Istriku Seutuhnya

Istriku Seutuhnya
Bab 55 : Ucapan Maaf


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar, Hotel bintang lima di kota Jakarta.


Marvin sedang bercumbu dengan seorang wanita, ia salah satu dari pekerja Pigalle yang ia pesan seorang wanita di sana untuk menyenangkan hasratnya hari ini setelah mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan kejadian tadi pagi yang membuat amarahnya membuncah.


Menurutnya, cara inilah yang dapat menghilangkan dikala rasa lelah, stres dan frustasinya. Dia masih tidak bisa menghilangkan kebiasaannya meniru tradisi orang saat ia tinggal di barat.


Wanita itu terus mencumbu Marvin, bibirnya menciumi tubuh Marvin, mulai dari dada bidangnya, perut, sampai ke daerah sensitifnya yang sedari tadi sudah mengeras, wanita itu memainkan benda itu dengan lihainya, menciuminya serta meng*l*mnya. Beberapa kali lidahnya bermain di sana, Marvin yang tadinya terlihat santai tiba-tiba dengan gerakan sekejap ia merubah posisi wanita itu menjadi di atas tubuh wanita itu.


Dengan sekali hentakan Marvin membenamkan juniornya dalam tubuh wanita tersebut, membuat wanita itu terus mendesah, beberapa kali ia mengucapkan jika ia menyukainya, Marvin terus menggerakkan tubuhnya membuat irama yang sempurna, sampai tubuh bagian bawah wanita itu terasa basah.


Marvin segera menarik dirinya, ia berdiri lalu meninggalkan wanita itu yang masih tergeletak lemas di atas ranjang.


"Kenapa sayang? Kau belum keluar, bukan?" Tanya wanita itu heran, ia tahu betul jika Marvin belum mencapai kesenangannya.


"Tugasmu sudah selesai dan kau sudah bisa pergi, untuk bayaranmu akan aku transfer ke rekening mu beserta tipsnya." Kata Marvin tanpa menghentikan langkah kakinya, ia berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


Sedangkan, wanita itu hanya menatap Marvin dengan tatapan aneh, tidak biasanya kliennya menghentikan aktivitas mereka di tengah-tengah bahkan sebelum kliennya mencapai puncaknya.


Wanita itu berdiri dari tempatnya acuh, untuk apa mempedulikan hal itu? Yang penting ia mendapatkan bayaran penuh dan bonus lainnya. la meraih pakaiannya dan mulai memakainya, sayup-sayup terdengar suara shower dari dalam kamar mandi, Apa Marvin mandi? Pikir wanita itu.


"Jangan lupa di transfer ya sayang, jika kau membutuhkan ku lagi, kau bisa menemui ku lagi." Kata wanita itu tepat di depan pintu kamar mandi yang pasti tidak akan di dengar oleh Marvin.


Sepeninggal wanita itu, lima menit kemudian terdengar ******* melenguh dari kamar mandi, yang tidak lain adalah suara Marvin.


"Sangat sayang sekali wanita bodoh itu. Dia malah melarikan diri membawa uang Tuan Marvin sampai bermain dengan ku. Padahal jika dia terus bersamanya, aku yakin dia bisa mendapatkan uang selain kebebasan dirinya. Sayang sekali Tuan Marvin sudah ditipu oleh wanita yang tidak tahu diri itu, dia malah lari bersama pria lain yang sudah memberikannya uang juga. Hahaha..." Decak wanita itu berjalan di koridor mencerca Diana yang sempat diceritakan awal mulanya oleh Marvin pada wanita psk itu.


***


"Nenek benar-benar minta maaf, Diana. Semalam karena katanya kau kerja lembur nenek diajak tetangga untuk tinggal di rumahnya karena khawatir nenek tinggal sendirian di rumah. Nenek baru pulang sore karena tadi diajak ke taman, karena katanya di usia nenek seharusnya banyak pergi keluar." Kata Nek Ira yang berbincang dengan Diana


"Tidak apa, Nek. Seharusnya aku yang meminta maaf karena meninggalkan nenek sendirian dan nanti akan berterima kasih pada tetangga yang sudah ingin membantu Nenek." Balas Diana

__ADS_1


"Diana, Nenek merasa sakit hati mendengarnya." Raut wajah Nek Ira jadi murung


"Nenek kenapa, apa ada yang menyakiti perasaan Nenek? Katakan saja padaku, pasti akan ku balas perbuatannya." Geram Diana meletakkan tangan di bahu neneknya perhatian.


"Nenek mendengar dari warga jika tadi pagi kau terlibat pertengkaran dengan dua laki-laki. Dan yang paling menyakitkan adalah selama ini ternyata kau menyembunyikan rahasia dari Nenek yang pengobatan itu kau dapatkan dari hasil penyerahan diri, kau bisa bekerja sebagai sekretaris karena kesepakatan yang sudah kau bangun. Kenapa kau setega ini pada Nenek, melakukan segala cara agar kau bisa menolong Nenek. Jika nenek tahu, dari awal nenek memilih tidak sembuh saja daripada melihat cucu nenek harus menderita seperti ini." Ungkap Nek Ira berbicara pada Diana yang sudah mengetahui rahasia yang sembunyikan cucunya.


Diana mulai menitikkan air mata. Ia tidak menyangka jika rahasia yang sudah ia tersembunyi secara tertutup akhirnya dapat diketahui oleh neneknya juga.


"Ternyata nenek sudah mengetahui segalanya. Aku merasa bersalah karena nenek mengetahui masalah ini dari orang lain, bukan dariku sendiri. Maafkan aku, aku terpaksa melakukan hal ini... Aku tidak berniat untuk membohongi nenek."


"Siapa yang sudah membohongi, Nenek malah merasa sudah membebani dirimu. Tidak ada orang lain yang membebani seseorang sampai dia harus rela berkorban." Ucap Nek Ira mulai menitikkan air mata. Ia merasa bahwa dirinya adalah sumber masalah untuk Diana.


"Nenek, apa yang kau katakan? Cukup, jangan merasa kau paling merasa bersalah, akulah yang sudah membuat masalah ku sendiri." Kata Diana langsung menerjang neneknya dengan pelukan


"Agh, cucu tersayang nenek, maafkan nenek yang sudah tua renta ini dan tidak bisa menjagamu sepenuhnya. Kau malah seperti perawat yang mengurus nenek tua jompo ini." Peluk Nek Ira membalas

__ADS_1


"Sudahlah. Kebetulan aku membawa makanan yang enak untuk nenek, itu dari seseorang yang baik hati dan memberikannya khusus untuk nenek. Nenek juga pasti lapar, 'kan? Aku akan menghangatkannya sebentar." Pungkas Diana sembari melepas pelukan neneknya dan hendak pergi ke dapur untuk menghangatkan makanan yang dibawa dari rumah Damian.


Bersambung✍️


__ADS_2