JADIKAN AKU YANG KEDUA

JADIKAN AKU YANG KEDUA
SAKITNYA


__ADS_3

Yasinta menjatuhkan tubuhnya di atas kasurnya. Kali ini dia sudah patah semangat dan tidak mau berharap lagi akan kedatangan suaminya di kamarnya. Sudah hampir dua jam dari dia mengirim chat itu namun Pradana juga tidak kunjung mendatangi nya.


" Menunggu kamu seperti menanti hujan di musim kemarau." ucap Yasinta sambil mengusap air matanya yang jatuh di ujung matanya.


Yasinta akhirnya tertidur lelap karena menunggu suaminya tidak kunjung mendatangi nya. Bagi Pradana, mungkin saja Yasinta bukan istrinya. Istri yang sebenarnya adalah Mandala.


******


Pagi itu seperti biasanya Pradana sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Yasinta sudah menyiapkan beberapa hidangan di atas meja makan itu. Mandala ikut menyiapkan kopi hitam kesukaannya Pradana. Lalu diletakkan nya di meja makan tersebut. Mandala dan Yasinta sama- sama duduk di ruang makan itu menunggu Pradana keluar dari kamarnya.


" Mandala! Bagaimana sih rasanya disayangi oleh suami?" tanya Yasinta sambil melihat serius ke wajah polos milik Mandala.


Mandala menatap lekat wajah wanita yang sudah dia sakiti itu.


" Mbak Yasinta, aku minta maaf!" sahut Mandala malah mengucapkan kalimat itu.

__ADS_1


" Baiklah! Semua bukan sepenuhnya salah kamu. Dan juga bukan salah suami aku juga, Mas Pradana. Mungkin takdirku yang harus menerima nasib seperti ini. Namun aku masih belum menyerah, Mandala. Aku yakin suatu hari nanti, Pradana akan menyukai aku." ucap Yasinta penuh harapan.


" Aamiin! Semoga saja mbak. Aku sungguh-sungguh tidak menginginkan ketidakadilan ini terjadi terhadap Mbak Yasinta. Aku ingin Mas Pradana juga menyayangi Mbak Yasinta. Sungguh demi Tuhan!" kata Mandala memang benar-benar tulus adanya.


" Iya aku tahu. Kamu memang benar- benar wanita yang baik. Tidak heran jika suami aku begitu mencintai kamu dari dulu. Dengan menikahi aku pun dia tetap tidak berubah menyukai kamu. Aku bahkan tidak pernah disentuh olehnya. Kamu harus berbangga hati soal hal ini." cerita Yasinta.


" Mbak Yasinta! Aku minta maaf!" sahut Mandala lagi.


" Tidak apa! Ini bukan salah kamu." ucap Yasinta akhirnya.


" Nunggu mas Pradana tidak sibuk saja, Mbak." jawab Mandala.


" Bagaimana kalau sekarang? Aku tidak sedang sibuk loh. Sekalian saja kita belanja baju- baju bayi ini.Apakah sudah tahu jenis kelaminnya?" ucap Yasinta.


"Kata dokter waktu itu bilangnya laki-laki, mbak."

__ADS_1


jawab Mandala dengan mata berbinar karena senang.


" Alhamdulillah! Aku suka bayi laki-laki." sahut Yasinta sambil tersenyum.


Tiba-tiba Pradana datang menghampiri keduanya. Pradana mencium Mandala begitu tulus lalu beralih ke perut buncit milik Mandala. Setelah itu Pradana duduk di dekat Mandala. Mandala tidak enak hati melihat Yasinta yang tidak mendapatkan ciuman sayang dari Pradana. Wajah Yasinta terlihat sedih namun dia berusaha menyembunyikan nya dengan menundukkan kepalanya.


" Mas, aku boleh ajak Mandala periksa kandungan nya dan setelah itu belanja baju- baju buat si kecil ini tidak?" tanya Yasinta kepada Pradana.


" Tidak usah! Nanti saja kalau aku sudah sedikit longgar biar aku sendiri yang antar Mandala periksa kandungan dan belanja baju untuk bayi aku ini." kata Pradana sambil menikmati kopi hitam buatan dari Mandala. Minuman yang dibuat oleh Yasinta tidak diminum nya.


" Mas, ini aku juga buatin kamu kopi cappucino." kata Yasinta sambil menyodorkan dan sedikit mendekatkan ke depan Pradana.


" Oh oke! Tapi aku tidak biasa minum kopi cappucino di pagi hari. Aku kopi hitam saja. Ini yang bikin siapa?" kata Pradana masih menikmati kopi hitam di dekatnya.


Mandala semakin tidak enak hati dengan situasi yang ia lihat. Walaupun dirinya sangat disayangi oleh Pradana namun dirinya menjadi tidak enak karena dia ikut andil menyakiti Yasinta.

__ADS_1


__ADS_2