
" Aku pulang yah!" kata Yasinta kepada Yuliana setelah mereka bincang- bincang dan makan bersama.
" Kamu tidak perlu buru- buru pulang! Kamu bisa istirahat disini dulu. Kebetulan suami aku ada dinas di luar kota. Kamu bisa menginap di sini dulu. Bagaimana?" ucap Yuliana.
" Ah Yuliana! Kapan- kapan saja deh! Mungkin setelah ini aku akan sering kemari." kata Yasinta.
" Yasinta! Aku tidak yakin jika kamu pulang ke rumah. Kamu mau kemana?" tanya Yuliana khawatir.
" Aku tidak tahu." kata Yasinta sambil meraih tas kecilnya.
" Yasinta! Aku ingin kamu bahagia. Perjuangkan kebahagiaan kamu. Kamu jangan lagi bertahan dengan satu orang jika orang itu sudah nyata-nyata tidak menghargai kamu." kata Yuliana.
" Aku bisa apa? Selain harus menerima takdir dan nasib saja." ucap Yasinta pasrah.
" Jangan menyerah dong! Kamu pantas bahagia, Yasinta." ujar Yuliana sambil melepas kepergian Yasinta.
*******
" Kamu dimana Yasinta? Apakah kamu baik- baik saja?" tanya Naufal melalui panggilan suara keluar nya.
" Naufal.. hiks... hiks.. hiks... aku sudah tidak kuat. Aku ingin cerita dengan kamu." ucap Yasinta sambil menangis.
" Kamu ada dimana? Biar aku menjemput kamu." kata Naufal ikut panik.
" Tidak! Aku masih di jalan dan bawa mobil." jawab Yasinta masih tersedu-sedu.
" Ada apa dengan kamu?" tanya Naufal.
" Aku hanya tidak bisa berpikir lagi. Aku sudah tidak kuat." cerita Yasinta.
" Ada apa dengan kamu sih? Tidak kuat kenapa? Kamu mengangkat apa sampai tidak kuat? Mengangkat besi 50 kilo?" goda Naufal sambil cekikikan.
" Naufal! Disaat aku serius kamu malah mengajak bercanda loh. Kamu gak asyik deh." protes Yasinta.
" Ya sudah kemari saja! Ini bahu aku siap menjadi sandaran kamu ketika kamu mau nangis." ledek Naufal lagi.
" Gak jadi nangis aku." sahut Yasinta.
" Baguslah, itu lebih baik! Tertawa lebih baik daripada menangis." ucap Naufal akhirnya.
__ADS_1
" Kamu dimana, Naufal?" tanya Yasinta.
" Aku di rumah aku sendiri." jawab Naufal.
" Tidak lagi di hotel kamu yah?" tanya Yasinta.
" Kenapa? Kamu ingin menggoda aku lagi kah?" tuduh Naufal.
" Naufal, kamu selalu bercanda dengan aku." protes Yasinta.
" Ya sudah! Kamu mau aku dimana? Biar aku tunggu kamu!" kata Naufal akhirnya.
" Di hotel dan resort kamu saja." pinta Yasinta.
" Kamu mau cari makan dan minum gratis yah!" tuduh Naufal.
" Hahaha Naufal! Kamu selalu begitu deh. Aku ingin cerita sama kamu." kata Yasinta.
" Oke! Sudahlah cepat lah ke hotel dan resort ku! Aku segera meluncur ke sana dan menunggumu!" kata Naufal akhirnya.
" Naufal! Terimakasih banyak!" sahut Yasinta lalu mulai menjalankan mobilnya.
*******
" Tidak! Bahkan aku belum kembali ke rumah." ucap Yasinta.
" Loh! Kenapa?" tanya Naufal.
" Sebenarnya suami aku sudah nikah lagi." cerita Yasinta akhirnya.
" Apa? Kamu ini ngomong tidak jelas." sahut Naufal sebenarnya dirinya masih belum percaya dengan semua yang baru saja dia dengar.
" Naufal! Aku mau nangis!" kata Yasinta seperti anak kecil jika sudah bersama Naufal.
" Cup.. cup jangan menangis dong! Entar karyawan aku mengira kamu menangis karena hamil dan minta pertanggungjawaban dari aku loh." goda Naufal lagi.
Yasinta memukul lengan Naufal. Naufal malah meringis kesakitan.
" Lalu? Apakah kamu masih bahagia ketika suami kamu menikah kembali?" tanya Naufal mulai menyudutkan Yasinta.
__ADS_1
" Aku tidak tahu! Aku hanya ingin menangis saja!" rengek Yasinta.
" Sudah jangan nangis! Nanti aku belikan balon warna- warni buat kamu deh!" goda Naufal. Yasinta tersenyum namun tangannya dengan cepat kembali memukul lengan Naufal.
" Ayolah, kita istirahat di dalam saja. Ke kamar kita itu." goda Naufal.
" Kamar pribadi kamu yah!" sahut Yasinta.
" Iya! Ayolah, bawa camilan nya itu! Nanti kamu nangis lagi kalau tidak ada camilan di sana." ledek Naufal sambil menarik tangan Yasinta.
*******
" Yasinta! Kamu istirahat lah di sini yah! Aku harus pulang." kata Naufal setelah mereka ada di kamar khusus untuk Naufal.
" Kenapa pulang?" rengek Yasinta.
" Nanti kalau kita berdua- dua seperti ini terus, kamu mau jika kamu nanti aku nakal lin kamu?" ucap Naufal sambil mengedipkan matanya.
" Kamu ngapain pulang? Bukannya di rumah kamu pun tidak ada istri yang menunggumu?" ledek Yasinta akhirnya.
" Ais! Terus kamu menyuruhku menemani aku di sini, di kamar ini, tidur bareng?" goda Naufal.
" Kamu tidak takut jika aku jadi nakal sama kamu?" goda Naufal lagi.
" Aku yakin kamu tidak punya nyali untuk me-nakal-li aku." sahut Yasinta serius.
" Yasinta! Aku laki-laki normal loh!" kata Naufal.
" Naufal!" rengek Yasinta memohon.
" Iya! Iya! Aku temani kamu! Kamu ini, belum menjadi pacar atau kekasih bahkan istri sudah manjanya minta ampun." kata Naufal sambil mengusap rambut Yasinta.
" Kamu kan sahabat aku yang baik!" sahut Yasinta sambil tersenyum.
" Weleh kalau lagi ada maunya." ucao Naufal akhirnya.
" Ya sudahlah! Kamu istirahat dulu. Ini obat nya diminum, biar kamu tidak stres." kata Naufal sambil memberikan obat penenang resep dari dokter.
" Ini apaan?" tanya Yasinta.
__ADS_1
" Biar kamu cepat bobok dan tidak mengganggu aku lagi." jawab Naufal.
" Baiklah! Mungkin aku butuh istirahat dan tidur yang nyenyak." kata Yasinta sambil menerima obat pemberian Naufal.