JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
MALAM PANJANG


__ADS_3

Yasinta mengikuti langkah Pradana yang menggandeng nya menuju kamar di penginapan itu. Setelah Pradana menggiring Yasinta ke kamar penginapan itu dan tidak menunggu lama langsung mendorong tubuh Yasinta hingga bersandar ke tembok kamar penginapan itu. Pradana mulai ganas memainkan aksinya. Pradana sudah tidak tahan selama di perjalanan rasanya ingin mencium wanita yang kini sudah membuat dirinya mabuk kepayang. Yasinta seperti kehabisan nafas karena Pradana tidak memberi kesempatan bagi Yasinta untuk mengambil oksigen di sela-sela ciuman nya yang panjang itu. Pradana mulai menerobos bagian atas milik Yasinta dan mulai mere mas dan me milin nya. Yasinta mulai men de sah dan mata itu mulai terpejam. Kaki Yasinta mulai melemas karena jari- jari Pradana mulai nakal masuk dan menerobos ke bagian dalam milik Yasinta. Yasinta menggelin jang. Pradana makin brutal.


" Mas, Mandi dulu! Bukannya kita habis perjalanan? Badan kita kotor dan banyak debu." tawar Yasinta dengan suara yang sudah parau. Namun Pradana hanya tersenyum masih dengan aksi-aksi nya. Hingga pergerakan itu terhenti setelah suara ketukan pintu kamar terdengar keras diketuk seseorang dari luar.


Pradana mulai merapikan pakaian demikian juga halnya dengan Yasinta.


" Benar- benar seperti kesetanan." batin Yasinta sambil melihat punggung Pradana yang kini melangkah menuju pintu kamar itu lalu membukakan nya.


Seorang pelayan penginapan telah mengantarkan makanan dan minuman yang tadi dipesan oleh Pradana sebelum kedua nya masuk ke dalam kamar penginapan itu.


" Cepat sekali sih?" kata Pradana kepada pelayan itu. Pelayan itu tersenyum lalu meminta maaf kepada Pradana.


" Maaf, saya telah mengganggu kenyamanan tuan! Ini makanan dan minuman sesuai pesanan tuan tadi." kata pelayan itu sambil memasukkan nampan yang berisi makanan dan minuman itu. Pradana memesan banyak makanan dan minuman sampai pelayan itu membawanya dengan troli dorong makanan. Yasinta melongo melihat makanan dan minuman yang banyak dipesan oleh suaminya itu. Setelah pelayan itu keluar, Pradana kembali mendekati Yasinta. Yasinta mundur beberapa langkah dan berusaha menjauh dari Pradana yang hendak mengejarnya. Namun Pradana makin memburunya dan meraih tubuh langsing Yasinta.


" Bukannya tadi kamu mau mengajak aku mandi? Ayo lah kita mandi bersama!" bisik Pradana dengan nakal. Lalu mulai menggendong Yasinta dan masuk ke kamar mandi di kamar penginapan itu.


Pradana mulai menurunkan Yasinta ke bathub itu lalu mulai menyalakan kran dingin di sana. Pradana pun masuk ke dalamnya hingga keduanya masih sama- sama mengenakan bajunya. Pradana kembali memungut bibir Yasinta yang sudah basah itu. Kembali ke dua nya saling merapat dan mulai saling berbalas ciuman. Tidak ada lagi kecanggungan dan renggang jarak itu. Mereka hanya sama- sama saling menikmati dan fokus karena ke-dua nya tidak bisa membohongi hasrat dan kebutuhan serta tuntutan dari gejolak rasa mereka.


Entah siapa yang memulainya hingga kedua nya tidak lagi mengenakan sehelai kain penutup di tubuh mereka. Keduanya sama-sama polos dan tenggelam di dalam bak yang kini sudah mulai penuh airnya. Keduanya saling menempel tanpa jarak. Dekat tanpa ada pembatas. Hingga Pradana menuntut lebih dari sekedar cumbuan dan ciuman serta sentuhan yang membuat kedua nya menge rang dan men des sis ke enakan.


" Kita lanjutkan lagi yang lebih menantang?" bisik Pradana.


" Tidak! Aku sudah lapar!" sahut Yasinta kini mulai turun dari bathub itu dan dengan cepat meraih handuk kimono untuk menutupi tubuhnya yang polos. Pradana tersenyum nakal dan ikut turun juga mengambil handuk kimono nya juga.


" Ayo! Akan aku keringkan rambut kamu yang basah." kata Pradana sambil mengambil handuk kecil yang sudah tersedia di sana. Yasinta tersenyum dan menerima perlakuan romantis dari Pradana.


" Aku ingin seperti ini selamanya! Dan itu dengan kamu Yasinta." kata Pradana seolah-olah mengatakan janjinya.

__ADS_1


" Dengan aku? Apakah kata- kata ini dulu juga kamu ucapkan dengan Mandala?" sahut Yasinta mulai dihinggapi rasa cemburu.


" Entahlah! Aku sudah lupa. Lupa karena sudah ada gantinya kamu." kata Pradana. Yasinta mencubit lengan Pradana keras. Pradana meringis kesakitan.


