
"KAUU!!"
Sebuah Kata yang diucap bersamaan...
Diana tersentak dengan ingatan yang berputar di kepalanya. Pikirannya langsung mengarah dengan sosok Damian, yang baru dikenalnya telah lama dari pertemuan yang tidak disengaja. Pria yang menolongnya saat hujan, dan pernah ia anggap sebagai pencuri yang berkedok dibalik pakaian rapinya.
Kini, Sosok pria itu kembali berada dihadapannya...
Diana baru menyadari jika ia telah menemui Damian sebagai pria CEO yang memimpin perusahaan itu.
Damian berjalan mendekat menghampiri Diana yang terdiam diri di depan sebuah meja sembari memegangi liontin kalungnya.
"Diana, Kau adalah Diana, bukan? Apa aku tidak salah mengenali mu?" Tanya Damian dingin. Padahal rasa senang sudah memburu dirinya.
"Tuan adalah CEO dari Perusahaan Goc'ta?" Tanya Diana mencoba memastikan
"Ya. Ini adalah perusahaan ku. Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Damian berbalik
Sebisa mungkin Diana bersikap biasa saja dihadapan Damian seolah mereka baru saja saling mengenal. Begitupun sebaliknya dengan Damian yang mengontrol diri sekuat mungkin.
"Agh... Saya benar Diana, Tuan. Anda sudah lebih dulu mengenal saya karena kita sudah sempat bertemu sebelumnya. Sepertinya saya tidak perlu memperkenalkan diri lagi. Kedatangan Saya kemari karena saya adalah sekretaris perusahaan sander group yang ditujukan menemui anda untuk investaris." Jelas Diana ramah
Penjelasan Diana membuat Damian mengerutkan dahinya. Ada banyak pertanyaan mengenai pekerjaanya saat ini bersama dengan seseorang yang ia kenal pada Diana, Namun Damian berpikir sepertinya tidak perlu menunjukkannya saat ini. Sedang Damian usahakan dihadapan Diana untuk menyembunyikan kebenaran bahwa atasannya adalah adik tiri Damian dan investaris kali ini bukan sembarangan. Damian di dorong oleh Tuan Brata untuk membantu perusahaan adiknya dengan terpaksa.
Bahkan, Damian sangat menyayangkan Diana bisa bekerja di perusahaan adik tirinya. Jika Diana bisa melakukan tugas ini, kenapa tidak dari dulu Damian merekrut Diana untuk bekerja di perusahaannya.
"Ya. Ternyata itu kalian... Senang bertemu denganmu di pekerjaan yang baru. Mari, silakan duduk..." Titah Damian menyiapkan kursi untuk Diana dan setelahnya ia pun duduk di singgasananya
Mereka duduk saling berhadapan satu sama lain. Jujur, Entah kenapa Diana sangat gugup saat ini. Entah itu karena sebelumnya Diana telah bertemu dan mengenal Damian dengan memfitnahnya yang tidak-tidak dan saat ini membuktikan dihadapannya bahwa Damian bukan orang sembarangan, sehingga bisa menjadi canggung.
"Ini untuk berkas yang sudah saya siapkan untuk anda tanda tangani sebagai persetujuan. Saya mewakili nama perusahaan sangat senang anda sudah bersedia menjadi investaris perusahaan kami." Kata Diana sembari mengeluarkan sebuah dokumen penting dan menyodorkannya pada Damian
Damian sekilas membaca berkas tersebut dan sebenarnya dia tidak perlu akan hal itu. Perusahaan Sander Group adalah perusahaan atas nama keluarganya juga, bukan. Jika bisa seharusnya ia menjadi pemilik perusahaan itu juga. Toh ini bukan kesepakatan antara sesama klien, melainkan keluarga yang menolong perusahaan keluarganya, namun dalam bentuk sebuah pinjaman. Anggap saja bisa seperti itu!
__ADS_1
Tanda tangan berharga Damian sudah tercetak nyata di selembar kertas hitam putih itu. Itu artinya Damian sudah bersedia menjadi investaris hanya sebagai formalitas saja agar Diana tidak heran.
