JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
MAU ATAU TIDAK?


__ADS_3

Di rumah makan yang cukup teduh dan nyaman. Rumah makan dengan nuansa santai dan penuh kehangatan, sangat cocok buat makan bersama sekeluarga atau kekasih. Di sana sudah ada Naufal dengan Yasinta. Mereka sudah sama- sama duduk dan memilih lokasi yang paling ujung supaya lebih nyaman dan tidak terganggu dengan pengunjung yang baru datang.


Naufal sudah memesan makanan dan minuman baik seleranya maupun selera Yasinta. Yasinta memang pecinta sayuran-sayuran, kalau sudah duduk di rumah makan yang sering dicari adalah capcay atau cah kangkung. Sebelum makanan berat datang dan diantar oleh pelayan restoran itu, juz yang menyegarkan sudah ada di atas meja. Parfait pun akhirnya tidak tertinggal dalam daftar antrian untuk segera dieksekusi oleh mulut Yasinta. Yasinta tidak membiarkan Parfait itu diam menggoda mata indahnya. Dengan cepat ia langsung menikmati nya. Naufal pelan- pelan mengusap lembut sisa Parfait yang menempel di dekat bibirnya.


" Nempel yah?" tanya Yasinta sambil tetap melahap Parfait kesukaannya.


" Pelan- pelan saja makannya." ucap Naufal masih tetap memperhatikan Yasinta tidak bosan- bosannya.


" Sekarang bicaralah!" kata Naufal masih setia menunggu. Kedatangan Yasinta ke tempat kerjanya pasti ada yang hendak ia ceritakan.


" Bicara apa?" sahut Yasinta. Naufal malah menghela nafas panjang.


" Kalau kamu tidak mau bercerita, aku anggap kamu rindu karena kamu datang ke tempat aku tanpa memberikan kabar dulu ke aku. Kalau aku tadi tidak sedang di tempat bagaimana?" kata Naufal. Yasinta mulai berpikir.


" Ya pulang lagi dong!" jawab Yasinta. Naufal menarik hidung Yasinta.


" Kamu dari mana, tumben tidak membawa mobil kamu." kata Naufal. Yasinta menatap ke Naufal.


" Aku? Aku tadi dari kantor Pradana." kata Yasinta masih enggan untuk memulai bercerita.


" Lalu?" tanya Naufal lagi. Yasinta sesaat diam, karena pramusaji sudah datang mengantarkan pesanan makanan mereka. Naufal mulai mengambil piring kosong lalu mulai mengambil makanan yang tersaji di depan mereka sedikit - sedikit.


" Ceritanya sambil makan atau kamu makan saja dulu." kata Yasinta. Naufal kini mulai menyendok makanan nya dan memasukkan nya ke mulutnya.


" Kamu boleh langsung cerita kok. Tidak apa- apa kita makan sambil bercerita. Aku akan mendengarkan nya. Jika perlu aku akan menanggapi nya." ucap Naufal. Yasinta tersenyum.


" Naufal, aku jadi bingung." kata Yasinta. Naufal tetap melihat Yasinta.


" Ada apa?" tanya Naufal.

__ADS_1


" Ketika aku sudah mulai merasakan rasa aneh dengan kamu, Pradana telah berubah kepadaku." kata Yasinta untuk mengawali bercerita. Naufal tersenyum.


" Sebentar! Kamu mulai merasakan rasa aneh dengan aku? Rasa apa itu? Stroberi, mangga, lemon atau coklat?" sahut Naufal bercanda. Yasinta mencubit pelan Naufal.


" Entahlah, aku kepikiran kamu saja." jawab Yasinta. Naufal tersenyum senang.


" Namun Mas Pradana sudah mulai memperlakukan aku lebih manis. Dia seperti nya sudah benar-benar menganggap aku seperti istrinya. Apakah lantaran ia kesepian dan butuh?" ungkap Yasinta. Naufal mulai mengkerut kan dahinya. Lalu Naufal mulai berani meraih tangan Yasinta.


" Katakan, apakah dia sudah menyentuhmu?" tanya Naufal rasanya tidak rela, dia merasa kalah start. Yasinta mengangguk pelan. Naufal menarik tangannya dan menghela nafas dalam- dalam lalu bersandar.


" Aku tidak bisa menolak nya, Naufal. Aku juga takut. Bagaimana pun juga aku masih istrinya juga." cerita Yasinta. Naufal menyeringai.


" Lalu pada akhirnya kamu menikmati sentuhan nya karena dia memperlakukan kamu begitu lembut dan manis?" sahut Naufal dengan senyum sinis nya. Yasinta membulat matanya.


