
Bukankah tadi kamu bilang? Kamu memiliki rasa aneh itu dengan aku. Pengakuan kamu itu sudah cukup membuat aku lega. Aku tahu kamu juga menyukai aku. Jika nanti kita berjodoh walaupun sebentar atau lama, kita akan disatukan kembali." kata Naufal membuat Hati Yasinta sedikit lega.
" Jadi, aku juga boleh kan jika merindukan kamu?" tanya Naufal. Yasinta mengangguk pelan.
" Hanya rindu saja. Setelah ini kita tidak akan saling bertemu kembali." kata Yasinta. Naufal meraih tangan itu dan menggenggamnya untuk perpisahan.
" Tapi aku mohon! Jangan blokir no aku!" kata Naufal. Yasinta tersenyum.
" Jangan khawatir! Aku tidak akan menggangu kamu." tambah Naufal akhirnya. Yasinta tersenyum senang.
*******
" Kamu adalah wanita yang istimewa. Ini yang membuat aku menyukai kamu. Kamu tipe wanita yang setia. Kamu selalu mengesampingkan dari ego kamu. Kamu memikirkan orang-orang yang menyayangimu. Orang dekat kamu. Aku suka itu." kata Naufal.
" Sudah memujinya?" sahut Yasinta.
" Belum!" kata Naufal.
__ADS_1
" Ya sudah, ayo kita makan! Nanti aku antar kamu pulang! Atau kamu mau tidur di kamar hotel aku?" goda Naufal. Yasinta mencubit paha Naufal. Naufal meringis kesakitan.
" Istri kamu pasti sangat bahagia ketika masih hidup dan bersanding dengan kamu." kata Yasinta.
" Mungkin juga tidak! Nyatanya dia memilih meninggalkan aku." sahut Naufal.
" Dia meninggal dunia bukan meninggalkan kamu, Naufal yang lebay." ucap Yasinta. Suasananya sudah kembali seperti biasanya.
Naufal hanya menarik nafasnya dalam- dalam dan mencoba tidak kembali berlarut- larut dalam kehilangan sosok istri tercintanya itu. Nyatanya hatinya saat ini sudah di penuhi nama Yasinta, wanita yang sudah menjadi istri orang.
Setelah mereka selesai mengeksekusi makanan dan minuman nya. Naufal mulai mengantarkan Yasinta ke rumahnya. Naufal mulai membelah jalanan diantara lampu- lampu jalan di kota. Suara musik didengarkan di dalam mobilnya. Yasinta diam dan larut dalam iramanya.
" Entahlah!" sahut Yasinta.
" Kamu boleh bercerita dengan aku jika kamu senang dan sedih, Yasinta." kata Naufal.
" Apakah itu perlu?" kata Yasinta. Naufal mengerutkan dahinya.
__ADS_1
" Ya sudah! Sampai kan saja lewat histori WA kamu saja deh. Aku akan melihat nya setiap hari." ucap Naufal. Yasinta tersenyum.
" Aku sudah terlanjur menyukaimu, Yasinta! Jadi aku harus pelan- pelan menghapus itu. Demikian halnya dengan kamu." kata Naufal.
" Boleh tidak sih? Aku masih rindu dengan kamu?" tanya Yasinta kembali.
" Boleh!" sahut Naufal. Yasinta menghela nafas lega.
" Nah ini rumah kamu, kan?" kata Naufal lalu menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah besar nan mewah itu. Yasinta mulai masuk setelah kedua nya saling bersalaman dan Naufal dengan berani mengecup kening Yasinta. Yasinta tidak mempermasalahkan nya karena ia harus segera masuk ke dalam rumah. Takut jika Pradana mengetahui dirinya datang diantar oleh seorang laki-laki.
" Baru pulang?" kata suara laki-laki yang saat ini berada di ruang tengah. Yasinta sangat terkejut. Yasinta bersalaman dan mencium punggung suaminya itu.
" Kamu mandilah dulu! Aku tidak ingin mencium bau laki-laki itu lagi." kata Pradana. Yasinta terkejut dan membulat matanya. Pradana mulai melembutkan sikapnya dan bahasa nya.
" Mandilah sayang! Maaf aku emosi! Aku akan membuatkan kamu minuman hangat! Setelah kamu mandi aku akan mendengar semua kegiatan kamu diluar tadi. Oke?" ucap Pradana sambil menjepit kan rambut Yasinta dibelakang telinga nya.
Yasinta masuk ke kamar dan mulai. mandi sesuai perintah suaminya.
__ADS_1
" Apa yang akan aku ceritakan kepada Mas Pradana? Tidak mungkin aku ceritakan semuanya?" gumam Yasinta.