JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
PEMBUKTIAN


__ADS_3

" Aku perlu pembuktian dari ucapan kamu itu, Naufal!" sahut Yasinta.


" Kamu ingin aku menyatakan cinta di tengah-tengah kerumunan orang itu. Lalu aku membawa beribu- ribu bunga? Serta membawakan cincin berlian dan mengucapkan ' Yasinta, sayang aku mencintai kamu. Menikahlah dengan aku'. Iya??" ucap Naufal sambil terkekeh. Yasinta yang mendengarnya menjadi tertawa terbahak- bahak.


" Kok aku menjadi geli yah, hanya membayangkan kamu melakukan itu saja, aku tidak akan terharu. Mungkin aku akan tertawa keras. Kamu akan terlihat lucu dan sangat bodoh sekali jika melakukan itu, Naufal." kata Yasinta sambil tertawa keras.


" Tapi cinta memang konyol, Yasinta! Mungkin suatu hari aku bisa nekat melakukan itu untuk kamu, Yasinta!" sahut Naufal dengan mata yang tajam menatap Yasinta.


" Jangan melakukan hal konyol seperti itu, Naufal!" ucap Yasinta sambil melihat manik mata Naufal.


" Hahaha. Sudahlah kamu harus makan, Yasinta! Lihat makanan kamu sudah dingin!" kata Naufal sambil menyuapi makanan ke mulut Yasinta. Yasinta membuka mulutnya menurut perintah Naufal.


" Jadi wanita ku yang penurut, yah sayang!" kata Naufal sambil tersenyum.


*******


" Cukup Naufal! Aku sudah kenyang!" kata Yasinta dengan mata memohon. Namun Naufal tetap menyuapi ke mulut Yasinta.


" Naufal!" rengek Yasinta supaya Naufal berhenti menyuapi dirinya.

__ADS_1


" Baiklah!" ucap Naufal.


" Sebentar Naufal! Mereka sudah mulai membawa jenazah Mandala ke rumah!" kata Yasinta sambil membuka layar di ponsel nya.


" Siapa yang memberikan kabar?" tanya Naufal penuh selidik.


" Pradana!" jawab Yasinta singkat.


" Laki-laki itu sudah mulai memikirkan kamu kah? Ini tidak bisa dibiarkan! Aku sudah mulai cemburu, Yasinta!" sahut Naufal serius. Yasinta yang melihat ekspresi Naufal yang serius malah cekikikan.


" Kamu ini, tidak lucu ah!" kata Yasinta sambil terkekeh-kekeh.


" Naufal! Ayo kita ke rumah." ajak Yasinta sambil berdiri dari duduknya.


" Ke rumahku, eh maksudnya ke rumah Pradana. Di rumah pasti sudah mulai sibuk mempersiapkan pemakaman besok hari. Aku tidak ingin dianggap istri yang tidak perduli akan kedukaan suami aku. Madu aku meninggal dunia, nanti orang berpikir aku bahagia atau senang di atas kedukaan keluarga nya." kata Yasinta serius kepada Naufal.


" Menurut kamu, kamu senang tidak, madu kamu meninggal dunia?" tanya Naufal membuat Yasinta terkejut dan membulat matanya.


" Kamu ini bicara apa sih? Tentu saja aku ikut sedih, Naufal! Walaupun aku sering cemburu dan iri akan keberuntungan Mandala yang dicintai oleh suami aku, tetapi aku benar-benar merasakan kehilangan. Mandala, wanita yang baik. Dia juga sangat sopan kepada aku. Dia itu wanita lembut dan tidak macam- macam. Aku saja yang tidak beruntung dijodohkan pada laki-laki yang tidak menghendaki pernikahan ini. Itu saja! Aku tidak merasakan sakit hati terlalu besar, karena sebelumnya memang aku dan Pradana tidak saling mencintai. Hanya saja, aku merasakan sedih, kenapa aku mengalami nasib seperti ini? Ingin lepas dengan suami aku Pradana, tapi tidak punya kekuatan untuk berpisah." cerita Yasinta.

__ADS_1


" Setelah ini aku akan membantu kamu. Aku akan meyakinkan diri kamu, kalau kamu ingin bercerai dengan suami kamu dan mau menikah dengan aku. Karena kamu mendapatkan kenyamanan dari aku. Dan aku juga demikian, merasa nyaman dengan kamu. Jadi cocok bukan?" kata Naufal akhirnya.


" Lihat nanti saja, Naufal! Aku juga tidak tahu keputusan yang akan aku ambil nanti." sahut Yasinta.


" Eh?? Kamu tidak boleh plin-plan, Yasinta. Sedikit saja kamu memiliki rasa sayang dan perhatian kepada ku, itu sudah lebih daripada cukup! Lambat laun, kamu akan benar-benar menyukai dan mencintai aku." desak Naufal.


" Ah sudahlah, Naufal! Aku pusing! Ayo kita pulang dulu! Nanti antar sampai rumah saja dan kamu tidak perlu masuk ke rumah ya!" ucap Yasinta dengan mata memohon.


" Baiklah, aku memahami itu!" sahut Naufal akhirnya.


" Kamu tidak marah, kan?" tanya Yasinta.


" Tidak! Cuma aku khawatir dengan kamu!" jawab Naufal.


" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Naufal! Di rumah lagi dalam suasana berduka. Jadi, kamu tidak perlu nongol dulu ke rumah aku. Oke! Lagi pula kamu lihat sendiri bukan? Pandangan mertuaku terhadap kamu ketika di rumah sakit. Dan mertuaku juga mulai berpikir tidak- tidak akan hubungan kita ini. Sudah bisa dipastikan kalau mertuaku menilai aku sudah selingkuh dengan kamu." kata Yasinta.


" Memang kenyataan nya benar kan?" sahut Naufal yang membuat mata Yasinta melotot.


" Naufal!!" ucap Yasinta seperti memohon kepada Naufal supaya tidak aneh- aneh. Naufal tersenyum saja melihat Yasinta merengek.

__ADS_1


" Iya.. iya aku gak ke rumah suami kamu! Tapi kamu yang harus menjumpai aku. Oke!" kata Naufal.


" Tidak janji!" sahut Yasinta seketika hidungnya ditarik oleh Naufal karena gemas.


__ADS_2