
Yasinta duduk di depan cermin dalam kamarnya. Dirinya saat ini mengenakan pakaian tidur yang seksi. Sebenarnya Yasinta memiliki segalanya, dengan tubuh yang proporsional, seksi, dengan bentuk dada yang berisi dan indah serta memiliki kulit yang putih bersih dengan wajah yang tidak kalah cantiknya dengan Mandala. Namun apa yang salah pada dirinya, suaminya Pradana tidak sedikitpun menengok kepada dirinya. Pradana seolah tidak pernah tergoda dengan kecantikan dan kemolekan dari Yasinta.
Yasinta berjalan menuju ke dapur. Dirinya ingin membuat mie kuah yang super pedas malam ini. Yasinta masih berpakaian baju tidur yang seksi. Malam ini Yasinta ingin menuruti semua keinginan nya walaupun keinginan nya sangat sederhana yaitu mie kuah yang pedas.
Setelah mie kuah yang dibuatnya matang, Yasinta makan di meja makan sendirian. Pradana dan Mandala baru masuk ke dalam kamarnya setelah mereka keluar mencari makanan.
" Ini aku bawakan makanan untuk kamu." kata Pradana yang tiba-tiba datang mendekati Yasinta di meja makan.
" Ini apa?" tanya Yasinta sambil menikmati mie kuah pedasnya.
" Lihat aja!" jawab Pradana sambil ikut duduk di dekat Yasinta.
__ADS_1
" Terimakasih!" ucap Yasinta setelah melihat bungkusan yang diberi oleh Pradana tadi yang ternyata isinya adalah ayam geprek dan gulai daging.
Pradana melihat Yasinta yang berpakaian seksi. Pradana akhirnya berdiri hendak meninggalkan Yasinta.
" Mas! Bolehkah aku berbicara sebentar saja." kata Yasinta yang membuat Pradana berhenti melangkah dan menengok ke arah Yasinta.
" Ada apa?" tanya Pradana.
" Tidak ada? Bilangnya tidak ada tapi kok ingin berbicara dengan aku. Lalu mau ngomong apa?" tanya Pradana malah sewot.
Yasinta terdiam namun akhirnya kembali cuek kembali menikmati mie kuah pedas buatan nya.
__ADS_1
" Baiklah! Habiskan saja makanan kamu dulu. Nanti aku akan mendatangi kamu." ucap Pradana sambil berlalu meninggalkan Yasinta.
Yasinta sesegera mungkin menghabiskan mie kuah pedas buatan nya. Dirinya ingin berbicara berdua dengan suaminya itu walaupun sebentar saja. Ini momen yang sudah langka bagi dirinya bisa ngobrol bareng dengan suaminya itu setelah adanya Mandala di dalam rumah itu.
Setelah selesai dari makannya, Yasinta mulai sibuk merias dirinya. Dia ingin terlihat cantik jika dilihat oleh Pradana nanti. Yasinta mulai berkaca melihat pantulan bayangannya di dalam cermin itu. Yasinta sedikit membuka bagian atas baju tidur nya sedikit supaya terlihat bagian dadanya yang berisi dan mulus itu. Yasinta tersenyum melihat dirinya yang sangat seksi berpakaian seperti itu. Malam ini Yasinta ingin menggoda suaminya itu, bagaimana pun caranya. Dalam pikirannya, Yasinta tidak ingin kalah dengan Mandala.
Yasinta mengirimkan chat ke nomor suaminya itu bahwa dirinya sudah siap berbicara dan menunggu nya di dalam kamar. Namun Pradana tidak membalas chat nya. Hal itu semakin membuat Yasinta menjadi sangat bersedih.
Yasinta menjatuhkan tubuhnya di atas kasurnya. Kali ini dia sudah patah semangat dan tidak mau berharap lagi akan kedatangan suaminya di kamarnya. Sudah hampir dua jam dari dia mengirim chat itu namun Pradana juga tidak kunjung mendatangi nya.
" Menunggu kamu seperti menanti hujan di musim kemarau." ucap Yasinta sambil mengusap air matanya yang jatuh di ujung matanya.
__ADS_1
Yasinta akhirnya tertidur lelap karena menunggu suaminya tidak kunjung mendatangi nya. Bagi Pradana, mungkin saja Yasinta bukan istrinya. Istri yang sebenarnya adalah Mandala.