JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
YASINTA IJIN KELUAR


__ADS_3

Hari minggu di pagi hari, Yasinta sudah bersiap pergi menghadiri acara reunian Sekolah Menengah Pertama lulusan angkatannya. Sebelum ada rencana hendak pergi, Yasinta sudah menyiapkan dua jenis masakan di meja makan diantaranya adalah sayur sup dan semur ayam.


Pradana dan Mandala masih berada di dalam kamarnya. Mungkin saja karena hari minggu jadi, Pradana sengaja bangun siang dan masih bermalas-malasan di dalam kamarnya. Apalagi sekarang sudah ada Mandala yang selalu memberikan kenyamanan dan ketenangan nya.


Yasinta akhirnya mengirimkan chat ke nomer Pradana bahwa dirinya ijin pergi untuk menghadiri acara reunian alumni SMP itu.


" Belum dibaca oleh mas Pradana. Mungkin masih tidur. Ya sudahlah!" pikir Yasinta lalu mulai melangkah menuju ke garasi mobilnya.


" Aku naik motor atau mobil yah?" pikir Yasinta masih bingung yang pada akhirnya Yasinta mengambil kunci mobil kuningnya yang sudah sekian lama tidak dikendarai nya. Selama ini Yasinta selalu banyak di rumah dan keluar rumah ketika pagi hari untuk belanja ke pasar saja. Itupun mengendarai motor matic nya.


" Untuk saja mobil mas Pradana diparkir di samping. Dengan begini aku jadi lebih mudah memundurkan mobilku ini." kata Yasinta sambil tersenyum.


Setelah memanasi mobilnya sebentar, akhirnya Yasinta mulai memundurkan mobilnya sampai keluar pagar rumahnya. Penjaga rumah itu memang tidak perlu disuruh lagi jika suara mobil sudah dinyalakan berarti majikannya akan mengeluarkan mobilnya dan akan pergi.


Yasinta tersenyum kepada penjaga rumahnya itu dan mengucapkan terimakasih. Setelahnya Yasinta mulai berlalu menjalankan mobilnya setelah permisi kepada penjaga rumahnya itu.


*******

__ADS_1


Yasinta sudah tiba di lokasi acara reunian tersebut. Ternyata di sana sudah mulai ramai orang yang berdatangan. Mobil- mobil yang berjejer rapi ada diparkiran hampir saja penuh. Yasinta berpikir, dirinya masih terlalu awal datang ke tempat itu. Namun ternyata di sana sudah padat orang yang duduk rapi di gedung yang cukup luas dan elegan itu.


Yasinta berjalan masuk ke dalam gedung. Sementara Yasinta masih belum mengenal seseorang yang benar-benar ia kenal dekat. Yasinta seperti asing di tempat itu karena belum menemukan teman lama yang dianggap lebih dekat. Memang selama bergabung di grup WA alumni SMP nya itu, Yasinta terbilang tidak aktif berkomentar dan hanya sering menyimak saja. Namun Yasinta masih mengingat nama- nama dan wajah- wajah yang sering muncul dan berkomentar di grup WA tersebut.


Yasinta memilih duduk di pojok paling belakang supaya dirinya bisa lebih nyaman.


" Aku kok seperti orang asing di sini sih? Apakah tidak satupun mereka mengenalku? Atau memang aku tidak mau mengenalkan diriku pada mereka? Atau mungkin akun tidak mau mengenal lagi dengan mereka?" pikir Yasinta.


Yasinta hanya memandangi kawan- kawannya yang saling beramah tamah setelah sekian lama tidak berjumpa karena sudah fokus dengan kehidupan masing-masing. Mereka seperti membentuk kelompok dalam berbincang sambil menunggu acara reunian dimulai. Suara tawa canda mulai ramai terdengar. Mereka seolah kembali ke masa sekolah dulu. Sambil mengingat kejadian ketika masih duduk di bangku sekolah.


Tiba-tiba Yasinta dikagetkan dengan seseorang.


Yasinta masih kebingungan. Yasinta masih berusaha mengingat siapa orang yang menyapanya. Namun sudah dipelototi nya wajah seseorang itu, Yasinta masih belum juga bisa mengingat nya.


" Wah parah! Kamu lupa sama aku?" tanya seseorang itu dengan sedikit kecewa.


" Maaf! Saya benar-benar lupa, mas!" sahut Yasinta sambil berusaha mengingat wajah seseorang yang saat ini duduk di dekatnya.

__ADS_1


" Aku Naufal!" kata seseorang itu sambil tersenyum dan tidak lupa mengulurkan tangannya ke Yasinta.


Yasinta menyambut uluran tangan Naufal itu dan masih melihat wajah Naufal. Yasinta masih berusaha mengikuti siapa Naufal itu.


" Parah sekali ingatan kamu, Yasinta! Aku semakin yakin kalau dulu memang aku bertepuk sebelah tangan ketika menyukai kamu." kata Naufal yang membuat dahi Yasinta mengerut.


" Ehh?? Naufal yang...." sahut Yasinta akhirnya mengingat nya.


" Nah... nah ingat atau memang pura-pura ingat?" ucap Naufal lagi.


" Ingat! Maaf tadi masih belum mengingat." kata Yasinta akhirnya sedikit lega. Paling tidak saat ini dia sudah ada kawan yang mengenalinya ditempat itu.


" Kamu sedari tadi duduk disini sendirian. Apakah kamu tidak berusaha bergabung dengan yang lain. Walaupun sekedar basa- basi." kata Naufal.


" Sungguh aku masih sangat hati- hati, mas! Aku masih berusaha mengingat wajah- wajah mereka. Kamu kan tahu, aku tidak pernah ikut nimbrung di grup WA lalu ketemuan ramai-ramai di restoran atau warung angkringan." kata Yasinta.


" Iya aku tahu! Kamu selalu sembunyi sih. Padahal aku diam- diam memperhatikan kamu ketika kamu online atau tidak. Apakah suami kamu membatasi kamu ketika acara kumpul- kumpul dengan kawan atau sahabat kamu?" tanya Naufal.

__ADS_1


" Tidak! Cuma aku saja yang membuat batasan itu sendiri." sahut Yasinta.


" Itu lebih bagus dan memang seperti itulah wanita yang berkelas itu." ucap Naufal sambil tersenyum.


__ADS_2