JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
YULIANA SAHABAT YANG DILUPAKAN


__ADS_3

Yasinta menjalankan mobilnya menuju sahabat dekatnya yaitu Yuliana. Sudah lama sekali Yasinta memutuskan hubungan dengan Yuliana. Yasinta malu dan sangat minder jika harus berjumpa dengan sahabatnya itu. Minder karena kehidupan rumah tangga nya tidak sesuai harapannya. Selama ini nomer Yuliana ia blokir dan Yasinta pun tidak mau menjumpai Yuliana. Jadi mereka berdua sudah lama tidak berkomunikasi semenjak Yasinta menikah karena perjodohan dengan Pradana.


Yasinta menghentikan mobilnya di depan rumah dengan pagar besi yang bercat perak. Yasinta masih ragu- ragu untuk turun dan masuk ke rumah itu. Yasinta berpikir kira- kira Yuliana ada di rumah tidak yah? Yasinta melihat Yuliana keluar dengan menggendong seorang bayi dan di belakangnya di ikuti anak balita kira- kira berumur empat tahun. Kemudian dengan tergesa-gesa ada wanita muda dengan berpakaian putih membawa botol susu di tangan nya diberikan ke anak balita.


Yasinta melihat pemandangan itu bagi dirinya sangat luar biasa. Impian seorang wanita yang sudah berumah tangga ketika memiliki anak- anak, bisa membesarkan, mendidik, dan menjadi istri yang baik, selalu menanti kedatangan suaminya dari bekerja. Ini terlihat begitu indah.


Yasinta akhirnya turun dari mobilnya. Mobilnya sengaja ia parkir kan di depan pagar rumah Yuliana. Yuliana menatap Yasinta dengan tatapan penuh teliti. Mungkin saja Yuliana masih belum menyadari wanita yang turun dari mobilnya itu adalah Yasinta.


" Assalamu'alaikum!" sapa Yasinta sambil mencium Yuliana dengan paksa. Yuliana masih melongo saja. Yuliana belum menyadari wanita yang datang dan tiba-tiba menciumnya itu adalah Yasinta.


" Ini aku Yasinta, sayang!" kata Yasinta sambil membuka kaca mata hitamnya.

__ADS_1


Yuliana sontak terkejut dan berteriak.


" Astaghfirullah! Yasinta?? Kamu, kemana aja selama ini? Aku kirain kamu terdampar di selat mana, hingga tidak menghubungi aku sama sekali." kata Yuliana sambil menarik pipi Yasinta dengan gemas.


" Yuliana nanti pipi aku jadi melar kamu tarik- tarik begini. Eh kamu sekarang lebih berisi dan gemuk yah?" kata Yasinta sambil melihat dada milik Yuliana.


" Ih kamu ini nakalnya tidak hilang juga! Ini milik anak bayi aku, ini bekal dia dan kalau pergi tidak perlu repot- repot bawa susu formula dan susu botol. Haha." kata Yuliana.


" Papa adik bayi apakah tidak boleh mencicipi sedikit saja?" canda Yasinta.


" Ayo mau masuk atau duduk di taman saja?" tawar Yuliana.

__ADS_1


" Di taman juga boleh!" jawab Yasinta.


" Baiklah! Ayolah!" kata Yuliana sambil berjalan ke taman depan yang ada beberapa kursi kayu di sana. Adik bayi nya Yuliana serahkan ke pengasuh bayi nya.


" Bagaimana kabar kamu? Sekarang kamu tinggal di mana?" tanya Yuliana setelah duduk dengan nyaman bersama Yasinta.


" Kabar aku kurang baik! Nanti aku mau cerita ke kamu deh! Soal dimana aku tinggal, aku tinggal di rumah suami aku." cerita Yasinta.


" Kamu selalu begitu deh! Pasti kamu banyak masalah yang berat dan bertumpuk. Karena kamu sudah tidak kuat, akhirnya mencari aku. Iya kan?" tuduh Yuliana.


" Tapi aku tidak bermaksud memutuskan hubungan ini. Aku hanya malu saja jika kamu mengetahui tragisnya kehidupan aku." kata Yasinta.

__ADS_1


" Yasinta! Ya sudahlah, pelan- pelan saja kamu ceritanya. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam rumah saja yah. Kita sambil ngemil dan minum kopi. Kamu suka kopi tidak?" kata Yuliana.


" Suka! Baiklah, ayolah!" ucap Yasinta.


__ADS_2