
" Apakah kamu menyukai nya, sayang?" tanya Pradana kini mulai kembali dengan aksi-aksi nya. Yasinta mele nguh dan tangan nya kini meremas dengan kasar pundak Pradana yang berada di atas nya. Suara- suara merdu dan serak keluar dari bibir mungil Yasinta. Hal itu semakin membuat Pradana memacu semangat nya hingga membuat Yasinta mencakar pundaknya yang lebar. Pradana meringis kesakitan karena cakaran Yasinta tanpa sengaja dan sadar membuat goresan di sana. Pradana semakin melajukan gerakan nya bak memainkan biolanya hingga tergoncang- guncang tubuh nan seksi milik Yasinta.
Yasinta tanpa sungkan ikut mengusap peluh keringat yang bergulir di dahi pria yang kini telah mempermainkan tubuhnya yang polos tanpa busana. Re ma san tangan Pradana lagi- lagi membuat Yasinta meng gelin jang dan men de sah. Nafasnya tidak beraturan di olah raga di atas peraduan itu. Sesekali Pradana membisikkan pelan kata- kata nakal di dekat telinga Yasinta. Yasinta menampar pelan Pradana tatkala Pradana makin nakal baik kata- kata yang terlontar maupun tindakan.
Kembali pekikan keras dan tanpa malu Pradana suarakan. Tidak perduli jika suaranya keluar dari balik pintu kamar penginapan itu. Yasinta seketika menutupi nya dengan telapak tangannya.
" Mas!" kata Yasinta pelan. Pradana terkulai lemas di atas tubuh Yasinta tanpa batas selimut diantara mereka.
" Enak?" tanya Yasinta. Pradana tersenyum lebar.
" Enak pakai banget!" sahut Pradana.
" Dasar laki-laki mesum! Tidak ada puasnya. Sudah dua kali main pun masih saja kurang." keluh Yasinta.
" Ini malam pengantin bagi kita, sayang!" ucap Pradana bercanda. Yasinta menarik hidung Pradana yang masih berada di atas Yasinta.
" Berat, mas! Jangan di atas ku terus!" keluh Yasinta. Pradana kini berbaring di sebelah Yasinta dan kini mendekapnya erat sebelum mencium kening Yasinta dengan lembut.
" Terima kasih, kamu membuat aku bahagia." ucap Pradana. Yasinta hanya menghela nafasnya.
" Aku akan membelikan mobil sport untuk kamu setelah pulang dari sini. Kamu ingin warna apa, sayang?" kata Pradana kali ini seperti sedang merayu Yasinta. Yasinta mulai berpikir.
" Bagaimana kalau putih, mas! Bukankah itu sangat keren dan elegan sekali kan?" jawab Yasinta. Pradana kini malah mengangkat tubuh Yasinta hingga posisi nya berada di atas tubuhnya.
" Satu kali main dan kamu mendominasi aku. Besok mobil sport itu langsung diantar dan tiba di depan rumah kita." ucap Pradana sambil tersenyum nakal. Yasinta membulat matanya.
" Tapi? Bukannya tadi kamu baru selesai dengan pelepasan kamu, mas? Apakah tidak ada capeknya sih kamu, ini mas?" keluh Yasinta. Kini Pradana malah kembali meraup dan membungkam bibir Yasinta hingga tidak bisa ngoceh dan berkeluh kesah. Kini yang ada hanyalah ciuman yang saling bertukar saliva antara Pradana dan Yasinta.
__ADS_1
Benar saja, kali ini Yasinta sudah menguasai Pradana. Pradana lah yang menuntun Yasinta melakukan semua itu. Pradana kini menge rang, me nge luh, danen de sah. Matanya terpejam dan Pradana merem me lek karena pelayanan dari Yasinta. Hingga Yasinta kini mulai mendominasi dan bergerak melajukan permainan nya. Dari pelan hingga kecepatan nya makin cepat. Pradana makin berisik. Yasinta tersenyum dan kini fokus dalam permainan nya hingga Yasinta kali ini menyerah ketika dirinya merasakan puncaknya.
" Kamu puas, sayang?" tanya Pradana sambil tersenyum. Pradana mengecup kening itu.
