
Damian begitu saja berlalu pergi dari sana meninggalkan Diana bersama Marvin dengan sangat kecewa seolah marah dan tidak mempedulikannya lagi. Diana sendiri berpikir bahwa hubungan pertemanannya dengan Damian akan putus karena Damian tak akan peduli lagi padanya.
Marvin hanya tersenyum smirk. Ia merasa sangat senang karena akhirnya kini giliran Damian yang marah pada Diana. Ia berpikir bahwa dirinya sudah berhasil memisahkan mereka dan membuat Damian benci pada Diana.
Damian kini sudah berada dalam mobil dan siap untuk melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Diana dengan penuh kekecewaan yang mendalam.
Marvin menghampiri Diana yang sedang terduduk menangis di tanah. Ia berjongkok dan mulai menakuti Diana.
"Kau lihat itu, malaikat pelindung mu saja sudah tidak peduli lagi padamu. Pada siapa lagi kau akan berlindung di dunia ini? Akui saja jika kau memang harus kembali pada Tuan mu sejauh apapun kau memang tidak menginginkannya lagi." Ejek Marvin masih dengan senyum smirknya
Diana semakin menangis tersedu-sedu setelah mendapatkan penghinaan Marvin, ia semakin sadar akan posisinya memang menjadi burung sangkar emas sekarang.
"Ya, Kau memang benar. Sejauh apapun dia tidak menginginkannya lagi, Jika memang takdirnya masih bersama mu, dia akan tetap kembali. Tapi kau perlu ingat, layang-layang saja yang mengudara jauh lebih tinggi di langit, benangnya akan terlepas dari Tuan yang memainkannya!"
Seseorang berbicara di belakang Marvin dengan angkuhnya. Sosok itu adalah Damian, ia tidak pergi, ia kembali menghampiri mereka untuk membalas dendam pada Marvin yang sudah menyakiti Diana berkali-kali.
Marvin terhenti dalam bicaranya, ia bangkit dan menoleh ke belakang, terdapat Damian yang sedang tersenyum smirk dan menarik satu alisnya saat pandangan mereka bertemu.
"Tuann??" Lirih Diana mendongakkan kepalanya melihat Damian yang sudah ada dihadapannya lagi.
"Kau?! Kenapa kembali, bukankah kau akan pergi tadi?" Tegun Marvin raut wajahnya masam
"Sepertinya begitu. Tapi aku tidak bisa pergi dengan tenang sebelum menyelesaikan apa yang kurang tadi. KEKURANGAN KU ADALAH BELUM MENGHAJAR MU!!" Gertak Damian, menyerang Marvin dengan meninju wajahnya tanpa aba-aba.
__ADS_1
Tanpa persiapan karena tidak tertebak serangan Damian awalnya, Marvin langsung tersungkur begitu saja dan tinjuan itu tepat di mata kanannya hingga menghitam.
"Hah??" Diana sendiri sangat terkejut Damian langsung saja menerjang Marvin dengan tinjuan sampai ia harus membelalakkan mata dan membuka mulutnya syok.
"Itu pukulan yang tidak seberapa. Akan lebih menyakitkan lagi jika kau masih berani mendekati Diana." Peringatan Damian sambil menunjuk-nunjuk kesal
Marvin hanya diam saja ia tidak melakukan perlawanan apapun. Damian sendiri hendak memukul kembali, tapi ditahan oleh Diana.
"Tuan, sudah jangan, cukup! Biarkan dia pergi saja dari sini." Ucap Diana
"Untung saja Diana melarang ku, jika tidak, maka kau akan habis ditangan ku hari ini." Ketus Damian
Marvin hanya menatap elang ke arah Damian yang sudah mengamuk sembari sebelah matanya yang terus berkedut kesakitan.
Setelah mendapatkan cek itu, Marvin pergi tanpa mengatakan sepatah katapun untuk memberikan penjelasan saja.
