JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
TIDAK PERCAYA


__ADS_3

Padahal wanita yang sedang menjalani operasi itu adalah Madu nya. Tetapi Yasinta seolah tidak ada perasaan membenci atau iri dengan Madu nya. Apakah ada wanita seperti itu?


Yasinta! Kamu wanita hebat. Namun juga bodoh. Pikir Naufal.


*******


Dua orang keluar dari ruangan operasi. Salah satunya seorang laki-laki dengan perawakan tinggi besar dan masih terbilang sangat muda. Dengan raut wajah yang letih, sedih dan kecewa mendatangi keluarga Pradana. Semua panik dan khawatir akan kabar apa yang akan disampaikan oleh dokter itu. Pradana dengan cepat berlari mendekati dokter itu. Lain halnya dengan Naufal masih tetap duduk jauh mengamati gerak- gerik mereka semuanya. Yasinta juga terlihat begitu panik ingin segera mengetahui keadaan ibu dan bayinya.


Terlihat mama, papa mertua Yasinta dan juga Yasinta kembali duduk lemas. Mereka duduk terlihat lesu dan murung setelah dokter itu memberi informasi dan kabar dari hasil operasi tersebut. Pradana terlihat berteriak histeris dan mulai mendobrak pintu ruangan operasi yang masih ditutup itu. Naufal segera berlari menahan amarah dan emosi Pradana yang meluap itu.

__ADS_1


Mandala meninggal dunia dan tidak bisa diselamatkan. Namun ada sedikit kelegaan bayi Mandala masih bisa diselamatkan. Pradana masih dikendalikan oleh Naufal. Pradana masih histeris akan kepergian istrinya, Madu dari Yasinta. Yasinta juga ikut menangis bersama mama mertuanya. Ini sungguh tidak disangka oleh mereka. Mandala meninggal dunia ketika sedang berjuang melahirkan putrinya. Iya, bayi itu berjenis kelamin perempuan.


Naufal tidak banyak berucap menenangkan Pradana. Sampai Pradana akhirnya duduk lemas di kursi itu sambil menarik rambutnya. Kemarahan nya saat ini ditujukan pada dirinya sendiri.


" Tenang Pradana! Yang sabar nak!" ucap papa Pradana yang saat ini duduk mendekati Pradana.


Ketika orang dari keluarga Mandala masih duduk tenang sambil menunggu dari keluarga Pradana menyampaikan keadaan Putrinya. Kepanikan masih terlihat sangat jelas dari wajah mertua Yasinta dan juga Pradana. Bagaimana mereka harus menyampaikan perihal itu kepada mereka bahwa putrinya dan juga kakaknya itu sudah meninggal dunia dan tidak bisa diselamatkan. Mandala meninggal karena berjuang ketika melahirkan putrinya.


Orang tua Mandala tidak sabar melihat wajah panik atas besan dan mantunya itu. Mereka mendekati Yasinta yang saat ini duduk mendekati Naufal. Tentu saja mereka mengenal Yasinta, istri pertama dari Pradana yang ikut mengijinkan dan memberi restu pernikahan suaminya dengan Mandala, putrinya itu.

__ADS_1


" Nak! Bagaimanapun kabar adik kamu, nak?" tanya ibu yang sudah setengah baya itu beserta laki-laki sudah berumur.


Naufal menatap orang tua itu yang bertanya pada Yasinta penuh hormat dan seolah mempercayai Yasinta ikut menjaga putri nya seperti adiknya Yasinta. Ini benar-benar luar biasa untuk Yasinta. Nilai lebih bagi wanita ini.


Yasinta menatap ke arah Naufal. Yasinta seolah meminta Naufal menyampaikan semua kebenarannya. Yasinta tidak sampai hati jika harus menyampaikan hal itu pada orang tua Mandala. Akhirnya Naufal angkat bicara kepada orang tua Mandala setelah mempersilahkan kedua orang tua itu duduk tenang. Setelah nya Naufal menjelaskan semuanya.


Menangis? Terkejut? Tidak percaya? Tentu saja kedua orang tua itu belum percaya dengan semua yang didengar nya. Namun sampai akhirnya ruangan operasi itu telah terbuka pintunya membawa jenazah Mandala untuk dimandikan di ruang mayat.


Suara jeritan, tangisan teriakan memenuhi ruangan itu. Ini sudah takdir. Ini sudah kehendak Nya.

__ADS_1


__ADS_2