JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
DI RUMAH SAKIT


__ADS_3

" Kamu dimana? Mandala mau lahiran nih. Kamu bantu jagain dia dulu yah!" kata laki-laki diseberang sana yang tidak lain adalah Pradana.


" Baik! Di rumah sakit mana?" tanya Yasinta. Naufal yang mendengar menjadi kepo. Lalu ikut duduk.


" Di rumah sakit Xx." jawab Pradana.


" Baik! Sebentar lagi aku ke sana!" kata Yasinta akhirnya.


" Siapa?" tanya Naufal setelah panggilan suara masuk itu terputus.


" Dari suami aku. Istrinya melahirkan." jawab Yasinta.


" Kamu mau aku antar atau gimana?" tanya Naufal.


" Tidak usah! Nanti suami aku berpikir, kalau dua hari aku tidak pulang ini karena aku sudah selingkuh dengan kamu." sahut Yasinta. Naufal langsung menarik hidung Yasinta.


" Baiklah! Sudah mandi sana!" suruh Naufal.


" Mandi pun juga tidak dicium suami aku." sahut Yasinta.


" Ya sudah! Nanti habis mandi biar aku yang cium kamu. Bagaimana?" goda Naufal.


" Ogah! Kamu bau jigong!" sahut Yasinta sambil berjalan menuju kamar mandi di kamar itu.


*******


Yasinta sudah selesai dari mandinya. Dengan sedikit polesan di wajahnya, Yasinta mulai bersiap meninggalkan kamar khusus milik Naufal itu. Yasinta hendak meninggalkan hotel and resort kepunyaan laki-laki tampan berstatus duda tanpa anak yang saat ini memandangi Yasinta tanpa berkedip.


" Aku biar mengantar kamu, Yasinta!" kata Naufal sambil mengambil kunci mobilnya juga.

__ADS_1


" Tidak perlu! Aku kan bawa mobil juga." tolak Yasinta.


" Sudahlah! Aku biar antar kamu ke rumah sakit dan mobilmu biar disini saja." kata Naufal seperti memaksa.


" Tapi Naufal! Suami aku jika melihat kamu menemani aku di rumah sakit bagaimana? Dia pasti mengira kalau kita ada hubungan spesial. Terus kalau dia cemburu bagaimana?" ucap Yasinta yang sangat keberatan jika Naufal hendak menemani nya ke rumah sakit. Naufal malah tertawa terbahak- bahak.


" Hahaha.. bukankah suami kamu tidak menganggap kamu itu isterinya? Mana ada dia punya cemburu jika dia bilang hanya mencintai istri muda nya itu. Maksudnya madu kamu." ucap Naufal seolah membuat Yasinta tersadar.


" Benar juga apa katamu! Baiklah, kalau kamu ingin ikut aku ke rumah sakit. Tapi Naufal, bagaimana pekerjaan kamu?" tanya Yasinta.


" Tenang saja! Ada banyak karyawan dan asisten kau disini. Hotel dan restoran ini tidak akan bermasalah tanpa kehadiran aku satu hari saja." kata Naufal.


" Baiklah!" sahut Yasinta sambil mengikuti langkah Naufal yang lebih dahulu ngacir menuju parkiran khusus.


" Naiklah, Yasinta!" suruh Naufal setelah sampai diparkiran dimana mobilnya ada di sana. Naufal membukakan pintu samping untuk Yasinta.


" Ini terlihat manis sekali Naufal! Kamu seperti kekasih aku yang pura-pura nya memberikan perhatian padaku dengan segala modusnya." kata Yasinta sambil terkekeh.


" Selama ini aku kok tidak pernah mendapatkan perlakuan manis itu yah, mungkin aku terlihat seperti wanita mandiri dan seorang laki-laki menganggap aku wanita tangguh.. Hahaha." kata Yasinta sambil menatap ke depan.


" Nanti biar aku saja yang akan memberikan perlakuan manis itu kepada kamu, seperti tadi contohnya. Biar kamu tidak merasa menjadi wanita yang tidak pernah merasakan perhatian manis dan penuh cinta itu." kata Naufal sambil terkekeh.


" Sikap mu terlalu dibuat- buat kepadaku. Itu malah membuat aku geli dan mau mual aja perut aku." sahut Yasinta. Keduanya jadi terpingkal- pingkal.


