Istriku Seutuhnya

Istriku Seutuhnya
Bab 40 : Menemukan Kalung


__ADS_3

Setelah melewati perjalanan selama kurang lebih satu jam, kini Diana telah tiba di perusahaan yang termasuk dalam kategori elite dan nomor satu di negaranya. Dia datang ke perusahaan itu untuk keperluan investaris.


Setibanya di depan perusahaan dengan gedung yang tinggi. Sekilas Diana menatap perusahaan kenalan atasannya itu, bertepatan dengan sebuah mobil mewah yang baru saja keluar dari base camp.


Diana turun dengan cepat, setelah memarkirkan mobilnya. la lalu mulai melangkah untuk masuk ke dalam lobby. Manik matanya kini dipenuhi decak kagum, saat di hadapannya terpampang sebuah lobby saja dengan desain yang megah dan luas, layaknya istana.



"Megah sekali, Perusahaannya jauh sangat besar dari tempatku bekerja. Pantas saja dinamakan perusahaan nomor satu, baru lobby nya saja sudah seperti ini." Ujar Diana pelan sembari maniknya tidak lepas berdecak kagum


Seorang petugas keamanan yang bekerja di perusahaan itu mulai menghampiri Diana.


"Selamat pagi, Nona. Ingin mecari siapa dan ada keperluan apa? Daritadi sepertinya Nona hanya berdiam diri di sini. Jika ada yang bisa saya bantu, katakan saja." Ujar petugas keamanan ramah


"Eh iya, maaf Pak. Saya adalah Sekretaris yang ditujukan atasan saya untuk menemui CEO perusahaan ini untuk keperluan investaris. Ini kartu nama dan kartu karyawan sebagai bukti bahwa Saya benar bekerja di Perusahaan Sander Center." Ujar Diana menunjukkan kartu namanya


"Oh iya. Dari tadi Tuan Damian sudah menunggu Anda, tapi beliau baru saja pergi. Kebetulan mobilnya baru saja lewat." Imbuh Petugas keamanan


"Ya Tuhan, sepertinya saya sudah membuat kesalahan fatal, ya? Sampai membuat CEO perusahaan ini menunggu lama." Ucap Diana mulai panik dengan kedua tangan yang sedang memegangi kepala, sembari meremas rambutnya frustasi.


Dreet ... Dreeet ...


"Sebentar, Nona. Saya akan menerima telepon terlebih dahulu." Ujar Petugas keamanan menjauh untuk menerima telepon


"Baik, Pak..." Balas Diana


Setelah kurang lebih 5 menit, Petugas itu kembali menghampiri Diana dan mengatakan sesuatu.


"Tuan perusahaan ini baru saja menelepon Saya. Dan kebetulan beliau menanyakan sekretaris yang ditujukan mungkin atasan anda untuk menemui Tuan. Dan beliau mengatakan, jika saat ini ia tengah kembali menuju perusahaan, jadi anda bisa bertemu dan menunggu Tuan hari ini di dalam." Ujar Petugas keamanan

__ADS_1


"Benarkah begitu, Pak? Berarti saya bisa masuk?" Tanya Diana dengan antusias


"Iya Nona, silakan masuk. Kunjungi saja pada bagian resepsionis terlebih dahulu untuk diarahkan lebih lanjut." Titah Petugas


Diana menahan rasa bahagianya di depan petugas keamanan itu, sambil melangkah masuk ke dalam perusahaan menghampiri resepsionis untuk informasi dan arahan lebih lanjut.


...***...


"Silakan, Nona. Anda dapat menunggu Tuan kami datang sebentar lagi di ruangannya. Tidak perlu sungkan, karena Tuan menyarankan anda untuk menunggu di ruangannya saja. Jika ada yang diperlukan beritahu Saya saja." Kata Resepsionis yang mengantar Diana menuju ruangan CEO Goc'ta Company untuk menunggu kedatangannya


"Iya. Terima Kasih sudah repot-repot mengantarkan Saya."


"Tamu adalah Ratu... Sudah kewajiban saya untuk melayani kebutuhan tamu Tuan kami." Ujar resepsionis tersenyum ramah


Setelah membiarkan Diana sendirian di dalam ruangan tersebut, Resepsionis pun kembali turun untuk melanjutkan tugasnya yang lain.