Yasinta malu- malu karena baru kali ini dia mendominasi dan wajahnya dilihat Pradana ketika dalam pelepasan nya.
" Jadi ini nanya adil bukan? Tidak hanya aku yang merasakan nikmat itu. Namun kamu juga harus merasakan nya. Karena kamu adalah wanita ku. Kamu adalah istri aku. Jangan lagi malu dan sungkan jika menginginkan ini lagi yah, sayang." kata Pradana tanpa sensor. Yasinta masih malu- malu dan kini membenamkan Kepala nya di bawah ketiak Pradana.
" Aku lapar!" keluh Pradana. Yasinta tersenyum.
" Mau makan apa, mas?" tanya Yasinta.
" Kita keluar yuk! Kita jalan- jalan dan menikmati. pusat kota ini." ajak Pradana.
" Sekalian beli oleh-oleh buat mama papa yah!" kata Yasinta. Pradana mengangguk pelan.
" Ayo, mandi dan cepatlah!" kata Yasinta sambil menarik tangan Pradana untuk bangun dari peraduan itu.
" Aku ingin punya banyak anak itu dari sini, sayang!" ucap Pradana lagi.
" Kamu menyukai anak kecil yah?" tanya Yasinta.
" Tentu saja, apalagi anak itu adalah darah daging aku." sahut Pradana. Kini keduanya kembali membersihkan diri di kamar mandi sebelum jalan- jalan menikmati kota itu.
*******
Setelah mereka mandi dan berganti baju. Kini mereka sudah ada di dalam mobilnya. Pradana mengajak jalan- jalan Yasinta di kota itu.
__ADS_1
" Mobilnya sudah aku pesan kan. Besok ketika kita sampai di rumah, kamu sudah bisa melihat mobilnya." kata Pradana. Yasinta melongo dan tidak menyangka kalau Pradana seserius ini.
"Benarkah? Ah kamu pasti bercanda kan, mas?" tanya Yasinta masih tidak percaya. Yasinta mengira, Pradana hanya merayunya dan menggoda nya saja.
" Ini lihat kalau tidak percaya!" kata Pradana sambil menyerah kan ponsel nya bahwa Pradana sudah menghubungi pihak showroom mobil yang hendak dibeli sesuai keinginan Yasinta. Yasinta membaca chat itu dan juga gambar mobil yang telah dikirimkan dari pihak showroom mobil itu. Yasinta meringis.
" Ini benar? Kamu tidak sedang membohongi aku kan, mas?" tanya Yasinta lagi. Pradana tersenyum melihat Yasinta yang begitu bahagia nya memiliki mobil sport baru itu. Yasinta mencium pipi suaminya itu.
" Terimakasih ya, mas! Ini mobil paling aku sukai saat ini. Tapi, bagaimana dengan tabungan kamu, mas? Pasti habis gara- gara membelikan mobil sport ini untuk aku yah." kata Yasinta. Pradana tertawa terbahak- bahak.
" Kamu kira aku ini akan menjadi miskin jika sudah membelikan satu mobil sport untuk mu?" ujar Pradana. Yasinta melongo saja.
" Sombongnya!" sahut Yasinta kembali mencium Pradana yang sedang menyetir mobilnya itu.
" Terimakasih yah, mas!" kata Yasinta lagi. Pradana tersenyum jahil.
" Itu tidak gratis loh!" kata Pradana mulai tersenyum jahil. Yasinta kembali manyun mulutnya.
" Pasti mesum lagi nih buntut nya." sahut Yasinta. Pradana tertawa terbahak.
" Nah, itu kamu sudah tahu." ucap Pradana nakal.
" Besok saja! Hari ini pulang dari jalan- jalan istirahat dan bobok. Oke?" kata Yasinta meminta penawaran.
" Baiklah!" sahut Pradana sambil terkekeh.
" Dasar! Tidak ada bosen- bosen nya gituan melulu loh!" keluh Yasinta.
__ADS_1
" Loh, enak kok dilarang sih?" goda Pradana sambil mengusap rambut Yasinta. Yasinta masih melihat gambar mobil sport yang akan dibelikan oleh suaminya itu.
" Jangan lagi main balapan loh! Aku tidak suka kalau kamu main bahaya gitu." protes Pradana.