Keduanya akhirnya menghentikan makan nya. Dua- duanya terdiam tak ada yang memulai berbicara. Bagi Naufal ini membuat dadanya nyeri. Membayangkan wanita yang di depannya, wanita yang mulai di sukai nya, wanita yang banyak kesamaan dengan almarhum istrinya, wanita yang rencananya mau ia sunting dan rebut dari suaminya itu malah bercerita tentang permainan indahnya bersama laki-laki itu.


" Aku bingung, karena hati aku dan pikiran aku mulai terpikirkan oleh kamu. Namun kenyataan nya status aku masih istrinya Pradana. Aku harus bagaimana?" ungkap Yasinta.


" Kamu pikir kemarin-kemarin itu aku bergurau? Tidak Yasinta! Aku serius! Aku akan mendatangi suami kamu dan minta padanya untuk menceraikan kamu. Aku akan menikahi kamu. Tapi kalau sudah seperti ini ceritanya lain. Mana dia kasih kamu lepas. Kecuali kamu sendiri yang meminta untuk bercerai dengan nya." kata Naufal.


" Sekarang kamu mau atau tidak menikah dengan aku? Itu saja! Kalau kamu mau menikah dengan aku, kamu harus menggugat cerai dengan Pradana. Semuanya kamu harus selesai kan sendiri tanpa aku." tantang Naufal. Yasinta semakin bingung.


" Tapi aku pun jadi ragu- ragu. Karena alasan kenapa aku bertahan dengan Mas Pradana salah satu nya adalah karena kedua orang tuaku dulu memang menyepakati perjodohan dengan ayah dari Pradana. Akhirnya mereka berjanji akan menjodohkan anak-anak mereka jika anak-anak mereka laki-laki dan perempuan." ungkap Yasinta. Naufal menyimaknya.


" Lalu?" sahut Naufal. Tak ada senyum yang tersungging di bibirnya. Naufal terlihat serius.


Yasinta masih diam sambil memainkan ujung-ujung jari lentiknya. Sesekali menatap wajah Naufal.


" Sekarang keputusan ditangan kamu. kamu mau atau tidak? Dan kamu memilih aku atau Pradana." kata Naufal mulai tegas, tidak ingin membuat bimbang Yasinta.

__ADS_1


" Tapi aku boleh kangen kamu, tidak?" tanya Yasinta.


" Boleh!" jawab Naufal cepat.


" Aku masih boleh menyukai kamu?" tanya Yasinta lagi.


"Boleh!" jawab Naufal kini tersenyum.


" Tapi aku belum bisa, kalau harus bercerai dengan Pradana." kata Yasinta. Naufal tiba-tiba merasa dadanya kembali sesak.


Naufal paham posisi Yasinta saat ini. Yasinta masih banyak mempertimbangkan segalanya. Papa, mama atau mertuanya sangat menyayangi nya. Walaupun awalnya Pradana tidak menganggap nya ada. Namun sekarang? Sekarang Pradana sudah bersikap manis terhadap dirinya. Walaupun Yasinta belum bisa menyelami isi hati Pradana terhadap dirinya.


" Ya sudahlah! Namun aku akan menunggu kamu siap. Siap menjalani hidup dengan aku. Sekarang ayo kita makan saja!" kata Naufal. Yasinta masih diam menatap Naufal yang kini sudah tenang.


" Ayo makan!" ajak Naufal lagi. Yasinta malah enggan untuk makan.


" Yasinta! Jujur aku juga kecewa ketika kamu tidak berani meninggalkan Pradana demi aku. Namun ketika kamu juga bercerita kalau Pradana sudah berubah dan bersikap manis terhadap kamu, ini membuat aku lega. Lega karena kamu segera mendapatkan bahagia itu bersama Pradana." ucap Naufal.


Yasinta menatap Naufal kembali. Kini malah matanya berkaca- kaca.


" Lalu bagaimana dengan kamu?" sahut Yasinta. Naufal tersenyum.


" Bukankah tadi kamu bilang? Kamu memiliki rasa aneh itu dengan aku. Pengakuan kamu itu sudah cukup membuat aku lega. Aku tahu kamu juga menyukai aku. Jika nanti kita berjodoh walaupun sebentar atau lama, kita akan disatukan kembali." kata Naufal membuat Hati Yasinta sedikit lega.


" Jadi, aku juga boleh kan jika merindukan kamu?" tanya Naufal. Yasinta mengangguk pelan.


" Hanya rindu saja. Setelah ini kita tidak akan saling bertemu kembali." kata Yasinta. Naufal meraih tangan itu dan menggenggamnya untuk perpisahan.


" Tapi aku mohon! Jangan blokir no aku!" kata Naufal. Yasinta tersenyum.

__ADS_1


" Jangan khawatir! Aku tidak akan menggangu kamu." tambah Naufal akhirnya. Yasinta tersenyum senang.


" Terimakasih Naufal." sahut Yasinta.


__ADS_2