Istriku Seutuhnya

Istriku Seutuhnya
Bab 25 : Tawanan Pria


__ADS_3

Brakk...


Tubuh Diana tersentak, saat Marvin tiba-tiba mendorongnya sesaat setelah mereka sampai di kamar hotel milik Marvin. Bahkan kaki Diana belum melangkah masuk, mereka baru sampai di depan pintu, Diana sudah terjerembab di atas ranjang king size itu.


Marvin sudah tidak sabar lagi merasakan tubuh gadis yang baru saja ia bayar mahal untuk mendapatkannya. Ia ingin segera membuktikan apakah wanita yang dibelinya ini memang masih perawan atau tidak?


Marvin berjalan mendekati Diana penuh dengan hawa nafsu sembari melepas satu persatu kancing kemejanya. Diana yang terkejut merasa takut dengan apa yang akan di lakukan lelaki ganas di depannya itu. Diana akan berusaha sekuat mungkin untuk menghindar. Diana menyesal sudah melakukan keputusan yang salah saat ini.


Marvin berhasil menghimpit tubuh Diana dan wajahnya terus semakin dekat agar bisa menjelajahi ciuman Diana dengan bibirnya, membiarkan lidahnya dengan lihai mengeksplore seisi mulut gadis cantik itu, sedangkan Diana masih saja memberontak karena tidak ingin kehilangan kehormatannya sebelum ia menikah.


Marvin mencekal tangan Diana ke atas. Diana hanya meringis dan memohon untuk dilepaskan saja.


Marvin berdecak pelan akibat terlalu kesal.


"Kaku sekali. Kau mendapatkan bayaran 10 Milyar tapi pelayanan mu mengecewakan seperti ini? Aku rela membayar mu mahal-mahal tapi kinerja mu tidak sesuai dengan bayaran mu." Geram Marvin


Diana hanya menunduk takut dengan tangan meremas ujung sarung bantal yang tangannya masih dicekal ke atas oleh Marvin.


"Tolong jangan renggut kehormatan Saya, Tuan. Saya datang ke tempat itu bukan benar-benar ingin memberikan kehormatan Saya ada orang akan membeli Saya nanti." Jawab Diana sambil menangis


"Omong kosong! Jangan berlagak so polos dengan ku. Kau pikir uang bisa didapatkan secara instan dengan mempermainkan peraturan tempat itu. Jika kau ingin menipu diriku, kenapa harus datang kesana." Geram Marvin dia emosi


"Nenek Saya sedang sakit dan sekarang terbaring di rumah sakit sejak kemarin. Dia mengalami penyakit Kardiomiopati dan harus segera dilakukan operasi dengan biaya 8 Milyar. Saya adalah orang miskin yang tidak memiliki sejumlah uang sebanyak itu. Saya terpaksa datang ke tempat itu dengan harapan pulang bisa membayar biaya operasi Nenek tapi tidak sampai memberikan kehormatan." Jelas Diana


"Kau tidak akan lolos dariku. Aku sudah membayar mu mahal-mahal dan tidak mungkin mengurungkan niat untuk tidak menjamah tubuh mu." Bangkit Marvin dari tubuh Diana

__ADS_1


Terus mencaci,


"Kau pikir tubuhmu itu sangat berharga sampai 10 Milyar menjadi harga tertinggi untuk wanita semacam dirimu. Memungut seorang wanita di kolong jembatan saja aku hanya menghargai mereka sebesar 200 ribu." Ketus Marvin


"Maafkan Saya Tuan, Tapi Saya tidak bisa memberikan apa yang anda inginkan. Saya tidak ingin kehilangan kehormatan Saya..." Kata Diana


"Lalu, tunggu apalagi. Segera pergi dari kamar ku dan aku membatalkan uang yang akan diberikan padamu." Usir Marvin pada Diana


Diana bangkit dari ranjang dan berlutut di kaki Marvin.


