
Di balkon penginapan, saat ini Pradana dan Yasinta sudah duduk di sana. Kopi panas dengan camilan pisang coklat keju di atas meja. Mereka menikmati cuaca dingin di puncak sore itu. Pradana benar-benar ingin mengembalikan ingatan Yasinta saat bersama dengannya di puncak kala itu. Begitu manis dan indah yang membuat Pradana semakin jatuh hati dengan wanita di dekatnya itu. Yasinta yang memiliki banyak potensi dan daya tarik dari hobi maupun pengalaman hidup nya yang unik dan menarik. Yasinta saat ini sudah tidak memiliki orang tua dan tinggal keluarga tantenya yang masih ada. Tante nya pun yang sudah merebut semua kekayaannya dari warisan peninggalan ayahnya. Namun Yasinta sudah malas untuk menuntut maupun mempermasalahkan nya. Bagi Yasinta adalah dirinya bisa hidup tenang dan cukup semua kebutuhan nya bersama pasangan hidupnya.
Pradana mendekati Yasinta. Blazer panjang itu dikenakannya ke badan Yasinta. Yasinta tersenyum memperhatikan perlakuan manis dari laki-laki yang akan ia tuntut cerai itu.
" Kamu harus selalu hangat. Jangan sampai kedinginan di sini." ucap Pradana. Yasinta tersenyum sambil menikmati coklat panas miliknya.
" Apakah sebelum ini aku sangat manja padamu, mas?" tanya Yasinta. Pradana terkekeh jika mengingat tatkala Yasinta sudah mulai manja kepada dirinya setelah mereka semakin dekat dan intim sebagai suami istri.
" Iya, aku merindukan saat itu kembali. Namun baru sebentar kita mulai dekat dan saling bergantung. Kamu melupakan aku dan ingin menjauhi aku." ucap Pradana sambil menatap jauh ke depan. Pemandangan dari balkon penginapan mereka terlihat sangat indah.
" Maaf! Aku benar-benar belum bisa mengingat semua itu. Saat ini aku masih teringat akan laki-laki lain." ucap Yasinta.
" Apakah laki-laki itu, Naufal?" sahut Pradana. Yasinta menatap lekat laki-laki yang di dekatnya itu seketika berwajah muram.
" Apakah kalian begitu sangat dekat? Sejauh mana hubungan kalian?" cecar Pradana dengan kecemburuan yang terpendam.
__ADS_1
" Masih jauh tetapi aku merasakan sangat dekat dengan Naufal. Kami masih seperti sahabat, saling curhat dan bercanda. Itu saja! Tidak lebih." jelas Yasinta.
" Berarti aku lah pemenangnya! Bahkan aku sudah mencumbui kamu sebelumnya. Dan di tempat inipun aku telah melakukan nya berkali- kali dengan kamu." ucap Pradana seperti menegaskan kalau dirinya yang paling tahu dan paham akan Yasinta baik dalam maupun luarnya. Yasinta seketika membulat matanya.
Tiba-tiba Yasinta merasakan mual dan pening kepalanya. Yasinta segera berlari menuju ke kamar mandi dan menumpahkan isi dalam perutnya. Pradana seketika panik dan mengikuti Yasinta.
" Yasinta! Yasinta! Yasinta, apakah kamu baik- baik saja?" teriak Pradana sambil mengetuk pintu kamar mandi di kamar penginapan mereka.
Yasinta keluar dengan wajahnya yang pucat. Badannya terasa lemas.
" Sayang? Kamu kenapa? Apa yang kamu rasakan?" tanya Pradana panik.
" Kita ke klinik di dekat sini dulu, sayang! Aku tidak ingin kamu kenapa- kenapa. Ayo!" ajak Pradana sambil menyambar kunci mobilnya dan menggandeng Yasinta keluar kamar itu setelah menyambar tas kecil miliknya.
" Semoga tidak ada hal buruk di dalam kondisi kesehatan Yasinta. Rasanya seperti setengah nyawaku pergi jika melihat Yasinta merasakan rasa sakit itu. Aku benar-benar sudah jatuh hati dengan kamu, Yasinta. Istri aku yang pernah tidak aku anggap. Maafkan aku, rasa sakit itu mungkin membuat melekat di hati kamu paling dalam. Sehingga melupakan keberadaan aku saat ini." batin Pradana.
__ADS_1
*******
Di klinik kesehatan Yasinta sudah diperiksa oleh petugas medis di sana. Ada kekhawatiran dari wajah Pradana. Namun tidak dengan Yasinta. Yasinta masih santai walaupun dirinya merasakan lemas dan tidak bertenaga. Rasa pening dan mual itu masih dirasakan oleh Yasinta sehingga wajahnya terlihat pucat.
Di depan seorang wanita dengan mengenakan jas putihnya, Pradana dan Yasinta menerima hasil pemeriksaan nya.
" Bagaimana dokter?" tanya Pradana masih cemas.
" Bapak tidak perlu khawatir! Ibu saat ini telah hamil pak! Selamat pak! Selamat bu!" kata dokter itu dengan analisanya. Pradana dan Yasinta saling pandang. Betapa Pradana sangat terkejut sekaligus bahagia mendengar analisa dari dokter di klinik itu.Sementara Yasinta hanya melongo saja masih tidak percaya dengan kata-kata dokter dari ruang pemeriksaan dan saat ini pun kembali di sampaikan kembali oleh dokter itu kepada Pradana, bahwa dirinya telah berbadan dua.
Memang ketika pemeriksaan tadi, Pradana tidak ikut masuk ke dalam dan hanya menyisakan dokter dan Yasinta saja. Alat bantu USG sudah menjelaskan bahwa Yasinta sudah telat kurang lebih dua bulan. Itu artinya setelah pertama kali segel itu dibuka oleh Pradana, di masa itulah masa subur Yasinta dan membuahkan seorang janin di dalam rahimnya.
" Setelah ini akan saya beri resepnya supaya ibu tidak merasakan mual dan ibu juga perlu meminum vitamin nya." ucap dokter itu. Pradana tersenyum bahagia lalu meraih pergelangan tangan Yasinta.
" Aku hamil? Sedangkan aku menginginkan perceraian itu dengan Pradana. Bagaimana ini?" batin Yasinta bingung.
__ADS_1
" Semoga dengan kehamilan Yasinta, akan merubah keputusan Yasinta untuk menggugat perceraian dengan aku. Semoga ini adalah takdir aku dan Yasinta untuk menjadi pasangan suami istri yang tidak akan terpisahkan kembali, kecuali ajal menjemput kita." batin Pradana.
" Ini adalah keajaiban dan kebesaran Tuhan. Jadi ketika Yasinta sedang mengalami kecelakaan itu, di dalam rahim Yasinta sudah ada janin anak aku? Tuhan! Engkaulah Maha Berkehendak." batin Pradana penuh dengan rasa syukur tidak terhingga.