JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
MUNGKIN SUDAH JODOHNYA


__ADS_3

" Maaf, Fal! Aku harus kembali pulang!" kata Yasinta. Naufal seperti enggan dan terasa berat jika Yasinta bergegas pulang dan meninggalkan dirinya. Berapa Naufal merasa jika hubungan nya dengan Yasinta tidak pernah mulus. Ketika Yasinta sudah berencana menggugat perceraian dengan Pradana. Kini diluar dugaan, Yasinta mengandung anak Pradana. Sehingga Yasinta mulai bimbang dan ragu akan keputusan nya untuk mengakhiri hubungan dan statusnya sebagai istri Pradana. Ditambah dengan sikap Pradana yang semakin sabar dan penuh perhatian dengan nya.


" Yasinta! Apakah kita tidak akan menikah? Apakah aku harus memupus semua harapan ku untuk memiliki kamu lagi?" ucap Naufal dengan putus asa. Harapan nya untuk segera menikah dengan Yasinta hanyalah hisapan jempol belaka.


Yasinta menatap nanar ke arah Naufal. Yasinta benar- benar dalam kebingungan. Ada perasaan bersalah menyelimuti dirinya dan ada rasa bimbang. Namun Yasinta lebih cenderung merasakan tidak pantas jika harus bersama dengan Naufal sedangkan dirinya saat ini sudah berbadan dua. Dirinya telah hamil dan mengandung anak dari Pradana. Ini mungkin saja takdir yang harus Yasinta jalani. Dan mungkin saja ini akan membuat Yasinta sadar jika dirinya harus bertahan dengan pernikahan nya bersama dengan Pradana. Pernikahan karena perjodohan dan kesepakatan antara kedua orang tuanya dengan orang tua Pradana.


" Aku bukan wanita yang sempurna, Fal! Mungkin saja aku harus memaksakan diri untuk menjauh dari kehidupan kamu." kata Yasinta.


" Aku adalah istri Pradana dan kini sudah mengandung anaknya. Ini sungguh tidak adil untuk kamu jika aku harus memaksakan kehendak untuk bersama dengan kamu. Aku akan egois dengan keputusan ini. Mungkin ini terjadi supaya aku lebih sadar diri bahwa kenyataan nya aku masih istri orang dan tidak pantas menjalin hubungan dengan laki-laki manapun. Maaf, Fal! Aku telah menyakiti kamu dan mungkin saja telah menyakiti Pradana." ucap Yasinta.


" Tapi aku benar-benar menerima kamu apa adanya, Yasinta! Kamu tidak bisa bertahan hanya lantaran kamu sedang mengandung anak Pradana. Sedangkan hati kecil kamu ingin lepas dari Pradana dan ingin mewujudkan kebahagiaan itu bersama dengan aku." ujar Naufal serius. Kali ini Naufal meraih pergelangan tangan Yasinta dan menggenggam tangannya dengan erat.


" Maaf, Fal! Aku tidak bisa! Sungguh! Aku akan fokus dengan kehamilan ini. Anak ini tidak akan aku jauhkan dengan ayah kandungnya." kata Yasinta.


" Apakah sejatinya kamu sudah menyadari kalau kamu sudah terbiasa dengan Pradana? Dan mungkin aku hanya selingan kamu saja?" kata Naufal. Yasinta menarik tangannya dari genggaman Naufal.


" Maaf, Fal! Aku... aku... " ucap Yasinta masih dalam kebimbangan dan keraguan.


" Baiklah! Aku akan mengantarkan kamu kembali pulang!" kata Naufal. Namun sebelum itu Naufal telah memeluk Yasinta seolah pelukan itu adalah pelukan yang terakhirnya. Yasinta pasti akan berpikir akan bertahan dengan pernikahannya dengan Pradana, apalagi nanti jika anaknya itu lahir. Yasinta akan mementingkan keutuhan rumah tangganya itu dan akan melupakan segala kepahitan dan kekecewaan nya dimasa lalu.


" Aku minta maaf, Fal! Aku seperti mempermainkan perasaan kamu." kata Yasinta lirih.


" Aku mengerti!" sahut Naufal sambil memegang kedua pipi kanan kiri Yasinta. Mata itu saling beradu.

__ADS_1


" Aku memahami kamu, Yasinta! Kamu adalah wanita baik dan tentu saja kamu akan menjadi ibu yang penuh perhatian dan tanggung jawab." ujar Naufal.