"Bisa ceritakan mengenai perusahaan tempat mu bekerja!" Titah Damian selesai menandatangani
"Tentu saja, Tuan. Perusahaan Sander Group adalah perusahaan yang sudah berdiri lama didirikan dan dipimpin oleh Tuan Brata Sander langsung awalnya, namun beliau sudah pensiun. Saya pikir anda sudah tahu akan hal itu. Dan saat ini beliau memberikan hak kekuasaan pada Tuan Marvin sebagai anaknya yang merupakan atasan saya menjadi CEO perusahaan sekarang. Mungkin anda belum mengenal beliau bahkan beritanya menjadi CEO belum didengar, tapi sudah lama ini beliau menggantikan ayahnya." Jelas Diana secara terperinci
Damian hanya tersenyum kecut. Rasanya ia sudah membuat Diana bodoh, Damian meminta orang lain untuk menceritakan keluarganya sendiri.
"Karena masih terbilang baru memimpin. Tuan Marvin sangat membutuhkan seorang investaris." Imbuh Diana
"Keputusan atasan mu untuk mengembangkan sebuah perusahaan yang kini sudah menjadi tanggung jawabnya itu sudah sangat bagus. Tidak ada sebuah perusahaan yang mampu berdiri sendiri tanpa bantuan perusahaan yang lain, bukan?!" Respon Damian demikian
"Benar, Tuan. Terima kasih atas dukungan anda." Ucap Diana sedikit membungkukkan kepalanya untuk memberi rasa hormat, segan, dan terima kasih
"Baiklah, Pinjaman itu sudah sampai pada kalian. Saya harap perusahaan itu mampu berdiri di bawah kepemimpinan atasan yang baru." Ujar Damian yang seolah mengolok Marvin bahwa ia tidak akan mampu menjadi CEO yang baik. Hal itu tidak dapat dipahami Diana, ia hanya berpikir bahwa Damian mendoakan yang terbaik untuk perusahaan tempatnya bekerja.
"Terima Kasih, Tuan. Mewakili semua atas nama perusahaan sander group, kami sangat berhutang uang dan budi pada anda. Kami harap perusahaan kami pun dapat mengudara seperti perusahaan yang anda miliki. Anda ternyata pemimpin yang terbaik di negara ini." Kata Diana memberikan kesan dan pujian khususnya pada Damian
Keperluan bahasan yang penting pun telah usai karena kedua belah pihak telah setuju. Kini, Damian melontarkan sebuah pertanyaan santai pada Diana.
"Dari tadi aku salah fokus melihat kalung yang kau miliki. Aku juga memiliki kalung yang serupa seperti mu, tapi di mana aku menyimpannya, ya." Kata Damian mulai mencari di laci
"Tuan mencari kalung seperti yang saya pakai?" Tegun Diana bertanya
"Iya. Biasanya aku selalu membawanya kemana-mana dan aku ingat tadi pagi di simpan di atas meja. Apakah mungkin ada yang mengambilnya saat aku pergi tadi? Padahal kalung itu masih menjadi misteri siapa pemiliknya." Bingung Damian jadinya
Deg...
Jantung Diana seketika berdetak kencang. Tanpa ia sadari, Diana sudah mendengar pengakuan dari orang yang sudah menemukan kalungnya. Tapi bagaimana bisa??
"Tuan tidak kehilangan kalung itu... Dan tidak ada satupun orang yang masuk ke ruangan Tuan, lalu mengambil kalung ini. Selepas kepergian Tuan sebentar, Saya yang selalu berada di sini hingga Tuan datang." Kata Diana bermunculan keringat
"Lalu, Di mana keberadaan kalung itu? Apa kau melihatnya di atas meja tadi?" Lontar Damian bertanya
__ADS_1
"Kalung itu sudah melingkar di leher pemiliknya. Iya Tuan, kalung ini adalah milik Saya. Saya kehilangan dan mencari kalung ini sudah lama. Begitu Saya melihat kalung ini, saya langsung mengenalinya, dan benar saja kalung ini milik saya." Ujar Diana menjelaskan
Deg...
