JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
BELAJAR MENCINTAI


__ADS_3


Aku seperti pengganti ketika yang ada itu sudah tiada. Aku seolah sebagai pelengkap ketika yang hadir dulu itu lenyap. Namun kenyataan nya aku sudah ada sebelum dia ada. Walaupun keberadaan ini seperti tidak nyata dan ada seolah bayangan yang mengikuti langkah.


Apakah ini keserakahan ketika kamu harus melengkapi semua yang hilang dari sisi mu. Menghadirkan aku sebagai memenuhi ingin mu. Namun betapapun alasan dari semua itu, aku masih resmi milikmu. Pengabdian dan bakti itu harus tetap aku tunaikan sebagai wanita yang sudah resmi di sebut istri mu.


*******


Pradana dan Yasinta masih terpejam matanya. Mereka masih terbuai dalam alam mimpinya setelah semalam mulai membuka segel yang sudah lama terbungkus dengan sangat rapi tanpa pernah disentuhnya. Wanita itu kini terbenam dalam dekapan laki-laki yang hampir satu tahun ini dingin dan tidak menganggap nya sebagai istri. Namun kenapa tiba-tiba tadi malam sikapnya menjadi berubah penuh kelembutan dan kasih sayang. Apakah ini adalah sifat asli dari laki-laki itu?.


Yasinta kini membuka matanya. Dirinya sedikit terkejut akan posisi nya saat ini yang di dekap laki-laki begitu erat. Laki-laki itu adalah pria yang sudah menikahi nya selama hampir satu tahun ini. Tangan Pradana itu memeluk tubuh Yasinta seolah memberikan kehangatan setelah usai melakukan pertempuran semalam. Pelan- pelan Yasinta melepaskan tangan yang memeluk dirinya. Yasinta mulai menyingkapkan selimut nya dan mulai berjalan ke kamar mandi sambil menyerobot handuk besarnya karena saat ini dirinya benar-benar masih polos sama dengan laki-laki yang masih tidur dengan pulas nya. Yasinta masih merasakan nyeri di daerah kewanitaan nya. Namun itulah yang sebenarnya kalau dirinya nyatanya masih perawan dan baru dibuka segelnya semalam oleh laki-laki yang belum tentu mencintai dirinya namun sudah menikahi dirinya sejak lama. Namun Yasinta sudah tidak perduli lagi, bagi nya dirinya menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri yang tidak akan menolak jika suaminya meminta dan menuntut hubungan seperti itu.

__ADS_1


Tanpa di sadari, Yasinta menikmati pergulatan panjang yang mengeluarkan peluh dan keringat itu. Dirinya memang mengagumi dan terpesona dengan laki-laki dingin yang sudah menikahi dirinya sudah lama. Walaupun laki-laki itu sering menyakiti dirinya karena memang belum mencintai dirinya sepenuhnya. Apa yang dilakukannya adalah semaunya saja tanpa memperdulikan perasaannya. Namun sudahlah, itu sudah berlalu, pikirnya.


Yasinta mulai mandi di bawah shower kamar mandi itu. Hari ini dia akan memulai membuka lembaran baru. Berusaha melupakan semua yang pernah membuatnya kecewa. Karena semua adalah takdir yang harus ia jalani ketika harus memulai hidup berumah tangga bersama laki-laki yang belum dia kenalnya. Laki-laki yang sesuai amanah adalah calon suaminya yang sudah dijodohkan oleh orang tuanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, Yasinta harus menjalani semua. Toh dirinya sudah mulai menyukai laki-laki tampan dan berbadan bagus itu. Walaupun pria itu mungkin saja belum mencintai dirinya.


Setelah membersihkan dirinya, Yasinta keluar dari kamar mandi itu masih berbalut kan handuk besarnya. Pradana sudah membuka matanya dan melemparkan senyuman nya kepada Yasinta.


" Kamu sudah mandi?" tanya Pradana lalu turun dari kasurnya dan mendekati Yasinta. Yasinta tiba-tiba melihat noda merah di sprei warna biru muda itu.


" Kamu masih perawan yah?" bisik Pradana lalu mendekap kembali Yasinta yang sudah segar sehabis mandi.


" Aku sudah mandi, mas!" kata Yasinta pelan. Pradana tersenyum malah mulai mendekati leher Yasinta yang wangi dan segar karena sabun. Pradana mulai mencium leher Yasinta dan menyesapnya begitu lama di sana hingga meninggalkan tanda cinta di sana. Yasinta sesaat memejamkan mata dan mulai badannya kembali memanas.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menjaganya untuk aku." bisik Pradana lembut kembali Pradana menuntut lebih pada Yasinta. Yasinta tidak bisa menghindari nya karena Pradana saat ini sudah membimbing Yasinta kembali ke peraduannya.


Seolah seperti pengantin baru keduanya akhirnya terbenam dalam lautan asmara yang tidak ingin di ganggu oleh sinar mentari yang mulai tinggi. Hingga permainan itu terjadi cukup beberapa lama dan mereka sama- sama terkulai lemah. Pradana kembali merengkuh Yasinta dalam pelukan nya.


" Mas, sudah siang. kamu tidak ke kantor?" tanya Yasinta. Pradana melihat jam di dinding menunjukan jam tujuh,


" Sebenarnya aku enggan ke kantor. Tapi, Kamu ikutlah aku bersama aku ke kantor, yah!" ucap Pradana yang membuat Yasinta mengernyit kan dahinya.


" Maaf, selama ini aku belum pernah mengajak kamu dan mengenalkan kamu pada karyawan ku. Ikutlah bersama aku dan temani aku bekerja hari ini. Oke." ucap Pradana memohon. Pradana tanpa berpikir panjang menuntun Yasinta ke kamar mandi bersama dirinya. Namun Yasinta seolah ragu- ragu jika masuk bersama Pradana di kamar mandi. Pradana tersenyum nakal.


" Jangan khawatir! Ini benar-benar hanya mandi, Yasinta." ucap Pradana seolah mengetahui isi pikiran Yasinta.

__ADS_1


__ADS_2