JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
MANDALA LAHIRAN


__ADS_3

Yasinta tertidur di atas kasur kamar spesial khusus ditempati Naufal pemilik hotel dan resort itu. Naufal melihat Yasinta sudah tidur sangat pulas. Naufal mulai berpikir, apakah wanita yang saat ini tertidur dengan sangat nyenyak nya itu tidak ada kekhawatiran sedikitpun kepada nya. Apakah Yasinta benar-benar mempercayai Naufal hingga tingkat kewaspadaan nya sedikitpun tidak ada. Apakah tidak takut kalau digerayangi atau di nakal li oleh Naufal? Naufal kan laki-laki normal juga dan bisa kapan pun bisa on secara tiba-tiba jika melihat pemandangan indah di dekat nya.


" Kamu ini bahkan tidurpun masih mengerutkan dahi kamu. Apakah sangat berat beban hidup kamu? Aku menjadi penasaran dengan laki-laki yang dijodohkan dengan kamu. Dia sungguh-sungguh rugi mensia-siakan kamu." ucap Naufal sambil mengusap lembut rambut Yasinta.


" Kamu ini selalu datang kepadaku dan seenaknya saja minta disini. Apakah kamu tidak takut padaku? Jika aku menjadi nakal pada kamu. Kamu terlalu naif. Padahal aku juga bisa nakal sewaktu- waktu." kata Naufal sambil tersenyum melihat Yasinta tidur dengan mulut yang mulai terbuka.


" Kamu ini lucu kalau tidur begitu. Aku foto dulu ah, nanti buat bahan ledekan kalau kamu sudah bangun. Hehehe." ucap Naufal sambil mengambil ponsel nya dan akhirnya dua jepretan pose Yasinta tidur dengan mulut menganga berhasil dia abadikan.


Naufal cekikikan sendiri lalu mulai bobok di samping Yasinta. Memang kasur itu sangat luas dan lebar. Naufal memilih tidur di kasur itu paling ujung.


" Untung saja ini anak tidak suka mendominasi kalau tidur. Walaupun kasurnya luas seperti ini. Dia memposisikan tubuhnya dipinggir kasur juga." kata Naufal akhirnya memeluk guling di ujung kasur bersebelahan dengan Yasinta.


Akhirnya Naufal ikut tidur dan terlelap dalam mimpinya. Keduanya sama-sama terlelap di satu kasur dalam kamar itu. Hingga suara bunyi ponsel Yasinta mulai mengagetkan keduanya. Mereka sama-sama membuka mata.


Betapa sangat terkejut keduanya. Naufal dan Yasinta sama-sama terperanjat karena posisi mereka yang tidak mereka duga ketika mereka membuka mata.

__ADS_1


Yasinta memeluk Naufal. Demikian juga Naufal juga memeluk Yasinta seperti layaknya sebuah guling.


" Eh, kamu?" teriak Yasinta.


" Apaan sih?" Naufal pura-pura tidak tahu akan posisi itu. Naufal malah membelakangi Yasinta dan kembali tidur memeluk guling nya.


" Kamu ini loh! Kamu pasti ngapa- ngapain aku pas tidur kan?" tuduh Yasinta masih cuek dengan bunyi ponsel nya yang sudah memberontak ingin diangkat.


Naufal masih cuek dan tidak mau mendengar ocehan dari Yasinta. Yasinta dengan malas menerima panggilan suara masuk itu.


" Kamu dimana? Mandala mau lahiran nih. Kamu bantu jagain dia dulu yah!" kata laki-laki diseberang sana yang tidak lain adalah Pradana.


" Baik! Di rumah sakit mana?" tanya Yasinta. Naufal yang mendengar menjadi kepo. Lalu ikut duduk.


" Di rumah sakit Xx." jawab Pradana.

__ADS_1


" Baik! Sebentar lagi aku ke sana!" kata Yasinta akhirnya.


" Siapa?" tanya Naufal setelah panggilan suara masuk itu terputus.


" Dari suami aku. Istrinya melahirkan." jawab Yasinta.


" Kamu mau aku antar atau gimana?" tanya Naufal.


" Tidak usah! Nanti suami aku berpikir, kalau dua hari aku tidak pulang ini karena aku sudah selingkuh dengan kamu." sahut Yasinta. Naufal langsung menarik hidung Yasinta.


" Baiklah! Sudah mandi sana!" suruh Naufal.


" Mandi pun juga tidak dicium suami aku." sahut Yasinta.


" Ya sudah! Nanti habis mandi biar aku yang cium kamu. Bagaimana?" goda Naufal.

__ADS_1


" Ogah! Kamu bau jigong!" sahut Yasinta sambil berjalan menuju kamar mandi di kamar itu.


__ADS_2