JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
AKHIRNYA ADAKAN?


__ADS_3

" Yasinta!" gumam Naufal lalu berusaha mencium Yasinta. Namun Yasinta menepisnya dengan telapak tangannya.


" Aku... aku masih istri orang." ucap Yasinta merah padam dan terlihat gugup.


" Oh iya! Maaf! Aku terbawa suasana." sahut Naufal sambil mengambil selimut lalu menutupi wajahnya yang malu dan bersemu merah.


Yasinta malah terheran dengan tingkah lugu dari Naufal. Kenapa Naufal malah yang malu? Aturan Yasinta yang malu akan posisi itu. Dan ini kenapa Yasinta tidak menjadi marah ketika Naufal hendak mengecupnya? Perasaan macam apa ini?


*******


Cinta yang rumit setelah ini, jika keduanya timbul rasa nyaman dan akhirnya menyukai satu dengan yang lain.


Yasinta sudah selesai mandi sedangkan Naufal sudah duduk di kursi dengan meja yang sudah penuh dengan menu sarapan pagi. Yasinta menatap heran.


" Ini bubur yang tadi kamu minta. Makanlah!" kata Naufal sambil menyodorkan bubur ayam yang diminta oleh Yasinta tadi.


" Apakah ketika aku mandi, makanan ini diantar oleh karyawan hotel ini?" tanya Yasinta yang sebenarnya tidak perlu di jawab oleh Naufal. Namun Naufal yang sangat sabar dijawabnya dengan pelan.


" Iya! Makanlah! Duduk dengan manis, lalu makan buburnya. Jangan tidak gak habis. Ini dibeliin sama asisten aku dua porsi. Baik kan dia? Nanti kalau jumpa dengannya jangan lupa bilang terimakasih." kata Naufal masih terlihat anak- anaknya.


" Baiklah!" sahut Yasinta patuh sambil duduk di dekat Naufal.

__ADS_1


Yasinta mulai memakan bubur ayam itu dengan lahap. Sedangkan Naufal terlihat mulai menyalakan rokok nya dan menghirup secangkir kopi hitam ditangannya.


" Kamu merokok?" tanya Yasinta.


" Bukannya kemarin aku sudah merokok kan? Kenapa kamu baru bertanya sekarang? Aneh banget kamu!" ucap Naufal. Yasinta yang mendengar kata- kata Naufal barusan jadi manyun mulutnya. Naufal malah tersenyum melihat reaksi Yasinta.


" Kamu hari ini ada acara tidak?" tanya Yasinta.


Naufal malah menatap Yasinta dengan membulat matanya.


" Hem maksudnya, kamu sibuk tidak? Hem maksud aku kamu hari ini masuk kerja tidak?" tanya Yasinta malah kebingungan sendiri.


" Kalau sibuk, tidak! Kalau masuk kerja, aku pun bekerja juga bukan ikut orang. Jadi?. Kamu ingin apa dari aku? Hari ini aku siap jika kamu minta menemani kamu kemanapun." ucap Naufal.


Naufal menatap Yasinta lekat. Apakah wanita di depan nya ini akan membahayakan dirinya sendiri di sarang laki-laki yang sudah sekian lama menduda tanpa sentuhan wanita? Apakah tingkat kewaspadaan nya tidak ada? Dan lagipula, diakan masih berstatus istri orang. Apa kata karyawan yang lain jika mengetahui hal ini. Seorang pemilik hotel ternama telah membawa lari istri orang. Apa kata orang jika punya pikiran seperti itu.


" Apakah tidak lebih baik kamu pulang ke rumah, Yasinta! Kasihan suami kamu jika dia bingung mencari keberadaan kamu." sahut Naufal.


" Tetapi nyatanya dia tidak menghubungi aku sama sekali. Ini sudah sangat jelas kalau dia tidak menghiraukan aku. Dia tidak peduli dengan aku." kata Yasinta.


" Tetapi aku peduli dengan kamu, Yasinta!" sahut Naufal.

__ADS_1


" Apakah kamu tidak mau menolong aku?" tanya Yasinta.


"Bukan seperti itu! Ini tidak baik buat kamu dan aku juga tentunya. Kamu masih istri orang. Aku juga tidak mau membuat kamu repot nanti. Atau bagaimana kalau aku mengantar kamu pulang ke rumah?" ucap Naufal asal.


" Itu malah menjadi ribet, Naufal!" sahut Yasinta.


" Jujur! Aku senang jika kamu disini. Namun aku takut jika aku malah berbuat nakal kepadamu. Aku kan laki-laki normal Yasinta. Imanku mungkin kuat. Namun imron aku?" kata Naufal.


Yasinta terkekeh mendengar Naufal berbicara jujur.


" Baiklah! Maaf aku malah menyusahkan kamu. Baiklah aku akan pulang!" kata Yasinta dengan berat.


" Kamu itu aneh Yasinta! Awalnya aku ajak gak mau tapi ini malah berat hati mau pulang. Jangan- jangan kamu sudah mulai menyukai aku yah?" ledek Naufal.


Yasinta yang mendengarnya kembali manyun dan tangannya dengan cepat mencubit Naufal.


" Sakit, Yasinta!" teriak manja Naufal. Yasinta malah mengulangi lagi cubitan nya.


" Kamu kalau mencubit aku lagi, aku bisa nekat mencium kamu loh!" sahut Naufal.


" Eh???" Yasinta membulat matanya.

__ADS_1


" Yasinta! Aku paham jika kamu masih banyak masalah dengan suami kamu. Namun Kamu harus berani menghadapi semuanya. Jika kamu tidak bisa mempertahankan rumah tangga kamu, kamu bisa menyudahi nya. Dan jika kamu terhimpit masalah, datanglah padaku dan bercerita lah kepadaku. Aku akan menjadi sahabat untuk kamu, Yasinta." kata Naufal serius.


Yasinta diam.. Kembali. matanya berkaca- kaca karena harus teringat kembali akan posisi nya di rumah nanti jika ia pulang ke rumah suami nya itu.


__ADS_2