JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
BEREBUT


__ADS_3

" Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Naufal! Di rumah lagi dalam suasana berduka. Jadi, kamu tidak perlu nongol dulu ke rumah aku. Oke! Lagi pula kamu lihat sendiri bukan? Pandangan mertuaku terhadap kamu ketika di rumah sakit. Dan mertuaku juga mulai berpikir tidak- tidak akan hubungan kita ini. Sudah bisa dipastikan kalau mertuaku menilai aku sudah selingkuh dengan kamu." kata Yasinta.


" Memang kenyataan nya benar kan?" sahut Naufal yang membuat mata Yasinta melotot.


" Naufal!!" ucap Yasinta seperti memohon kepada Naufal supaya tidak aneh- aneh. Naufal tersenyum saja melihat Yasinta merengek.


" Iya.. iya aku gak ke rumah suami kamu! Tapi kamu yang harus menjumpai aku. Oke!" kata Naufal.


" Tidak janji!" sahut Yasinta seketika hidungnya ditarik oleh Naufal karena gemas.


*******


Di rumah Pradana.


Setelah acara pemakaman itu, Pradana masih mengurung diri di dalam kamarnya. Bayi mungil anak Mandala saat ini sedang dalam gendongan Yasinta. Yasinta begitu tulus dan kasih sayang menggendong anak dari madunya itu.

__ADS_1


" Kamu sangat cantik, nak! Kamu jangan khawatir, sayang! Aku akan merawat dan membesarkan kamu. Aku juga ibu kamu. Panggil aku, mama!" kata Yasinta pelan sambil mengusap pipi bayi mungil itu yang masih halus.


" Eh? Papa kamu sampai lupa memberikan nama untuk kamu. Papa kamu lagi bersedih karena mama kamu meninggal dunia. Jadi anak yang baik yah, sayang! Kelak kamulah yanga akan mendoakan mama kamu." ucap Yasinta lirih.


"Biar ibu yang mengendong, nak!" kata bunda Mandala yang tiba-tiba datang menghampiri Yasinta.


" Eh ibu!" sahut Yasinta sambil menyerahkan bayi mungil yang berjenis kelamin perempuan itu.


" Cantik sekali kamu nak! Nenek akan merawat dan membesarkan kamu, sayang!" ucap Ibu Mandala itu sambil meneteskan air matanya. Betapa hatinya masih pedih ketika kehilangan putrinya yang meninggal dunia.


" Ibu akan membawa adik bayi itu?" tanya Yasinta pelan. Yasinta sangat keberatan sekali jika anak Mandala itu akan dibawa oleh neneknya. Namun apa hak Yasinta jika dirinya melarangnya.


" Iya nak Sinta! Kami sudah kehilangan Mandala putri kami. Kami ingin dengan hadir nya anak Mandala ini bisa mengobati rasa kehilangan kami terhadap Mandala. Kami ingin merawat bayi Mandala ini hingga besar." kata ibu Mandala.


" Tidak boleh! Itu adalah anak aku! Ibu tidak boleh membawa anakku, putri aku. Dia adalah darah daging aku. Akulah yang berhak merawat, mengasuh dan membesarkan nya." sahut Pradana yang tiba-tiba keluar dari kamarnya dan mendengarkan pembicaraan kami yang ada di ruangan tengah.

__ADS_1


Yasinta melongo atas keras hatinya Pradana. Namun kesedihan dan kehilangan Mandala itulah yang membuat Pradana semakin kacau.


" Mas!" panggil Yasinta.


" Itu adalah putri aku, ibu!" kata Pradana sambil merebut bayi mungil itu dari gendongan ibu Mandala. Ibu Mandala semakin terisak dalam tangis nya. Beberapa mata yang melihat seperti papa, mama Pradana seketika mendekati mereka.


" Pradana! Kamu jangan kasar seperti itu! Lihat putri kamu sampai menangis seperti ini." kata mama Pradana sambil mengambil alih bayi yang digendong oleh Pradana. Bayi mungil itu menangis menjerit.


" Dia haus ma!" kata Yasinta sambil memberikan botol kecil yang berisi susu formula itu.


" Kasihan sekali kamu, sayang! Kamu sekecil ini tidak merasakan air susu ibu kamu." ucap pelan mama Pradana sambil bergetar suaranya.


" Mama!" ucap pelan Yasinta.


Suasana rumah itu masih dalam kedukaan dan kehilangan. Apalagi ketika melihat bayi mungil yang menangis sudah tidak memiliki ibu itu. Betapa hati serasa miris melihat nya. Mereka menjadi berebut untuk merawat dan memberikan kasih sayangnya. Apalagi ibu dari Mandala sangat terpukul dengan meninggalnya Mandala. Orang tua akan merasakan tersayat jika melihat anaknya lebih dahulu meninggal dunia apalagi di masa yang masih terbilang sangat muda. Namun siapa yang mengetahui dengan pasti akan ajal manusia kecuali Sang Maha Kuasa. Jodoh, rezki dan maut sudah ada dalam ketentuannya.

__ADS_1


Manusia hanya menjalani nya takdir yang sudah ditetapkannya.


__ADS_2