
" Mandala! Aku keluar dulu yah!" kata Yasinta dengan membawa tas kecilnya.
Penampilannya kali ini seperti gadis remaja yang bebas dan energik. Yasinta membawa mobilnya pelan- pelan. Dirinya tidak ingin lagi terpenjara dalam permasalahannya. Dia ingin mencari kesenangan juga. Selama ini dirinya sudah menjadi wanita yang lurus- lurus saja dan patuh akan aturan. Namun selama menikah Yasinta seperti terkurung dalam situasi permasalahan yang rumit namun tidak ada jalan penyelesaian nya kecuali perpisahan atau perceraian itu sendiri. Namun dirinya belum sanggup untuk menyandang status janda itu dan lepas dari Pradana. Sejujurnya hatinya sudah mulai berharap terhadap Pradana bisa menerima dirinya dan menyayangi dirinya seutuhnya. Walaupun cinta Pradana terbagi dengan Mandala. Namun kenyataan nya Pradana tipe laki-laki yang tidak mau berbagi. Ketika dirinya jatuh hati terhadap wanita, hanya dialah yang menjadi ratu dan tuan putri bagi dirinya.
Ponsel Yasinta berbunyi. Panggilan masuk itu membuyarkan lamunan Yasinta. Yasinta menepikan mobilnya hanya sekedar menerima panggilan masuk di ponselnya itu. Memang Yasinta tidak ada tujuan ke suatu tempat kepergian nya kali ini. Dirinya hanya ingin mencari suasana baru supaya kesedihan yang mengekangnya bisa sedikit hilang dari benaknya.
" Halo!" sapa Yasinta setelah memarkirkan mobilnya di tepi.
" Kamu lagi ngapain?" tanya suara laki-laki diseberang sana.
" Ini lagi di jalan! Kamu dimana?" ucap Yasinta malah balik bertanya.
" Aku di hotel!" kata laki-laki itu yang tidak lain adalah Naufal.
" Oh!" sahut Yasinta.
" Aku bisa main di sana tidak?" tanya Yasinta tanpa malu.
" Mau ke sini? Ke hotel aku?" tanya Naufal.
" Iya! Boleh tidak?" tanya Yasinta yang sekarang tidak sungkan lagi terhadap Naufal.
__ADS_1
" Silakan!" sahut Naufal.
" Baiklah aku ke sana yah!" kata Yasinta akhirnya memutuskan sambungan itu.
Yasinta mulai menjalankan mobilnya ke tempat Naufal berada. Yasinta menjadi bersemangat kali ini karena punya tujuan untuk singgah dan bermain. Setidaknya Naufal sudah tahu banyak akan permasalahan dirinya. Yasinta bisa dengan leluasa curhat dan bercerita dengan Naufal. Ini lebih membuat Yasinta lebih rileks dalam menjalani hidup nya.
Sementara Naufal di ruang kerjanya cepat- cepat menyelesaikan kerjaan nya. Beberapa berkas yang harus dia tandatangani dan harus ia periksa segera diselesaikan. Naufal pikir jika ada Yasinta pasti dirinya tidak akan bisa berkonsentrasi karena Yasinta akan selalu mengajak bercerita atau sekedar curhat seperti waktu itu.
Naufal mulai duduk di ruang lobby di hotel yang super megah dan mewah itu. Naufal tidak ingin membuat Yasinta mencari- cari dirinya, makanya dia sengaja duduk di depan saja sambil menanti kedatangan wanita itu.
Pelayan hotel itu mendekati Naufal yang sudah dikenali nya. Menawarkan minuman atau makanan kecil untuk Naufal. Naufal menerima tawaran itu karena memang sebentar lagi ada Yasinta yang akan datang.
" Kopinya pak?" tanya pelayan lagi.
" Boleh! Kopi hitam saja dan jangan lupa churros yah." ucap Naufal dengan penuh wibawa.
" Baik Pak!" sahut pelayan hotel itu dengan sopan.
Naufal membuka layar di ponselnya. Yasinta sudah memberitahu bahwa dirinya sudah berada di parkiran hotel tersebut. Naufal membalas nya supaya Yasinta segera menuju ke ruang lobby bahwa dirinya sudah menunggu nya. Naufal tersenyum dengan stiker yang dikirim oleh Yasinta. Stiker yang lucu- lucu yang membuat Naufal tersenyum sendiri seperti sedang berpacaran dengan kekasih nya. Tidak lama akhirnya Yasinta datang menghampiri Naufal.
" Pak Naufal! Maaf mengganggu!" sapa Yasinta pura-pura formal dan menjabat tangan milik Naufal. Naufal malah tertawa melihat tingkah Yasinta itu.
__ADS_1
" Kamu dari mana, Sinta?" tanya Naufal pelan.
" Dari rumah saja!" jawab Yasinta sambil duduk.
" Tumben mulai berani pergi- pergi." sindir Naufal.
" Iya, aku jenuh dan ingin mencari udara segar." sahut Yasinta akhirnya.
Parfait strawberry dan kopi hitam sudah dihidangkan di atas meja. Tidak lupa churros yang diinginkan pak bos itu juga datang. Yasinta melongo saja melihat pelayan hotel yang seksi dan cantik itu. Setelah pelayan hotel itu pergi baru Yasinta membisikkan sesuatu kepada Naufal.
" Karyawan kamu disini cantik- cantik. Tidakkah kamu tergoda dengannya?" tanya Yasinta pelan namun membuat merinding badan Naufal karena parfum wangi Yasinta sungguh bikin menggoda Naufal.
" Tidak! Aku malah menjadi tergoda dengan kamu ketika membisikkan ke telinga aku seperti ini." jawab Naufal ikut berbisik ke telinga Yasinta. Yasinta yang mendengar nya menjadi membulat matanya. Akhirnya mereka saling pandang dan tersenyum bersama.
" Kamu ini loh, Fal!" sahut Yasinta sambil mencubit lengan Naufal.
" Eh?? Mulai berani mencubit yah?" sindir Naufal.
Yasinta malah menjulurkan lidahnya mengejek Naufal.
" Ayo kamu harus mencicipi Parfait ini, Sinta!" ujar Naufal sambil meminum kopi hitamnya terlebih dahulu.
__ADS_1