suaminya secara seksama hingga dalam dirinya pun berpikir sendiri. Diana tersadar dan dengan sungkan ia langsung memeluk Pak Mahendra dengan sangat erat sambil menangis di pundaknya. Ia bingung apakah harus berterima kasih karena sudah bersedia datang atau hanya ingin marah saat itu juga pada Ayahnya yang tega.
Pak Mahendra langsung tersentuh. Awalnya ia terlihat sungkan untuk membalas pelukan putrinya. Itu terlihat dari tangannya yang naik turun hendak ingin membalas, namun tidak jadi dan ada akhirnya ia luluh membalas pelukan dari Diana dihadapan semua orang.
"Sebagai suaminya sebentar lagi, sekarang hanya anda yang bisa membuat Diana mengerti. Sebagai pamannya yang sudah menganggap Diana seperti putri saya sendiri, Saya yakin Diana akan bahagia ditangan anda, Tuan Damian. Siapa yang tidak tahu anda di dunia ini dan saya yakin masih banyak lagi sisi terang anda yang belum banyak orang tahu. Dan bisa saja anda adalah orang yang penyayang tak seperti anggapan beredar bahwa sisi gelap anda tidak pernah peduli." Bicara Dokter Jeremy pada Damian yang hanya diberi senyuman kaku sebagai jawaban dan bungkukkan setengah badan sebagai penghormatan ucapan terima kasih.
Setelah dramatis yang terjadi telah usai dan perlahan Diana menerima kehadiran ayahnya dengan lapang dada. Akad nikah itu akan dilangsungkan dengan senangnya bisa dihadiri Pak Mahendra sebagai ayah wali nasab yang dipentingkan dalam sebuah pernikahan hingga menjadi syarat sah nya kedua pasangan suami istri dan apalagi ayah Diana masih hidup. Sangat sayang bila kesempatan ini disia-siakan oleh Diana yang dilanda ketakutan hingga tidak menemui ayahnya.
__ADS_1
Tidak ada yang salah atas kejadian ini. Semua berawal dari seorang anak yang tumbuh tersakiti oleh cinta pertamanya!