Istriku Seutuhnya

Istriku Seutuhnya
Bab 74 : Momen Memperkuat Cinta


__ADS_3

Setelah melihat ekspresi bingung Emma, Bu Isma memutuskan untuk memberikan sedikit penjelasan.


"Emma, mungkin saja Tuan Damian dan Nyonya Diana sempat bertengkar atau ada masalah di antara mereka. Namun, kita tidak perlu mencampuri urusan pribadi mereka. Setiap pasangan pasti menghadapi tantangan dalam hubungan mereka, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mereka menyelesaikannya. Mungkin mereka berhasil menyelesaikan masalah mereka dan mencapai pemahaman yang lebih baik satu sama lain. Jadi, tidak perlu terlalu khawatir atau bertanya-tanya tentang hal itu," jelas Bu Isma dengan bijak.


Emma memahami kata-kata Bu Isma dan merasa lega. Dia mengangguk setuju.


"Kau benar, Bu Isma. Kita sebaiknya fokus pada tugas kita sebagai pelayan dan memberikan yang terbaik untuk Tuan Damian dan Nyonya Diana. Jika mereka bahagia, itu adalah yang terpenting," kata Emma dengan mantap.


Bu Isma tersenyum puas. Dia bangga melihat perkembangan Emma yang semakin dewasa dan bijaksana.


"Bagus, Emma. Selalu ingat bahwa pekerjaan kita adalah melayani mereka dengan sepenuh hati. Kita harus tetap profesional dan menjaga privasi mereka. Sekarang, mari kita istirahat dan siapkan diri untuk tugas-tugas besok," ucap Bu Isma sambil menggenggam tangan Emma dengan penuh kehangatan.


Mereka berdua kemudian kembali ke kamar masing-masing dan bersiap untuk tidur. Meskipun masih ada rasa ingin tahu yang mengganjal, mereka memutuskan untuk fokus pada pekerjaan mereka dan memberikan yang terbaik untuk Tuan Damian dan Nyonya Diana.


Di kamar Damian.

__ADS_1


Bu Isma menjawab dengan lembut, "Mungkin saja ada sesuatu yang terjadi di antara mereka, tetapi tidak semua masalah harus meninggalkan noda atau tanda fisik. Beberapa pertengkaran bisa diselesaikan dengan komunikasi dan pengertian. Kita tidak perlu terlalu banyak mencampuri urusan mereka. Yang penting sekarang, Nyonya Diana sudah dalam perawatan Tuan Damian dan semuanya akan baik-baik saja."


Emma masih terlihat bingung, tetapi ia mengangguk mengerti. Mereka berdua kemudian pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat setelah hari yang penuh peristiwa tersebut.


Di kamar Damian dan Diana, Damian duduk di samping tempat tidur Diana sambil memegang tangannya dengan penuh kelembutan. "Maafkan aku, Diana. Aku tahu aku mungkin terlalu keras terkadang. Tapi percayalah, aku tidak pernah bermaksud menyakiti atau menghukum mu. Aku hanya ingin kita bisa saling memahami dan menerima satu sama lain."


Diana tersenyum lembut dan menjawab, "Aku juga minta maaf, Tuan. Aku seharusnya lebih terbuka padamu dan tidak menyembunyikan keadaan kaki ku yang terkilir."


Damian merasa lega mendengar kata-kata Diana. Ia mencium tangan Diana dengan lembut dan berkata, "Terima kasih, Diana. Aku sangat menghargai kejujuranmu. Kita harus saling mendukung dan memahami satu sama lain dalam pernikahan kita ini. Aku ingin kita menjadi tim yang kuat, menghadapi segala masalah bersama-sama."


Damian tersenyum bahagia dan mencium Diana dengan penuh cinta. Mereka berdua saling mendekap erat, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang mereka inginkan dalam pernikahan mereka.


Di sisa malam itu, Damian dan Diana berbicara dan berbagi lebih banyak tentang harapan dan impian mereka. Mereka merencanakan masa depan bersama dan membangun fondasi yang kuat untuk pernikahan mereka. Meskipun masih ada banyak hal yang harus mereka hadapi, mereka yakin bahwa dengan cinta dan komitmen mereka, mereka akan menghadapinya bersama-sama.


Sementara itu, Bu Isma dan Emma tidur dengan pikiran yang penuh dengan kejadian hari ini. Mereka berdua berharap untuk masa depan yang lebih baik dan penuh kebahagiaan bagi Tuan Damian dan Nyonya Diana. Mereka merasa terharu telah menjadi bagian dari kisah cinta yang indah ini, dan mereka siap untuk terus melayani dan mendukung pasangan tersebut dengan setia.

__ADS_1


Bu Isma cukup kesal dengan pikiran pelayan juniornya yang masih terus menerka-nerka tentang apa yang terjadi antara Tuan Damian dan Nyonya Diana. Dia memutuskan untuk memberikan penjelasan kepada Emma agar tidak terus dibayangi oleh rasa kebingungan.


"Emma, sebenarnya apa yang terjadi tadi bukanlah sesuatu yang buruk atau memalukan. Itu adalah momen keintiman dan pertengkaran yang wajar antara suami istri. Pasangan mana pun pasti akan mengalami hal serupa. Yang penting adalah bagaimana mereka berdamai dan memahami satu sama lain setelahnya," jelas Bu Isma.


Emma masih terlihat bingung, jadi Bu Isma melanjutkan penjelasannya, "Saat itu, Nyonya Diana mencoba meminta maaf kepada Tuan Damian karena tidak menuruti keinginannya. Dia merasa bersalah dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Tuan Damian. Tapi Tuan Damian juga merasa bersalah karena mungkin telah terlalu keras terhadap Nyonya Diana. Itulah mengapa mereka bertengkar."


Emma mulai mengerti, namun dia masih penasaran dengan bagian spreinya yang tidak ada noda. "Tapi Bu, mengapa tidak ada noda di sprei? Biasanya setelah pertengkaran seperti itu, ada tanda-tanda fisik seperti itu."


Bu Isma tersenyum penuh makna. "Emma, cinta sejati tidak selalu harus menghasilkan tanda-tanda fisik yang kasar atau kekerasan. Pertengkaran mereka mungkin terjadi dengan emosi yang tinggi, tetapi pada akhirnya mereka mencapai pemahaman dan keintiman. Mereka memilih untuk menyembuhkan hubungan mereka dengan penuh kasih sayang dan pengertian, bukan dengan tindakan yang kasar."


Emma mendengarkan dengan serius, dan wajahnya mulai terpancar pemahaman. "Jadi, apa yang terjadi tadi adalah proses penyembuhan hubungan mereka, bukan sebuah kejadian yang buruk?"


Bu Isma mengangguk. "Benar, Emma. Itu adalah momen ketika mereka memperkuat ikatan cinta dan saling memahami satu sama lain. Sebagai pelayan, kita harus menghormati privasi mereka dan memberikan dukungan dalam cara yang tepat. Jadi, jangan khawatir atau terus memikirkan hal itu. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri."


Emma merasa lega dengan penjelasan Bu Isma. Dia menyadari bahwa kadang-kadang pertengkaran adalah bagian dari sebuah hubungan yang sehat, dan yang terpenting adalah bagaimana pasangan tersebut menghadapinya dan tumbuh bersama.

__ADS_1


Dengan hati yang lebih tenang, mereka berdua kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat. Mereka berharap besok akan menjadi hari yang lebih baik bagi Tuan Damian dan Nyonya Diana, serta untuk keseluruhan keluarga besar di rumah itu.


__ADS_2