JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
DI TEMPAT KERJA


__ADS_3

" Sebenarnya aku enggan ke kantor. Tapi, Kamu ikutlah aku bersama aku ke kantor, yah!" ucap Pradana yang membuat Yasinta mengernyit kan dahinya.


" Maaf, selama ini aku belum pernah mengajak kamu dan mengenalkan kamu pada karyawan ku. Ikutlah bersama aku dan temani aku bekerja hari ini. Oke." ucap Pradana memohon. Pradana tanpa berpikir panjang menuntun Yasinta ke kamar mandi bersama dirinya. Namun Yasinta seolah ragu- ragu jika masuk bersama Pradana di kamar mandi. Pradana tersenyum nakal.


" Jangan khawatir! Ini benar-benar hanya mandi, Yasinta." ucap Pradana seolah mengetahui isi pikiran Yasinta.


*******


Hari itu Pradana mengajak Yasinta ketempat kerja nya. Di ruang kerjanya Yasinta duduk menunggu di kursi sofa. Diam-diam Pradana menyuruh orang nya untuk membelikan banyak makanan ringan dan minuman. Pradana tidak ingin, Yasinta merasa bosan dan jenuh di ruang kerjanya itu. Di atas meja itu sudah banyak makanan ringan dan minuman kemasan di sana. Yasinta mulai membuka dan ngemil makanan itu. Seperti anak kecil yang lagi menikmati jajanan nya.


Yasinta sesekali mencuri pandang ke arah Pradana yang sedang fokus dengan kerjanya. Laki-laki itu terlihat berbeda jika sudah serius dalam bekerja. Wajahnya semakin berkharisma. Ini membuat Yasinta tidak sadar tersenyum sendiri melihat ketampanan laki-laki yang sudah hampir satu tahun itu menjadi suaminya karena perjodohan. Namun baru tadi malam dirinya merasakan Yasinta sudah semakin dekat dengan laki-laki itu karena pria itu seperti sudah menerimanya sebagai istri nya. Itu terbukti karena segel itu sudah dibukanya.


Yasinta mengambil ponselnya dan membuka layarnya. Banyak chat masuk dari Naufal. Yasinta mulai membacanya satu persatu.


" Mas, apakah aku boleh keluar sebentar?" tanya Yasinta yang sudah berjalan mendekat ke arah Pradana.

__ADS_1


" Kemana?" tanya Pradana. Yasinta masih bingung untuk menjawab nya. Dia tidak mungkin bilang kalau ingin menjumpai Naufal.


" Ketempat kawan sebentar." jawab Yasinta.


" laki-laki atau perempuan?" tanya Naufal ingin memastikan. Yasinta kebingungan.


" Perempuan!" jawab Yasinta bohong.


" Nanti saja tunggu aku, sepulang kerja! Oke! Duduklah di sana dulu atau kamu ke ruang istirahat itu. Kamu bisa tidur di kamar aku." tunjuk Pradana. Yasinta tidak leluasa bertindak. Kini dirinya akhirnya menuju kamar untuk istirahat di sana.


" Bagaimana aku menjelaskan dengan Naufal? Kalau Pradana tidak mungkin melepaskan aku. Perceraian itu tidak akan terjadi, Pradana sudah mengikat aku dengan kejadian tadi malam. Aku sudah benar-benar menjadi istrinya Pradana, lahir batin dan tidak sekedar surat nikah saja." pikir Yasinta.


" Ah, Naufal kan hanya kasihan dengan aku saja kala itu. Tidak benar-benar mencintai aku. Naufal karena kasihan dengan aku karena aku seperti tidak diperlakukan selayaknya seperti istri oleh Pradana. Namun ini? Sekarang cerita nya sudah lain setelah tadi malam. Dan aku tidak bisa lepas juga dari Mas Pradana. Aku sudah mulai menyukai mas Pradana juga." kata Yasinta sambil memandangi foto dirinya dengan Pradana ketika selfi di dalam mobilnya.


" Mas Pradana sangat lembut melakukan nya padaku. Aku seperti terhipnotis dan menjadi menikmati nya. Bukan aku bodoh, namun aku juga masih istrinya. Aku pasti salah jika aku menolak permintaan nya itu." pikir Yasinta kembali.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan menjelaskan semuanya nanti kalau ketemu dengan naufal. Aku tidak ingin Naufal menjadi berharap dengan aku." gumam Yasinta.


" Yasinta!" panggil Naufal sambil membuka pintu kamar istirahat yang masih satu ruangan dengan ruang kerjanya.


" Iya, mas!" sahut Yasinta lalu bergegas duduk namun masih di atas kasur itu. Pradana malah mendekati Yasinta. Yasinta kembali merasakan jantung nya ingin lepas. Badannya sudah mulai panas. Pradana benar-benar kembali mencium Yasinta lalu merebahkan Yasinta di peraduan itu. Pradana mulai mengulangi kegiatan seperti semalam. Yasinta kembali tidak mampu menolaknya. Tubuhnya benar-benar sudah ketagihan dan meminta lebih. Gejolak nya sudah tidak bisa terbendung. Entah Yasinta sudah ikhlas menyerah kan jiwa raga nya kepada Pradana atau dirinya memang menyukai Pradana. Yasinta tidak tahu dan memahami perasaan nya. Namun yang pasti dirinya benar-benar butuh ini lebih dari sekedar ciuman. Karena memang laki-laki yang saat ini sudah mendominasi dirinya itu adalah suaminya. Bukan siapa-siapa seperti Naufal yang ketika bersama Naufal, dirinya masih tetap menjaga kehormatan nya.


Pradana mulai menuntun Yasinta terbang ke angkasa. Menjelajahi awan - awan yang menggumpal. Membawanya larut dalam kenikmatan surga dunia yang tidak bisa sekedar diungkapkan dengan kata-kata namun dirasakan dan direalisasikan dalam tindakan. Bergumul di atas kasur itu, Pradana menikmati setiap jengkal bagian-bagian lekuk milik Yasinta yang indah. Ini akan membuat Pradana semakin kecanduan dan tidak akan bisa lepas. Meraka adalah wanita dan laki-laki dewasa yang sudah halal. Namun baru mulai lekat setelah satu malam itu.


Setelah ini pradana sudah bertekad. Tidak akan mensia-siakan wanita yang saat ini telah dicumbui nya dengan penuh kelembutan dan sangat hati- hati.


" Mas!" panggil Yasinta pelan. Pradana tersenyum simpul. Sungguh manis sekali.


" Seperti inikah senyum mas Pradana?" pikir Yasinta.


Dirinya kali ini seperti sudah beruntung dengan laki-laki ini yang sudah menjadi suaminya itu. Walaupun terlambat, namun sekarang dirinya sudah merasa sangat bahagia mendapatkannya.

__ADS_1


__ADS_2