
Baaammm...
Aksinya yang tidak fokus menyetir, membuat kesalahan yang fatal, mobil Diana tanpa disengaja telah menabrak bumper belakang mobil pengemudi lain di jalan yang cukup sepi untungnya. Laju mobil di depannya sangat pelan dan hendak berhenti awalnya, Namun karena Diana tidak melihat maka akhirnya menabrak.
Diana yang syok mendengar sebuah dentuman yang dekat dengannya, Akhirnya ia menengadah melihat depan bahwa ternyata mobilnya telah menabrak mobil didepannya.
"Hah... Bagaimana ini, Aku tidak sengaja menabrak mobilnya. Pemiliknya pasti akan keluar dan marah-marah padaku." Pungkas Diana syok
Di sisi lain...
Sang pemilik yang menjadi penumpang dan sedang menerima telepon cukup terkejut mendengar suara dentuman cukup sedang yang membuat mobilnya terguncang dan terpaksa di rem mendadak.
"Maaf Tuan, sepertinya mobil di belakang sudah menabrak mobil anda." Ucap sang asisten yang mengendarai mobil untuk Tuannya
Rupanya pemilik yang mobilnya sudah ditabrak adalah Damian. Damian sangat kesal dengan kejadian di pagi hari apalagi memikirkan bagaimana mobilnya sudah ditabrak. Dia yang sedang sibuk berteleponan dengan sang invest pun harus menutup saluran suara teleponnya terlebih dahulu untuk menangani masalah yang baru terjadi.
"Tunggu apalagi, Cepat tangani dia. Jangan biarkan dia pergi sampai dia ingin bertanggung jawab. Aku malas menangani orang yang tidak berhati-hati seperti ini." Titah Damian menggertak
Asisten Joo pun keluar dari mobilnya. Dan Damian kembali melanjutkan telepon yang sempat ia tunda.
Diana melihat pengemudi mobil yang ia kira pemiliknya itu tengah menghampiri. Diana pun membuka jendela mobil dengan raut wajah pucat penuh penyesalan rasa bersalah.
"Maaf, Tuan. Maaf sekali..." Ujar Diana mengatupkan kedua tangannya
Asisten Joo yang tidak begitu mengenal wajah Diana sampai memarahinya tanpa peduli dia adalah seorang wanita. Entah lupa atau bagaimana, Joo memang benar tidak mengenali Diana.
"Kau ini bagaimana. Jangan menyetir jika belum memiliki SIM. Sekarang kau ke pinggir, Ayo." Marah Asisten Joo pada Diana
"Ya, ya..." Ucap Diana kacau
Suara klakson dari mobil lain yang merasa dihalangi jalannya terus dinyalakan.
Asisten Joo kembali untuk membawa mobilnya ke tempat jalanan dekat parkiran taman, Diikuti oleh mobil Diana. Di sana mereka mulai menyelesaikan masalah.
Diana dan Asisten Joo sama-sama turun dari mobil.
"Tuan, maafkan saya, Ya. Maaf sekali, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja." Kata Diana yang masih syok
"Intinya, Saya tidak ingin tahu, anda harus bertanggung jawab." Gertak Asisten Joo
"Sekali lagi saya minta maaf, Tuan. Saya benar-benar tidak sengaja. Toh tidak mungkin saya sengaja menabrakkan mobil saya ke mobil lain. Tadi handphone saya jatuh, Saya hanya ingin ambil handphone saya." Jelas Diana
"Kau enak hanya mengatakan kata maaf. Tuan Saya akan pasti akan marah."
Diana menyadari ternyata Tuan berjas yang sedang ribut dengannya ternyata bukanlah pemilik asli mobil itu.
"Intinya, Saya tidak ingin tahu, anda harus bertanggung jawab." Imbuh Asisten Joo lagi memaksa
__ADS_1
"Tapi Tuan, Mobil Tuan tidak terjadi apa-apa. Bumper mobil depan saya yang lumayan rusak. Sedangkan bumper mobil Tuan hanya lecet." Ujar Diana sambil menunjuk-nunjuk
Assisten Joo pun pergi untuk mengecek dan rupanya benar mobilnya hanya lecet saja.
"Ya, 'kan, Tuan. Maafkan saya, Tuan. Tolong Saya, Tuan. Saya hanya seorang sekretaris yang mobil pun milik perusahaan tempat saya bekerja." Pinta Diana memohon
"Kau tunggu di sini!" Titah Asisten Joo
Asisten Joo membuka pintu mobil untuk berkomunikasi dengan Damian mengenai masalah ini.
"Maaf. Sebentar, Tuan Praja." Ucap Damian pada telepon yang masih berlangsung dan terpaksa di tunda lagi dengan menutup saluran suara handphonenya.
"Ada apa??" Imbuh Damian bertanya pada Joo
"Mobil Tuan tidak apa-apa. Tidak terjadi kerusakan yang begitu berat. Hanya terkena lecet saja dan bisa dibersihkan. Ini bukti fotonya, Tuan." Penjelasan Asisten Joo
Damian hanya mengangguk-angguk.
"Lalu??" Damian meminta penjelasan yang lebih
"Kebetulan yang menabraknya hanya seorang sekretaris di sebuah perusahaan yang memberikannya fasilitas mobil, Tuan. Saya pribadi merasa kasihan kepada Nona itu karena dia tidak sengaja berniat untuk mengambil handphonenya yang terjatuh. Jadi, Bagaimana, Tuan?"
