
Awal mulai kenapa papi mami atau kedua orang tua Pradana menjodohkan Yasinta dengan Pradana karena sebuah janji dengan ayah Yasinta.Ayah Yasinta adalah sahabat dekat,baik dari papi Pradana atau Pak Brata. Dalam janji dan kesepakatan itu jika memiliki anak laki-laki dan perempuan mereka akan menjodohkan nya ketika sudah dewasa kelak. Yasinta dari usia 16 tahun sudah yatim piatu. Ayah Yasinta meninggal dunia karena kecelakaan sedangkan bunda nya sendiri meninggal karena sakit keras dan meninggal tidak berselang lama dari meninggalnya ayah Yasinta.
Orang tua Yasinta setelah meninggal diangkat anak oleh keluarga ayahnya yang lumayan berada, tepatnya tantenya,adik dari ayahnya Yasinta. Jadi Pak Didik dan Bu Didik itulah yang pada akhirnya merawat Yasinta setelah Yasinta menjadi anak yatim piatu. Sebenarnya Yasinta sendiri memiliki harta warisan dari mendiang orang tuanya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik yang saat ini dipegang dan dikelola oleh tantenya. Bukan tidak tahu, Yasinta dalam. hal ini. Namun Yasinta tidak ingin ribut gara- gara harta seperti ini. Ketika perjodohan sudah disepakati, Pak Brata atau papi Pradana lah yang mencari atau mendatangi keberadaan Yasinta yang tinggal bersama tantenya. Hal itu membuat tantenya merasa semakin leluasa dan bebas dengan harta yang sebenarnya milik dari Yasinta.
Entah bagaimana proses dan caranya hingga dokumen dan kepemilikan bisa berubah namanya menjadi milik tantenya Yasinta. Sedangkan Yasinta hanya mendapatkan lima persen dari saham kepemilikan perusahaan kosmetik tersebut. Walaupun sedikit, Yasinta masih menerima lima persen itu, tanpa ikut mengelola dan mengembangkan usaha milik ayahnya tersebut. Apalagi setelah menikah Yasinta sama sekali tidak ikut campur dalam urusan bisnis di perusahaan kosmetik itu. Memang dulu sebelum menikah, Yasinta masih terlibat dan ikut bekerja di perusahaan tersebut. Walaupun kedudukannya masih dibawah. Paling tidak, Yasinta sedikit memahami seluk-beluk bisnis perusahaan kosmetik tersebut dengan segala permasalahannya dan perkembangannya.
__ADS_1
Ketika awal dipertemukan dengan Pradana, sikap Pradana sungguh acuh dan cuek. Pradana dengan terang- terangan berkata kalau dirinya sudah memiliki kekasih atau pacar. Namun memang kedua orang tuanya lah yang memaksakan kehendaknya untuk tetap menjodohkan antara Pradana dan Yasinta walaupun mereka sama-sama tahu diantara keduanya tidak ada rasa cinta. Pak Brata takut mengingkari janjinya terhadap mendiang sahabat nya tersebut. Namun di sisi lain ini adalah siksaan bagi keduanya apalagi Yasinta yang benar-benar tidak dianggap oleh Pradana.
Sudah hampir setahun usia pernikahan mereka lalui. Namun masih belum ada perubahan diantara Pradana dengan Yasinta. Bahkan Pradana menikahi Mandala, kekasih nya karena rasa cintanya yang begitu besar. Jalan untuk menikahi Mandala semakin terbuka lebar ketika Mandala mengandung anak Pradana. Ijin untuk berpoligami itu akhirnya diperolehnya dari Yasinta dan juga kedua orangtuanya. Walaupun pada kenyataannya takdir berkata lain, Mandala meninggal dunia ketika berjuang melahirkan putri tercintanya. Hal itu tidak bisa dielakkan oleh Pradana.
Kini disaat Yasinta ingin melepaskan diri dari Pradana, Pradana malah memegang ekor Yasinta. Pradana tidak akan memberikan kemudahan Yasinta untuk bercerai dan lepas dari nya. Memang sedikit rasa suka dan tertarik muncul ada pada Yasinta karena sering bertemu dengan suaminya itu yaitu Pradana. Walaupun dirinya tidak pernah dianggap atau dicuekin oleh Pradana. Namun itu membuat Yasinta semakin penasaran, apalagi melihat Pradana tidak pernah melecehkan dan menyentuhnya lantaran memang tidak menyukai dirinya. Pradana tetap setia dengan kekasihnya yaitu Mandala. Itulah yang membuat Yasinta kagum akan kesetiaan Pradana itu. Pradana tidak ingin melakukan hubungan intim itu kalau tidak didasari oleh rasa cinta.
__ADS_1
" Maaf! Aku belum mencintai kamu! Aku tidak bisa melakukan itu jika tidak didasari oleh rasa suka dan cinta." sahutmu kala itu.
" Tapi ijinkan aku melayani kamu, memasakkan makanan, menyiapkan pakaian untuk kamu. Aku tetap ingin menjadi istri yang baik untuk kamu. Walaupun aku tidak ingin menuntut hak aku sebagai istri." kata Yasinta saat itu.
" Itu terserah kamu! Aku tidak akan meminta itu dari kamu! Terserah saja, itu mau kamu! Oke?" kata Pradana ketika itu.
__ADS_1
Mungkin saja, seiring waktu rasa jenuh dan lelah sudah di puncaknya. Yasinta mulai menuntut lebih dari pernikahan yang didasarkan perjodohan itu. Namun ketika dirinya hendak melepaskan diri dari Pradana, Mandala meninggal dan Pradana tidak mengijinkan dirinya melepaskan diri dari status nya sebagai istri.
Apalagi ada putri Mandala yang begitu cantik harus mendapatkan kasih sayang orang tuanya, walaupun dirinya adalah ibu tiri bagi anak Mandala.