Damian sangat terkejut. Kepalanya sekilas jika diperhatikan baik-baik menggeleng-geleng tak percaya.
"Dari mana kau bisa yakin jika kalung itu adalah milik mu?" Tanya Damian bergetar dan mulutnya terasa kelu
"Jika anda perhatikan baik-baik, di liontin yang terdapat bulan berwarna biru ini terukir nama saya dan tidak banyak orang tahu mengenai hal ini karena memang tersembunyi, Hanya saya yang dapat melihat nama di kalung ini. Kalung ini adalah peninggalan dari ibu saya yang sudah lama meninggal. Kalung ini khusus dibuatkan untuk saya dan tidak ada satupun orang lain yang memiliki kalung serupa di dunia ini. Ini kalung terbatas hanya satu di dunia saat ibu saya membelikannya untuk saya." Jelas Diana membuat Damian semakin bertahan pada ketidakpercayaannya
"Mustahil. Itu adalah kalung yang memiliki nilai jual dan beli tinggi. Aku tahu kalung itu sangat mahal dan bukan sembarangan. Kau adalah gadis miskin yang awalnya berkecimpung menjadi driver online dan sekarang menjadi sekretaris. Bagaimana mungkin ibumu dapat memberikan benda mahal itu untuk mu. Kau pasti hanya pencuri yang tertarik untuk mengaku-ngaku, bukan?" Hardik Damian sampai membentak Diana karena ia tidak begitu percaya
"Untuk apa saya berbohong sampai anda bisa menghina saya, Tuan. Awalnya saya hidup di sebuah kerajaan yang memiliki seorang putri tunggal. Saat ibu saya masih hidup, saya diperlakukan layaknya putri raja dan kami mampu membeli barang mahal apapun, saya juga memiliki gaun yang mahal dihari ulang tahun. Namun, hanya karena ibu telah meninggal saat saya berusia 15 tahun dan ayah saya menikah lagi, lalu menguras harta ibu saya, saya ditelantarkan menjadi seperti ini hanya karena ibu tiri." Gertak Diana menceritakan tentang perjalanan keluarganya
Mendengar penjelasan dan melihat wanita sebaik Diana, Damian berpikir bahwa Diana tidak mungkin berbohong setelah mendapatkan banyak penderitaan hanya untuk melihat orang lain ikut menderita juga.
Damian hanya bisa percaya dan menerima kalung itu adalah milik Diana. Namun, masih ada satu pernyataan yang membuatnya semakin mengelak untuk percaya...
"Jangan kau katakan jika kau adalah wanita yang ada bersama Marvin di hotel ku." Lontar Damian dengan mata yang sudah memerah
"Maksud, Tuan? Apa hubungan Tuan dengan Tuan Marvin, Kenapa Tuan bisa mengetahui masalah ku dengannya, Apa Tuan adalah temannya dan Tuan Marvin pernah bercerita tentang ku padamu sehingga anda dapat mengetahui namanya juga...?? Kenapa tidak memberitahu di awal jika anda mengenal klien anda sendiri..."
"Ini tidak mungkin. Jangan katakan kau adalah wanita yang sudah..." Ucapan Damian terhenti karena ia tidak sanggup mengucapkan apa yang ada dalam benaknya
Yakni, Diana menjadi wanita pem*uas Marvin...
Hanya karena kalung itu yang ternyata milik Diana, ia temukan di kamar hotel pribadi milik Damian yang selalu dipakai sembarangan oleh Marvin tanpa sepengetahuannya...
...----------------...
Glosarium
Investaris adalah Pinjaman dana pada jumlah tertentu yang akan dibayar kembali dalam pembayaran bulanan, selama jangka waktu pembayaran tetap, atau sekaligus setelah penjualan inventaris. Perusahaan bertanggung jawab untuk membayar kembali dana pinjaman secara penuh.
__ADS_1