"Ya sudah, jika tidak terjadi apa-apa, Lepaskan saja. Toh aku sangat mampu membiayai reparasi jika terjadi kerusakan yang parah pada mobil ku." Ketus Damian menjawab
"Baik, Tuan."
"Ya sudah, Tuan sudah memaafkan mu. Lain kali jika kau membawa mobil harus berhati-hati. Jangan memainkan handphone saat kau mengendarai mobil karena bukan hanya membahayakan mu tapi juga orang lain yang akan terkena imbasnya." Nasihat Asisten Joo seraya mengomeli
Disela Asisten Joo mengomeli Diana, Damian melihat pantulan wajah Diana dari spion atas, dari depan benda itu bisa memantulkan apa yang ada di belakang. Dan saat itu, kebetulan Damian melihat pantulan Diana.
"Baik, Tuan. Terima Kasih... Sekali lagi mohon maaf dan Terima kasih banyak." Ucap Diana akhirnya lega dan menangkupkan kedua tangannya
Diana terburu-buru masuk untuk melanjutkan perjalanannya lagi karena ia saat ini benar-benar sudah sangat terlambat.
Damian yang sedikit terkejut karena wanita yang tidak sengaja menabrak mobilnya adalah Diana sampai melihat ke belakang untuk memastikan bahwa wanita itu benarlah Diana seorang.
Dan benar saja wajah itu sangatlah jelas pemiliknya adalah Diana...
Namun, Damian sudah terlambat menyadarinya karena Diana sudah melajukan mobilnya pergi.
"Heh,,, Joo!!" Seru Damian dari dalam
Asisten Joo kembali duduk di jok pengemudi, sempat berbalik dan menatap Tuannya.
"Kenapa kau membiarkan dia pergi?" Gertak Damian
"Bukankah Tuan yang meminta Saya untuk melepaskan Nona itu."
__ADS_1
"Tidak bisa, Kejar! Cepat!" Gertak Damian terburu-buru
Assisten Joo sangat kebingungan. Tapi ia tetap menuruti perintah atasannya.
Kini mobil Damian mengikuti mobil Diana dari belakang.
"Joo, cepat kejar!" Paksa Damian tidak sabar
Asisten Joo menancap gasnya menambah kecepatan.
"Himpit, Himpit terus, Jangan sampai hilang!" Pungkas Damian lagi seperti orang yang sedang menonton sepak bola
Mobilnya dengan Diana terhalang oleh satu mobil dan hal itu membuat Damian sendiri sangat geram.
"Klakson, agar dia bisa minggir!" Kata Damian seperti mengejar maling
Asisten Joo menuruti setiap inci perintah Damian.
"Tck, Mobil ini tidak jelas ingin ke mana." Kesal Damian jadinya
Mobil yang ber-AC pun seolah tidak mempan untuk memberikan rasa nyaman pada penumpang di dalamnya. Karena saat ini suasana di dalam mobil sangat mencekam dan dipenuhi oleh ucapan pria yang sedang tidak sabaran. Asisten Joo sendiri merasa serba salah jadinya.
Mobil Diana melaju semakin jauh dari jangkauan Damian. Namun, karena mobil Damian tepat sampai saat lampu merah, Asisten Joo terpaksa menghentikan mobilnya. Karena bagaimana peraturan berkendara harus ia patuhi.
"Joo, Bagaimana kau ini? Dengan perempuan saja kau bisa kalah cepat." Emosi Damian
"Maafkan saya, Tuan." Penyesalan Asisten Joo yang harus menjadi rider mobil di pagi hari
Damian sangat kecewa, Ia mengusap wajahnya kasar penuh emosi dan kekesalan.
"Joo, Tadi kau sudah sempat meminta kartu pengenalnya? Kau sendiri sudah mencatat nomor polisinya." Tanya Damian berusaha mengendalikan emosinya
"Tidak, Tuan. Karena tadi anda meminta Saya untuk melepaskannya. Ya sudah, Saya lepaskan, Tuan. Saya pikir karena Tuan sudah memaafkan jadi tidak perlu ditindak lebih lanjut lagi."
Damian semakin emosi, entah kenapa saat ini ia sangat kesal dengan kebodohan Asistennya. Beberapa kali ia mengusap wajah kasar dan menghela napas panjang. Kekecewaan terbenam di raut wajahnya.
"Tadi kau mengatakan dia seorang sekretaris?"
"Iya, Tuan. Nona itu bekerja di sebuah perusahaan sebagai sekretaris dan mobilnya bukan milik dia melainkan fasilitas perusahaan yang diberikan padanya."
"Sekretaris?? Di sebuah perusahaan? Bukankah dia seorang driver online? Apakah karena nasib baik sedang ada padanya sehingga dia bisa mendapatkan pekerjaan sebagai seorang sekretaris? Di perusahaan mana dia bekerja?" Gumam tanya Damian pada dirinya sendiri
"Bodohnya Joo tidak mengenal sama sekali Diana. Sebelumnya aku pernah menceritakan banyak tentangnya pada Joo, Saat menolongnya saat hujan itu Joo pun ada, tapi tidak ada sedikitpun kah ia dapat mengenali wajah itu. Dasar Asisten tidak tahu diri!" Hardik Damian pada Joo dengan memandanginya sangat sinis dari belakang
"Lama sekali lagi!!" Kesal Damian pada lampu merah yang belum hijau juga
Pada akhirnya, Damian sendiri kehilangan jejak Diana...
__ADS_1