
Benar saja setelah kepulangan nya dari liburan itu, Yasinta benar-benar melihat mobil mewah sport berwarna putih sudah nangkring di dalam bagasi rumah kediaman mereka. Pradana melihat istri nya begitu bahagia memiliki mobil sport itu jadi ikut bahagia.
Yasinta sampai beberapa kali mengusap- usap mobil berwarna putih itu hingga Pradana merasa cemburu dibuatnya.
" Hai, ngapain kamu mengusap mobil itu? Bagus kamu mengusap dan mengelus- elus aku." protes Pradana. Yasinta menjadi tergelak.
" Bolehkah aku mencobanya, mas?" tanya Yasinta. Padahal baru juga sampai dan dari perjalanan Yasinta lah yang mengemudikan mobil Pradana. Pradana? Pradana cukup kelelahan dan tidur dengan kenyang di mobil karena selama di penginapan itu, Pradana seperti benar-benar memanfaatkan waktu untuk mengobrak-abrik Yasinta. Tapi kenapa seorang wanita menjadi segar bugar ketika sudah melakukan ritual suami itu tersebut yah?
" Nanti lah sayang! Kamu juga harus istirahat, bukan? Apa kamu tidak mengantuk dan lelah?" tanya Pradana. Yasinta dengan cepat menggelengkan kepalanya. Pradana jadi takut membuat Yasinta kecewa.
" Baiklah! Ini kuncinya!" kata Pradana akhirnya dengan terpaksa memberikan kunci mobil baru itu kepada Yasinta. Yasinta mulai dengan aksinya.
" Jangan jauh- jauh yah, sayang!" kata Pradana seperti sangat berat melepas Yasinta mengendarai mobil sport itu sekarang ini.
__ADS_1
" Oke siap! Paling keliling komplek saja kok, mas!" kata Yasinta. Pradana akhirnya melepas kepergian Yasinta dengan mobil sport putih barunya itu.
*******
" Apa? Dimana? Astaga Yasinta!" kata Pradana dengan paniknya berbicara melalui sambungan telepon dari pihak rumah sakit.
Kini Pradana mengambil jaketnya dan segera ke rumah sakit dimana Yasinta sedang di rawat di IGD. Kabar kecelakaan yang dialami Yasinta sungguh-sungguh membuat Pradana lemas kedua kakinya. Jantung nya seperti berhenti sebentar mendengar kabar itu. Kecelakaan tunggal dialami oleh Yasinta menabrak pembatas di jalan. Untung tidak ada korban di sana. Kecelakaan itu murni terjadi karena kelalaian pengemudinya melajukan kecepatan di atas rata- rata.
" Semoga tidak terjadi apa- apa dengan kamu, Yasinta! Bukankah mobil itu kuat,super mahal dan tahan benturan dan bantingan?" pikir Pradana berusaha menghibur dirinya. Namun kecelakaan tetap meninggalkan bekas walaupun mungkin tingkat cidera atau luka itu minim.
Ponsel Pradana berdering, papi mami nya pun sudah tahu akan kabar itu. Pradana sebentar menghentikan laju mobilnya menerima telepon dari papi mami nya.
" Iya Pi! Ini aku sudah mau sampai di rumah sakit. Papi mami sudah di sana?" tanya Pradana.
__ADS_1
" Baiklah pi!" kata Pradana lagi lalu meletakkan ponselnya di kursi sampingnya.
" Yasinta! Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika kamu terjadi sesuatu yang tidak aku harapkan. Apalagi sampai kamu cidera." ucap Pradana.
Mobil itu kini telah tiba di rumah sakit yang dimaksudkan. Pradana dengan langkah yang lebar menuju ruang IGD, dimana Yasinta masih belum sadar akan benturan keras di kecelakaan itu.
Mami Pradana mengusap punggung Pradana pelan. Kedua orang tuanya itu mencoba membuat tenang Pradana. Pradana mengusap wajahnya dengan kasar. Masih mengkhawatirkan keadaan Yasinta. Kalau dilihat dari kondisi mobil sport nya yang tidak begitu rusak parah itu, kemungkinan Yasinta tidak akan terluka parah. Namun luka dalam akibat dari benturan itu bisa menyebabkan gegar otak. Ini kemungkinan terjadi jika Yasinta masih belum sadar karena kecelakaan itu.
" Yasinta!" panggil Pradana pelan.
" Kamu harus cepat bangun dan sadar! Aku mencintai kamu! Sungguh kamu adalah wanita yang membuat bahagia aku." kata Pradana sambil menjambak rambutnya sendiri dengan kasar.
" Pradana, kita berdoa supaya Yasinta tidak kenapa- kenapa!" ucap Papi Pradana. Pradana menghela nafasnya dengan kasar.
__ADS_1