JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
NGOCEH TAK JELAS


__ADS_3

Naufal menghabiskan botol wine itu sampai tetes terakhir. Pikiran nya sungguh-sungguh kacau ketika dalam kesepian nya dan mengingat almarhum istrinya. Yasinta terdiam sambil memperhatikan Naufal yang sama-sama rapuhnya seperti dirinya.


" Aku baru tahu kalau laki-laki sedang kacau seperti inikah? Mungkin ini yang dirasakan Pradana ketika kerinduan ingin bertemu dengan Mandala. Dan ketika aku tahu itu begitu sakit mendengar nya. Suami aku mencintai wanita lain dan dia dengan jujur dan terang- terangan mengakui nya. Ini begitu menyakiti aku." pikir Yasinta sambil melihat Naufal menyandarkan punggungnya di kursi balkon itu. Matanya terpejam seolah mengingat akan kenangan indah waktu bersama istrinya.


Tiba-tiba Naufal menangkap mata Yasinta yang sedang memperhatikannya. Yasinta tertangkap basah melihat Naufal.


" Jangan lama- lama memandangku. Kamu bisa jatuh cinta kepada ku. Ini akan membuat kamu dalam situasi yang rumit karena kamu masih punya suami sedangkan hatimu jatuh cinta dengan pria lain." tuduh Naufal.


" Idih!! Kamu ini terlalu percaya diri sekali." sahut Yasinta sewot.


" Naufal! Aku balik sekarang yah! Terimakasih sudah memperbolehkan aku istirahat di sini." ucap Yasinta sambil masuk ke kamar dari pintu balkon.

__ADS_1


" Oh, tapi aku tidak bisa mengantar kamu ke depan. Apakah tidak apa- apa? Aku sudah minum banyak." kata Naufal masih bersandar di kursinya.


" Tidak masalah! Lain kali aku tidak ingin melihat kamu sekacau ini lagi Naufal!" kata Yasinta.


" Iya! Baiklah aku antar sampai pintu masuk kamarku saja yah!" kata Naufal sambil bangkit dari duduknya itu. Naufal sudah seperti sempoyongan berjalan mengantar Yasinta sampai pintu kamar itu.


" Hati-hati Yasinta! Salam buat suami kamu yah!" kata Naufal bergurau. Yasinta malah menonjok lengan Naufal dengan keras.


" Kamu tahu hubungan aku dengan suami aku tidak romantis, ini malah kamu titip salam buat dia. Maksudmu apa hah?" sahut Yasinta sambil memukul lengan Naufal dengan keras.


" Bye Naufal! Setelah ini istirahat saja. Jangan minum lagi yah!" pesan Yasinta kepada Naufal.

__ADS_1


" Iya bunda! Tidak adakah ciuman selamat tinggal kepada aku, Bunda?" goda Naufal.


Yasinta malah berjalan cepat tidak memperdulikan omelan dan ocehan Naufal yang sudah tidak terkontrol.


*******


" Yasinta! Kalau saja kamu tidak cepat pulang dari sini, aku bisa- bisa memakan kamu. Melihat kamu seperti istri aku. Aku sungguh-sungguh tidak tahan dengan aroma tubuh kamu dan canda tawa kamu yang konyol. Kalau aku berbuat nakal kepadamu, hubungan pertemanan kita akan rusak. Kamu pasti menganggap aku laki-laki yang suka melecehkan dan merendahkan wanita." kata Naufal sambil menatap punggung Yasinta sampai tidak terlihat lagi.


Naufal menutup kembali pintu kamarnya. Ia jatuhkan tubuhnya sendiri di kasur empuk kamar itu. Naufal mengambil guling didekatnya. Dipeluk nya guling itu seolah guling itu adalah istrinya.


" Aku kangen banget sama kamu!" kata Naufal lirih sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


" Bolehkah aku menjumpai kamu walaupun dalam mimpi saja. Aku rindu." ucap Naufal sambil mencium guling yang dia dekap dengan erat.


" Yasinta! Kenapa aku jadi teringat wajahnya? Dia begitu mirip dengan istri aku. Semua yang ada pada Yasinta aku suka. Seandainya kamu bukan istri orang, aku akan mengejar kamu menggantikan istri aku. Hahaha. Ini sungguh-sungguh gila!" kata Naufal ngoceh sendiri.


__ADS_2