*******


" Di rumah sakit ini kan?" tanya Naufal setelah mobilnya sudah berada di depan rumah sakit yang bertuliskan nama sesuai instruksi Yasinta.


" Iya, benar!" jawab Yasinta sambil melihat kanan dan kiri memastikan bangunan rumah sakit itu benar adanya. Rumah sakit dimana ada Mandala dan Pradana di sana.

__ADS_1


" Sebentar! Aku parkir kan dulu mobil yang super mahal, keren, terkece badai ini." ucap Naufal sambil melirik ke arah Yasinta. Yasinta mencubit lengan Naufal. Naufal meringis menahan sakit karena cubitan Yasinta kecil namun pedas.


Ponsel Yasinta kembali bergetar. Yasinta dengan cepat mengangkat panggilan suara masuk di ponsel nya itu. Naufal melirik ke arah Yasinta yang mulai berbicara dengan orang yang menghubungi dirinya.


" Siapa?" tanya Naufal.


" Suami aku! Suami aku bilang, aku disuruh cepat ke rumah sakit. Istrinya, eh Mandala ada masalah serius di kandungannya. Semua keluarganya Mas Pradana sudah ada di sana." cerita Yasinta panik.


" Ada masalah di kandungan Madu kamu?" tanya Naufal.


" Iya! Tapi orang tua Mandala masih dalam perjalanan ke rumah sakit, soalnya mereka rumah nya diluar kota ini." cerita Yasinta.


" Kamu tenang saja dan berdoa. Berdoa untuk kebaikan dan keselamatan Madu kamu itu." kata Naufal memenangkan Yasinta.


" Iya, Naufal! Naufal, kamu yakin kamu akan menemani aku ke rumah sakit dan bertemu keluarga besar suami aku? Nanti... nanti..." kata Yasinta ragu- ragu.


" Tidak apa- apa! Aku sekarang ingin melindungi kamu. Mendengar cerita kamu kemarin itu rasanya aku ingin membuka mata suami kamu itu kalau kamu adalah istri yang baik dan sabar. Aku sungguh tidak rela kamu dalam posisi seperti ini. Aku geregetan dengan kamu, kenapa juga bertahan dengan suami kamu itu kenapa tidak minta cerai dan aku bisa menikahi kamu." ucap Naufal sambil melirik ke arah Yasinta.


" Naufal! Jangan bercanda seperti ini dong!" sahut Yasinta.


*******


Yasinta sudah duduk di ruang tunggu bersama mama, papa mertuanya. Tidak jauh dari tempat duduk itu ada Pradana yang terlihat panik dan penuh kekhawatiran. Pradana mondar-mandir menunggu operasi di ruangan itu yang di dalamnya ada Mandala sedang berjuang. Naufal duduk tidak jauh dari mereka. Naufal diam- diam mengamati dan melihat keluarga besar suami Yasinta itu.


Memang Yasinta terlihat begitu disayangi oleh mama, papa mertuanya walaupun Pradana terlihat sangat tidak perduli dengan keberadaan Yasinta. Hal ini yang membuat miris hati Naufal ketika melihat pemandangan itu. Ditambah adanya Naufal di sana ketika datang bersama Yasinta pun, suaminya terlihat cuek dan masa bodoh. Tidak ada cemburu di hatinya. Ini benar-benar Yasinta seperti orang lain bagi Pradana. Kenapa Yasinta bisa bertahan sampai berbulan-bulan bersama pria itu kalau tidak dianggap dan mungkin disentuh oleh suaminya.


" Jangan-jangan Yasinta masih perawan?" pikir Naufal sambil tersenyum sendiri. Yasinta melemparkan pandangannya ke Naufal. Naufal melemparkan senyuman nya wanita itu.


" Wanita ini selalu peka kalau sedang diperhatikan." pikir Naufal sambil tersenyum melihat Yasinta. Namun Yasinta terlihat ikut panik dan khawatir juga akan keselamatan Madunya dan bayi nya itu.

__ADS_1


Padahal wanita yang sedang menjalani operasi itu adalah Madu nya. Tetapi Yasinta seolah tidak ada perasaan membenci atau iri dengan Madu nya. Apakah ada wanita seperti itu?


Yasinta! Kamu wanita hebat. Namun juga bodoh. Pikir Naufal.


__ADS_2