" Yang terpenting kamu dan anak kamu sehat. Kamu bisa merasakan kebahagiaan itu walaupun tanpa bersama aku. Aku yakin, Pradana sudah berubah. Aku cukup lega dengan itu, Yasinta. Percayalah, suami kamu sudah benar-benar mencintaimu dan menyayangi kamu. Aku tidak ingin menjadi pria egois untuk semua ini." kata Naufal. Yasinta mulai mengerti.


" Benar! Pradana sudah berubah tidak seperti awal aku mengenalinya dulu. Dia menyayangi aku dan selalu mengkhianati keadaan aku." sahut Yasinta.


" Tapi bagaimana dengan kamu, Fal?" tanya Yasinta.


" Jangan perduli kan aku! Aku akan selalu baik- baik saja dan ikut bahagia jika kamu telah mendapatkan kebahagiaan itu bersama orang yang mencintaimu dengan tulus." sahut Naufal.


" Terimakasih Naufal!" kata Yasinta.


*******


Setibanya di rumah kediaman Yasinta. Yasinta turun dari mobil milik Naufal. Naufal mengikuti langkah Yasinta dan ingin mengantarkan Yasinta di depan pintu rumah itu.


" Tidak apa!" sahut Naufal. Naufal ingin tahu reaksi Pradana jika saat ini melihat dirinya dan Yasinta kembali setelah berkencan.


Benar saja di depan pintu utama rumah itu sudah berdiri Pradana menyaksikan Yasinta dengan Naufal berjalan beriringan masuk ke halaman rumahnya. Ada sesak dan kecemburuan yang membuncah. Perasaan tidak rela jika wanita nya dekat dan sangat ramah dengan laki-laki lain. Namun Pradana tidak bisa berbuat banyak. Pradana berusaha menahan segala amarah dan rasa kecemburuan itu. Karena rasa sesak itulah, Pradana akhirnya masuk ke dalam dan tidak ingin melihat dan menyaksikan pemandangan itu. Pemandangan dimana Yasinta bisa tersenyum dan tertawa lepas dengan Naufal. Sedangkan Naufal penuh perhatian dengan Yasinta.


" Kamu hati- hati, Yasinta! Jaga kesehatan kamu dan janin dalam perut kamu!" ucap Naufal.


" Terimakasih Fal! Kamu juga jaga kesehatan yah! Dan satu lagi, setelah ini kamu jangan minum lagi yah!" ucap Yasinta.

__ADS_1


" Bagaimana aku tidak minum? Hatiku saat ini sedang sedih. Pernikahan bersama dengan kamu akhirnya harus aku singkirkan dalam pikiran dan harapan ku. Karena kamu sudah memutuskan untuk mencabut gugatan cerai itu. Dan kamu saat ini fokus dengan kehamilan kamu dan berusaha mempertahankan pernikahan itu dengan Pradana." pikir Naufal.


" Ini seperti halnya aku akan mendapatkan hadiah namun hadiah itu hilang digenggaman aku." pikir Naufal.


" Naufal!" panggil Yasinta mengagetkan lamunan Naufal.


" Eh, iya!" sahut Naufal.


" Berjanjilah kalau kamu sepulang dari sini, tidak minum." kata Yasinta.


" Dikit aja, boleh kan?" tawar Naufal.


" Tidak!" sahut Yasinta dengan membulat matanya.


" Dikit aja, boleh kan?" tawar Naufal kembali.


" Naufal! Apakah kamu saat ini sudah kecewa dengan aku karena aku tidak jadi menggugat perceraian dengan Pradana?" tanya Yasinta. Naufal hanya diam.


" Bagaimana aku tidak kecewa, Yasinta! Aku sudah terlanjur berharap dan aku sudah terlanjur senang akan segera menikah dengan kamu. Tapi kenyataan nya? Ah sudahlah!" batin Naufal.


" Baiklah, hanya satu botol saja yah! Jangan lebih dari satu botol. Oke!" kata Yasinta. Naufal tersenyum lalu bernafas lega.


" Baiklah, aku pulang, Yasinta!" ucap Naufal.

__ADS_1


" Hati-hati dijalan, Fal!" sahut Yasinta. Naufal melemparkan senyuman nya yang dipaksakan nya.


"Apakah aku harus menelan pil pahit seperti ini? Kamu menang Pradana! Mungkin saja Yasinta adalah takdir dan jodoh kamu. Siapa yang bisa menolak takdir itu?" pikir Naufal.


__ADS_2