JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
PERTEMUAN DENGAN NAUFAL


__ADS_3

Di ruangan kantor Naufal, Naufal sudah membereskan semua berkas- berkas yang ada di atas meja kerjanya. Seharian lelah di depan layar laptop nya dan berkutat pada lembaran-lembaran laporan dari karyawan nya. Kini Naufal hendak keluar meninggalkan ruangannya itu. Namun tiba-tiba sekretaris nya datang dan masuk setelah mengetuk pintu ruangan nya.


" Ada apa Fifi?" tanya Naufal. Fifi mulai berbicara dengan hormat.


" Ada seorang wanita hendak menjumpai bapak!" kata Fifi masih belum berani menatap wajah Naufal. Naufal mengernyitkan dahinya.


" Apakah sudah buat janji dengan aku hari ini?" tanya Naufal. Fifi menggeleng dengan cepat.


" Ya sudah! Suruh pulang! Bilang saja besok saja datang lagi kemari." perintah Naufal. Fifi bergegas meninggalkan ruangan Naufal setelah pamit dengan hormat.


Di lobi dekat resepsionis, Yasinta duduk menunggu di kursi lobi hotel berbintang itu. Hotel milik Naufal, salah satu usahanya di bidang hotel dan resort nya. Fifi datang menghampiri Yasinta dan menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Pak Naufal.


" Bu! Kata bapak, ibu disuruh besok saja datang kemari lagi. Ibu harus buat janji dulu. Bapak sudah pulang jam segini." kata Fifi. Yasinta mendelik.


" Baiklah, terimakasih!" sahut Yasinta lalu berdiri dan mulai melangkah pergi meninggalkan hotel dan resort milik Naufal.


" Tumben Naufal pulang lebih awal. Mungkin kita belum berjodoh hari ini. Besok entah bisa keluar rumah apa tidak, Pradana belum tentu memberikan ijin padaku." pikir Yasinta yang saat ini sudah berdiri di halte bis depan hotel dan resort milik Naufal itu.

__ADS_1


Sebuah mobil putih membunyikan klaksonnya. Lalu berhenti tidak jauh dari halte pemberhentian bis itu.


Yasinta masih belum merasa kalau mobil yang membunyikan klaksonnya itu berniat menyapa dirinya. Dan kenyataan nya seorang laki-laki dengan perawakan tinggi besar sudah ada di dekatnya. Laki-laki itu duduk di dekat Yasinta yang saat ini duduk sambil memainkan ponselnya. Betapa setelah dirinya pergi tadi, Pradana beberapa kali chat ke ponselnya. Sepertinya antara Yasinta dan Pradana saat ini sedang berbunga- bunga selayaknya orang yang sedang berpacaran atau baru jadian saja.


" Hai! kamu di sini Yasinta? Sedang apa kamu disini?" ucap Naufal. Iya, laki-laki itu adalah Naufal.


" Mau pulang!" jawab Yasinta.


" Memangnya kamu dari mana? Kamu tidak bawa mobil kan? Bagaimana kalau aku mengantar kamu pulang saja." kata Naufal.


" Tidak perlu! Aku ingin naik bis saja." kata Yasinta.


" Dari gedung itu! Tapi sudah disuruh pulang sama presdir nya, katanya besok saja dan harus buat janji dulu dengan presdir nya." sindir Yasinta. Naufal seketika jadi terkejut lalu tersenyum karena melihat Yasinta cemberut ketika mengucapkan nya.


" Eh, maaf! Aku tidak tahu kalau itu kamu yang datang! Lagi pula tadi aku hendak pulang. Sekretaris aku tidak bilang kalau yang datang itu kamu, loh. Aku benar-benar minta maaf yah!" kata Naufal. Yasinta masih cuek bermain dengan ponselnya masih sibuk ber chating ria dengan Pradana.


" Aku duluan yah! Itu bis nya sudah datang!" pamit Yasinta. Naufal menahan Yasinta untuk masuk ke bis yang sudah lewat itu. Yasinta menarik nafas dan mulai kesal.

__ADS_1


" Kalau seperti ini aku harus menunggu bis nya datang lagi." protes Yasinta dengan cemberut.


" Nanti aku akan mengantar kamu." kata Naufal.


" Ayo masuk ke mobilku dulu. Kita makan atau minum dulu." ajak Naufal sambil menarik tangan Yasinta menuju mobilnya.


Mobil itu mulai dijalankan oleh Naufal setelah mereka masuk ke dalam. Yasinta kini menatap jalan di depannya. Sedangkan Naufal sendiri sesekali melirik ke arah Yasinta.


" Wajah kamu terlihat pucat.. Apakah kamu sakit Yasinta?" tanya Naufal. Yasinta mengusap wajahnya sendiri yang tadi tidak sempat bermake-up kembali karena ketika ke kantor Pradana dirinya tidak membawa peralatan make up. Sedangkan di sana, dirinya mandi setelah melakukan pertempuran yang melelahkan itu.


" Tidak, aku baik- baik saja." sahut Yasinta. Naufal masih meneliti letak perbedaan dari Yasinta.


" Kenapa? Aku tidak apa- apa kok. Aku hanya buru- buru pergi ke hotel dan resort milikmu saja. Namun ternyata presdir nya dengan sombongnya mengusir aku." kata Yasinta. Naufal kini tertawa terbahak- bahak.


" Maaf, maaf Yasinta cantik! Sebagai gantinya aku akan buat kamu kenyang dan menuruti semua kemauan kamu. Tapi tolong dimaafkan yah, aku benar-benar tidak tahu kalau tadi yang datang kamu, sayang." rayu Naufal.


" Kamu ingin apa supaya kamu tidak marah lagi dengan aku." tanya Naufal mulai merayu.

__ADS_1


" Ke resto yang menyajikan menu Parfait. Aku ingin itu saat ini." kata Yasinta kumat manjanya kalau dengan Naufal. Naufal tersenyum melihat nya.


" Siap tuan putri." sahut Naufal sambil tetap menyetir menuju kafe yang ada menu Parfait yang diinginkan tuan putri nya.


__ADS_2