" Sudah lumayan kering! Ayo kita makan, Yasinta!" ajak Pradana menuju Balkon kamar penginapan itu.


Keduanya mulai menikmati segala makanan dan minuman yang sudah tertata rapi di atas meja. Pemandangan di sekitar penginapan begitu indah dan menarik. Setidaknya karena saat ini keduanya benar- benar seperti menikmati bulan madu yang tertunda.


" Setelah ini aku ingin memulai nya dari awal bersama kamu Yasinta. Aku mohon, kamu lupakan masa lalu yang membuat kamu tersakiti karena aku. Walaupun itu juga membuat aku sangat menyesalinya karena sudah mensia-siakan kamu. Aku mohon, maafkan aku. Kamu mau kan?" ujar Pradana. Yasinta menarik nafasnya.


" Tentu! Semuanya sudah terjadi dan terlewati. Walaupun kamu melakukan semua itu karena sengaja dan memang membuat aku terluka dan supaya aku meninggalkan kamu." kata Yasinta.


" Terimakasih banyak, Yasinta!" sahut Pradana.


Yasinta begitu lahap menikmati makanan di depannya itu. Hampir semuanya adalah makanan kesukaan nya. Laki-laki di depannya itu seperti sudah mengenalnya lama. Kesukaan Yasinta kini sudah diketahui nya. Dari makanan, minuman, hobi dan selera pakaian.


" Bukannya ada mama dan papa aku? Aku tentu bertanya kepada mereka." sahut Pradana.


" Hah? Papa, mama kamu, mas? Mereka tahu darurat mana?" tanya Yasinta. Pradana mengangkat kedua bahunya.


" Mungkin dari ayah dan bunda kamu sebelum menyerahkan kamu kepada papa untuk menjadi menantunya." tebak Pradana. Yasinta mengerutkan dahinya.


" Sudahlah, hal sepele itu jangan terlalu dianggap serius. Sekarang kita nikmati saja makanan dan minuman ini. Habiskan saja, nanti kalau kurang kita pesan lagi. Oke?" kata Pradana.


" Ini sudah kenyang banget kok, mas!" sahut Yasinta. Pradana terkekeh melihat Yasinta makan dengan lahapnya.


Setelah keduanya menikmati makan itu, Pradana mendudukkan Yasinta di atas pangkuannya. Kini keduanya mulai bercerita dan bercanda dalam obrolan ringan. Dari hobi sampai hal- hal kecil lainnya.

__ADS_1


" Kenapa kamu menyukai balap?" tanya Pradana. Yasinta tersenyum sebelum menjawabnya.


" Suka saja!" jawab Yasinta singkat.


" Ini tidak sekedar suka saja. Apa yang membuat kamu jadi bersemangat dalam hobi ini? Apakah ada seseorang yang membuat kamu tertantang di dunia balap seperti ini?" tuduh Pradana. Yasinta terkekeh dengan tuduhan Pradana itu. Nyatanya memang apa yang dituduhkan oleh Pradana itu ada benarnya juga.


" Mungkin itu salah satu faktor nya." ujar Yasinta. Pradana kini mulai penasaran, siapa gerangan yang membuat Yasinta termotivasi ikut balapan mobil.


" Siapa? Pasti seorang laki-laki kan?" tuduh Pradana.


" Pasti!" jawab Yasinta cepat.


" Hayo katakan, siapa laki-laki itu?" tanya Pradana mulai terbakar cemburu buta.


"Kamu tidak mengenalnya, mas!" sahut Yasinta.


" Lagi pula itu sudah lama sekali, bukan! Laki- laki itu pun sudah berkeluarga sama dengan kita." ujar Yasinta. Pradana masih belum puas akan jawaban Yasinta.


" Setelah ini aku akan menghukum mu. Karena masih merahasiakan nama laki-laki lain itu." sahut Pradana. Yasinta cemberut bibirnya.


" Baik-baik! Nama laki-laki itu adalah Alexander Agung Purnama." kata Yasinta. Pradana mulai mencari nama itu di google.


" Dia cukup terkenal juga, rupanya?" kata Pradana setelah mencari nama yang disebutkan oleh Yasinta.


" Tapi lebih ganteng aku jauh kok." tambah Pradana lagi. Yasinta menahan tawanya. Pradana kini malah menjadi sewot karena Yasinta mentertawakan nya.


Pradana kini mengangkat tubuh Yasinta dan Membaringkan nya di atas peraduan kamar penginapan itu. Pradana mulai mencumbui nya dengan pelan kemudian makin buas. Yasinta pasrah akan aksi-aksi Pradana yang mulai mendominasi nya. Baginya malam ini adalah malam panjang untuk menikmati surga dunia yang tidak bisa diungkapkan kata- kata lagi. Penyatuan tubuh tanpa batas dan sehelai benang akan kembali terjadi. Pergerakan yang akan menghasilkan peluh keringat walaupun AC di dalam kamar itu menyala.

__ADS_1


__ADS_2