Di dalam ruangan itu, hanya ada Diana seorang. Diana menelisik setiap sudut ruangan CEO yang luas, megah, desain indah, dan furniture-furniture indah mewah itu. Selain ruangan, Diana juga melihat sebuah ruangan berpintu yang sepertinya jika ia telusuri lebih jauh akan ada harta karun dibalik ruangan kerja CEO.


Hingga kini, CEO yang Diana tunggu tak menunjukkan batang hidungnya. Diana masih sibuk berjalan-jalan melihat sekitar ruangan itu.


Pada akhirnya, Diana sampai di meja beserta singgasana kerjanya. Sebuah laptop mahal ada di atasnya, sebuah dokumen yang menumpuk tersusun dengan sangat rapi.


Namun, mata Diana membidik sebuah benda yang menarik perhatiannya. Ia sampai difokuskan pada sebuah benda yang ada di samping laptop. Sebuah benda berwarna silver panjang yang memiliki liontin. Diana sampai mengerutkan dahinya ketika meraih benda yang tidak asing baginya.



"Ini seperti kalung milik ku." Diana menelisik


Dalam waktu yang berjalan sangat lama, Diana akhirnya menyadari akan hal itu.

__ADS_1


"Iya, ini adalah kalung milik ku." Lontar Diana menatap binar kalung yang sedang ada dalam genggamannya


Diana sangat yakin pada kalung itu. Kenapa? Karena dari balik liontin bentuk bulan berwarna biru tersebut, terukir namanya DIANA di sana sangat jelas. Ia juga mendengar bahwa kalung itu adalah barang limited edition, ibunya membelikan khusus untuk Diana saat itu. Jadi, tidak mungkin ada orang di dunia ini yang memiliki kalung serupa seperti Diana.


"Akhirnya aku menemukan kalung ku. Syukurlah ya tuhan, ternyata tidak benar-benar hilang. Aku hampir putus asa akan hal ini." Ujar Diana sangat senang


Saking senangnya Diana langsung mengenakan kembali kalung miliknya di lehernya yang kini sudah melingkar sangat indah.


Diana baru tersadar akan satu hal...


"Tapi tunggu... Tapi kenapa kalung ku bisa ada di sini? Apakah Tuan perusahaan ini yang sudah menemukan dan menyimpannya. Tapi di mana ia bisa menemukan perhiasan yang biasanya sulit di lihat." Ujar Diana bertanya-tanya Kebingungan pada dirinya sendiri


"Apa mungkin kalung ini bukan milik ku? Tapi siapa lagi selain aku yang memiliki kalung seperti ini? Ibuku memberikannya khusus untuk ku dan sudah jelas di sini terukir namaku sendiri. Apa aku bisa berpikir kalung ini adalah pemilik nama Diana yang lain?" Imbuh Diana lagi


Diana memiliki keterbelengguan terhadap kebingungan yang kini memenuhi seluruh isi otaknya.


Langkah kaki dan derap sepatu yang akan menghampiri ruangan CEO sudah terdengar di luar, sedangkan Diana masih setia terhadap lamunannya.


Tap... tap... tap...


Kreattt......


Langkah kaki seseorang yang masuk terhenti di depan pintu, ia melihat seorang wanita yang sudah menunggunya sedang melamun, terlihat dari dirinya yang tidak menyadari kehadiran dan tidak menyambutnya.


Pria itu menatap Diana dengan sorot mata yang tajam. Sementara itu, Diana yang sudah tersadar dari lamunannya dan langsung melihat siapa yang ternyata sudah datang, berubah menjadi syok, beringsut mundur ke belakang seolah tak percaya. la tampak terkejut, karena melihat sosok yang ada dihadapannya saat ini.


Raut wajah Diana yang tadinya dipenuhi gurat kebingungan, langsung mengubah dengan keterkejutan. Sedangkan pria itu kini mulai menerbitkan senyum pada kedua sudut bibirnya.


"KAUU!!"

__ADS_1


Sebuah Kata yang diucap bersamaan...


__ADS_2