
Pradana meraih rahang milik Yasinta, mendongakkan ke atas. Kini Pradana mendekati bibir Yasinta sampai Yasinta tetap menahan nafasnya. Yasinta memejamkan matanya pasrah akan tindakan dari suaminya itu. Namun diluar dugaan Pradana mendorong wajah Yasinta itu. Yasinta berpikir kalau dirinya hendak dicium oleh Pradana. Namun pikirannya sangat salah sekali.
" Maaf! Aku belum bisa melakukan ini terhadap kamu. Walaupun kamu adalah istri sah aku. Namun aku tipe laki-laki yang tidak suka bergonta-ganti pasangan. Aku hanya melakukan hubungan intim itu hanya karena dasar mencintai dan menyayangi. Jadi maafkan aku. Aku belum bisa melakukan ini terhadap kamu." kata Pradana jujur.
Yasinta sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Pradana. Memang hati kecil Yasinta memberikan beberapa kali jempol nya, di dunia ini mana ada laki-laki yang tidak serakah soal wanita. Pradana sangat berbeda. Pradana hanya melakukan itu hanya dengan wanita yang ia sayangi. Dan Yasinta? Yasinta belum ada di hati Pradana.
" Terus? Aku disini kamu anggap apa?" tanya Yasinta pelan.
" Maaf! Aku belum bisa mencintai kamu Yasinta. Maaf!?" ucap Pradana pelan.
Yasinta menangis tersedu- sedu. Hatinya hancur. Selama ini tidak adakah sedikit rasa itu ke dirinya. Menyentuh pun tidak pernah Pradana lakukan terhadapnya.
Yasinta berlari meninggalkan Pradana menuju kamarnya. Pradana hanya menatap Yasinta yang masuk ke kamar nya dengan tatapan sedih juga iba. Namun cinta nya tidak bisa dipaksakan. Dia hanya mencintai Mandala untuk saat ini.
__ADS_1
Pradana masuk kembali ke dalam kamarnya, menyelesaikan yang belum. ia tuntaskan bersama Mandala. Mandala sudah siap dengan pose yang menantang walaupun perut nya sudah terlihat membuncit karena bayi yang dikandungnya sudah berusia tujuh bulan.
" Apakah kamu tidak ada keinginan bercinta dengan mbak Yasinta, mas?" tanya Mandala menggoda.
" Kamu ini bicara apaan sih?" sahut Pradana sambil mengelus perut buncit milik Mandala.
" Aku rela kok berbagi suami dengan Mbak Yasinta. Lagipula Mbak Yasinta memang istri pertama Mas Pradana dan sudah halal jika mas harus memberikan nafkah lahir dan batin." ucap Mandala.
" Tidak! Aku tidak menyukai Yasinta. Aku hanya ingin kamu saja." sahut Pradana ketus.
" Tidak sayang! Aku sekali pun tidak pernah menyentuhnya. Ketika aku mencoba mendekati Yasinta dan mencoba menciumnya, rasanya aku tidak sanggup. Aku terpikirkan wajah kamu. Dan itu tidak bisa meneruskan melakukan nya. Sungguh! Mungkin Yasinta saat ini masih perawan walaupun dia sudah berstatus istri aku." cerita Pradana jujur.
" Tapi kamu akan bersalah sebagai suami jika kamu tidak memberikan nafkah batin itu kepada Mbak Yasinta Mas." sahut Mandala.
__ADS_1
" Kamu ini kenapa sih? Seharusnya kamu senang, aku hanya peduli dengan kamu saja." ucap Pradana.
" Tapi aku sangat kasihan dengan Mbak Yasinta. Bahasa kalau kamu melakukannya malam ini Dan anggap saja kamu melakukan nya dengan aku. Kamu membayangkan melakukan hubungan itu dengan aku, mas!" kata Mandala.
" Tidak! Tidak! Itu tidak akan aku lakukan." ucap Pradana tegas.
" Dikasih enak kok, malah menolak loh mas!" sahut Mandala.
" Sudahlah! Kamu harus bersyukur karena aku hanya menyukai kamu saja dan tidak akan melakukannya hubungan intim itu dengan yang lain." kata Pradana.
Pradana mulai memainkan dada Mandala yang saat ini mulai berisi karena bekal untuk bayi yang ada di perut nya nanti. Mandala mulai mendengus dan mengeluh manja. Pradana kini beralih ke bukit kecil dibawah sana, milik Mandala. Pradana kembali menurunkan kain yang menutupinya lalu mulai memainkannya dengan tangan dan lidahnya. Pradana seperti menjilati es krim di sana. Mandala semakin menggelinjang tidak karuan. Suaranya semakin kuat dan keras. Hal itu membuat Pradana makin liar memainkan daerah pribadi itu di sana. Sampai beberapa lama akhirnya Mandala sampai menekan kepala Pradana hingga pelepasan nya kini berhasil dikeluarkannya. Pradana tersenyum melihat istrinya itu dalam kepuasaan.
" Pradana! Ini yang aku sukai dari kamu." ucap Mandala dengan nakal.
__ADS_1
" Saatnya giliran aku. Aku akan pelan melakukannya." kata Pradana sambil tersenyum nakal.