"Heh, Dasar munafik!!" Hina Damian mengerucutkan bibirnya melihat bagaimana Marvin membawa pergi kabur cek itu.
Diana tertegun. Ia masih tidak menyangka tindakan yang diambil Damian akan berdampak besar baginya, bukan hanya tentang materi, tapi juga bagaimana cara untuk membalasnya.
"Uang itu? Uang itu, bukanlah jumlah yang kecil, tapi sangat besar, Tuan. Kenapa anda memberikannya begitu saja, bagaimana caraku mengembalikan uang mu?" Kata Diana yang masih syok dan merasa sangat bingung
"Uang itu tidaklah besar bagiku dibandingkan dengan kebebasan mu. Kebebasan mu itu lebih penting Diana, Uang sebesar itu hanya bisa ku dapatkan dalam waktu 30 menit saja, dan tidak akan membuat ku mendadak miskin. Kau tidak perlu mengembalikan apapun padaku, Aku tak merasa itu sudah memberikan sebagain hartaku." Kata Damian meyakinkan Diana dengan menyombongkan dirinya agar Diana merasa tidak perlu khawatir.
__ADS_1
"Aku tidak tahu lagi bagaimana caraku harus berbicara dengan mu. Aku benar-benar sudah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan segalanya padamu. Tapi, aku bersedia, aku akan melakukan apa saja unt..." Bicara Diana terpotong
Damian meletakkan jari telunjuknya di bibir Diana untuk menghentikan kalimatnya.
"Sssttt... Aku tahu apa yang akan kau katakan kalimat selanjutnya, dan jangan ucapkan hal itu lagi, aku tidak suka mendengarnya. Aku bukanlah Marvin yang bersedia menindas mu sampai kau membuat terbelenggu karena keputusan ku. Lupakan saja uang itu, dan anggap saja semua kejadian lalu atau hari ini tidak pernah terjadi." Kata Damian
Diana hanya tersenyum. Ia tidak tahu lagi bagaimana harus bersikap dan benar perasaannya kali ini begitu buta atas kebaikan Damian yang tiada taranya. Di sisi lain ia bahagia bisa dipertemukan Damian sampai menolongnya, di sisi lain ia juga tidak tahu bagaimana cara ia membalas pertolongan orang lain.
"Aku hanya bisa berterima kasih padamu, Tuan Damian. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh orang kecil seperti kami selain ucapan three magic."
"Three Magic? Apa itu??" Tanya Damian penasaran
"Tolong, karena kami sebagai orang kecil hanya bisa mengatakan tolong pada orang besar. Maaf, karena kami tidak bisa membalas budi apapun atas kebaikan dan hanya bisa mengatakan maaf atas ketidakberdayaan itu. Terima Kasih, karena kata itu akan membuat kalian memiliki sudut pandangan yang berbeda dari cara kami yang tidak berdaya."
"Sangat unik, tapi semua itu tidak benar. Kau pikir hanya orang kecil saja yang bisa mengatakan 3 Kata itu? Besar atau kecil semuanya sama, Diana. Kita hanya perlu saling melengkapi kekurangan satu sama lain untuk menjalani kehidupan ini. Coba saja kau bayangkan bagaimana jadinya jika di dunia ini semua orang mampu melakukan apapun sendiri?" Ujar Damian
"Untuk apa, maka di jalanan tidak akan ada pengemis, tidak akan ada orang tolong menolong di dunia ini, dan tidak akan ada namanya saling bergantungan." Jawab Diana
"Kau tahu sendiri itu. Sekarang tidak perlu dipikirkan lagi ya, kau ingin memulai hidup baru mulailah di lingkungan yang nyaman, kau harus bangkit karena perjalanan mu masih panjang. Sekarang kau masuk dan aku akan segera pergi ke perusahaan..."
"Hmm... Terima Kasih untuk hari ini." Kata Diana ia berjalan masuk ke dalam rumahnya
Damian pun pergi setelah memastikan Diana sudah masuk rumah.
__ADS_1
Bersambung✍️