"Saya mohon Tuan, Saat ini Saya sedang membutuhkan uang untuk membiayai operasi Nenek Saya. Hanya dia yang saya miliki satu-satunya di dunia ini. Jika nyawanya tidak bisa diselamatkan, maka hidup saya akan lebih hancur."


Marvin tega menendang Diana sampai terhenyak ke belakang.


"Apa peduli ku padamu. Kau wanita yang baru ditemui 1 jam lalu yang sudah berani memeras diriku. Aku sudah beri makan, dan sekarang kau menolak tugas mu. Kau pikir aku senang membuang uang percuma-cuma hanya untuk membantu biaya rumah sakit Nenek mu." Sarkas Marvin


Marvin terdiam dan terlihat menimbang.


"Menjadikan budak, pelayan, atau karyawan tanpa di gaji??" Tanya Marvin mengulang penekanan


"Iya Tuan, tapi tidak dengan merenggut kehormatan Saya." Pinta Diana


"Hmm... Menarik. Sekiranya aku bisa mendapatkan keuntungan dari memiliki mu, bukan. Anggap saja kau seperti bekerja padaku seumur hidup dengan seluruh gaji yang sudah dibayarkan di awal dan aku hanya tinggal menerima kinerja mu."


"Iya Tuan. Tuan bisa mengganggap apa saja seperti itu."

__ADS_1


Tidak ada jalan keluar lain, Diana rela mempertaruhkan harga dirinya menjadi tawanan seorang pria yang akan membayar biaya operasi Neneknya. Diana hanya tinggal menunggu keputusan dari Marvin yang akan diambil ingin menjadikannya sebagai apa untuknya selain seorang wanita pelacur.


"Daripada kau menjadi budak ku, apalagi memiliki Nenek yang harus kau rawat, bagaimana jika kau menjadi sekretaris di perusahaan ku tanpa gaji seperti yang kau katakan." Keputusan Marvin dengan sangat yakin


Diana semakin terkejut mendengarnya, tapi dia bisa bernapas lega karena kelihatannya Marvin memang tidak membohonginya.


Setidaknya itu lebih baik daripada harus memberikan keperawanan pada seorang pria tanpa dasar menikah.


"Saya menjadi sekretaris, Tuan?" Tanya Diana. Dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Ya, Kau menjadi sekretaris pribadi di perusahaan ku. Kebetulan aku memiliki perusahan dari Ayah ku di sini. Dan kita akan bersaing melawan perusahaan milik kakak ku yang sudah terlalu lama mengudara."


"Tapi saya bukan orang yang bersekolah, Tuan. Saya hanya lulusan SMA dan tidak memiliki basic di bidang perusahaan." Kata Diana


"Aku tidak peduli kau bersekolah atau tidak. Yang terpenting kau menjadi sekretaris ku dan di sana kau bisa mengasah kemampuan mu. Lama-lama kau akan beradaptasi dan bisa menjalani pekerjaan mu memberikan kinerja yang baik untuk perusahaan ku."


Diana berpikir keras. Ia masih kebingungan karena dia tidak bersekolah tinggi. Takut tidak bisa berkontribusi baik untuk perusahaan Marvin.


"Baiklah Tuan, Alangkah lebih baiknya seperti itu saja. Saya akan menjadi sekretaris di perusahaan Tuan." Jawab Diana akhirnya setuju


"Oke, tidak masalah. Saya hanya membutuhkan sekretaris yang ingin belajar untuk berkontribusi baik. Terlepas dari latar belakang pendidikan mereka."


"Baik. Deal."


Mereka melakukan kesepakatan, lalu Marvin menyuruh Diana untuk beristirahat saja di kamarnya sedangkan dia di kamar hotel lain. Ini sudah larut malam dan tidak mungkin bagi Diana untuk berkeliaran ditengah malam sendirian.

__ADS_1


Marvin akan mengurus biaya operasi Nenek Diana besok hari pagi. Dengan begitu setelah operasinya selesai dan Nenek Diana bisa pulang. Diana bisa memulai kerja bersama Marvin untuk pertama kalinya sebagai sekretaris.


__ADS_2