
Mobil terus melaju di tengah keramaian ibu kota. Lima belas menit kemudian, mereka telah tiba di sebuah butik besar dan mewah. Di sana sini nampak terpajang gaun pengantin dari berbagai model terkini. Damian dan Diana langsung disambut dengan ramah oleh manajer butik dan asistennya karena memang mereka telah membuat janji bertemu sejak kemarin.
"Silakan masuk Tuan Damian dan nona Diana. Wah kalian berdua pasangan yang sangat serasi. Kalian merupakan tamu terhormat kami." Sambutnya.
Keduanya lalu dibawa masuk ke ruang khusus di mana beberapa model gaun pengantin terbaru telah tersedia. Di sana juga sudah menunggu beberapa pegawai butik yang siap melayani segala keperluan mereka.
"Nona Diana memiliki tubuh yang tinggi dan langsing serta kulit yang putih. Sepertinya gaun yang ini sangat cocok untuk nona. Tuan Damian juga akan tampak semakin tampan dan berwibawa dengan jas ini." Usul manajer di sana.
"Bagaimana dengan gaunnya?" Tanya Damian pada Diana.
"Kami sangat merekomendasikan model gaun pengantin terbaru ini, Tuan." Jawab manajer sambil menunjuk ke sebuah gaun putih yang sangat elegan.
“Baiklah. Bagaimana dengan pendapatmu, Diana?
"Terserah Tuan Damian saja. Aku tidak mengerti tentang fashion mahal jadi bingung untuk memilih, karena semua gaun disini terlihat cantik dan juga indah." Jawab Diana sambil tersenyum dan memandang ke beberapa gaun yang terpajang di ruang itu.
Semua orang pun ikut tersenyum atas kesan Diana.
"Selain cantik, calon istri anda sangat pemalu untuk mengungkapkan isi hatinya." Puji Manajer pada Damian yang direspon anggukan dan senyuman.
"Baiklah, silakan Nona mencoba baju ini. Kita akan lihat, apakah ukurannya sudah pas ataukah masih perlu di permak lagi atau kalian berdua menyukainya. Jika tidak, kita akan cari gaun yang lain." Ucap manajer butik kemudian.
"Mari ikut saya!" Ucap pegawai butik sembari membawa Diana ke ruangan ganti khusus calon pengantin wanita. Damian sendiri duduk menunggu di sofa ruang tunggu sembari meraih majalah dengan duduk santai menyilangkan kaki.
Berselang beberapa menit kemudian, Diana keluar dengan mengenakan gaun pengantin berwarna keemasan.
__ADS_1
"Tuan Damian, Bagaimana dengan yang ini?" Tanya pegawai butik
Damian menelisik Gaun yang sedang dikenakan Diana. Menurutnya itu kurang bagus, karena Gaun itu terlalu seksi memperlihatkan belahan paha dan juga dada Diana. Ia tidak terlalu suka dengan pakaian seperti itu dan menyadari jika Diana sendiri merasa sangat tidak nyaman. Sebagai Calon suami yang baik ia harus paham betul bagaimana calon istrinya meskipun dia tidak berkata apapun, namun dari raut wajahnya sudah terukir jelas dan mudah ditebak oleh Damian.
Damian menggelengkan kepalanya.
Para pegawai pun kembali membawa Diana ke ruang ganti dan membantu mengenakan gaun yang lain untuk diperlihatkan.
Sekali lagi, saat Diana keluar, Damian kembali menggelengkan kepalanya.
Pegawai butik beserta Diana kembali ke ruang ganti untuk melakukan hal yang sama.
Gaun ketiga sudah diperlihatkan dan Damian kembali menolak.
Hingga pada akhirnya dengan semuanya sudah kelelahan dan keringat dingin sudah keluar. Pada Gaun ke sepuluh mereka berharap ini yang terbaik.
"Tuan Damian, bagaimana menurut anda dengan Gaun ini, Ini yang terbaik. Cantik bukan?" Tanya pegawai butik, namun Damian tidak meresponnya. Ia masih melongo karena terkesima dengan pemadangan di hadapannya itu.
Usut memiliki usut, Untuk sesaat lamanya Damian terpaku, dan tak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis yang telah mencuri hatinya itu.
"Wow, she looks so beautiful, awesome!" Ujar sang manajer butik hampir bersamaan dengan asistennya. Keduanya berdecak kagum melihat penampilan Diana saat itu.
Berbeda dengan Damian yang masih belum bisa mengalihkan pandangannya bahkan tidak berkedip sama sekali hingga berbinar.
"Tuan Damian." Panggil manajer sambil melambaikan tangannya tepat di depan wajah Damian.
__ADS_1
"Iya. Iya, Diana sangat cantik dengan Gaun itu!" Ucap Damian tersadar dengan sedikit terbata-bata, kalimat yang ia ucapkan serasa mengalir begitu saja. Sepertinya ia terhipnotis dengan aura kecantikan sang calon istri.
Semua ikut menertawakan dan menggoda Diana.
"Sepertinya kali ini Tuan Damian sangat terkesima dengan anda, Nona Diana. Kau lihat tadi bagaimana Tuan menatap anda tanpa berkedip dan sama sekali tidak mengalihkan pandangannya?" Bisik pegawai butik menggoda.
Diana hanya tersenyum menunduk tersipu malu.
Semua yang ada di sana merasakan suasana keromantisan hingga ikut tertawa kecil. Damian sendiri merasa sangat malu melihat respon sekitarnya.
Setelah Diana selesai mendapatkan baju yang cocok, giliran Damian yang melakukan fitting baju semacam jas tuxedonya yang menyamakan atau menyesuaikan agar tampak serasi dengan Gaun pengantin Diana berwarna broken white.
Membutuhkan waktu lama baginya untuk memilih sampai mendapatkan tuxedo yang cocok dan pas. Hingga pada akhirnya, setelah 20 menit waktu berjalan Damian sudah mendapatkan pakaian untuk dikenakan pada hari sakral pernikahannya.
Bukan hanya para pegawai dan manajer di sana, kini giliran Diana yang terkesima melihat ketampanan Damian sembari mengenakan tuxedo itu tanpa mengedipkan matanya.
Mereka dipertemukan berdua dan saling bertatapan satu sama lain.
Manajer butik kemudian mengambil beberapa gambar foto dengan menggunakan kamera ponsel milik Damian untuk mengabadikan moment ini.
Tak henti hentinya para pegawai di butik itu berdecak kagum melihat pasangan yang sangat serasi itu. Bahkan mereka juga meminta untuk foto selfie. Dengan ramah Damian dan Diana melayani mereka, bahkan hampir saja agenda fitting baju berubah menjadi semacam jumpa fans.
"Kalian sudah sangat cocok. Tapi jika anda memiliki gambaran model gaun pengantin sendiri, anda bisa mengatakannya pada kami dan kami akan memberikan waktu ekslusif untuk membuat gaunnya lebih cepat." Ujar Manajer menawarkan.
Damian berkata setuju. Selain pakaian yang sudah mereka pilih untuk dikenakan pada hari sakral pernikahan mereka. Damian juga memesan sebuah Gaun sepasang untuk dikenakan saat acara resepsi mereka dengan desain model yang diinginkan Damian. Sehingga tidak sampai di situ saja, Damian berbicara pada manajer dan designer untuk merancang desain gaun itu agar memiliki gambaran sketsa yang jelas atas pemikirannya. Dan sepertinya, hari pernikahan itu akan sangat dilangsungkan secara meriah, megah, dan mewah.
__ADS_1