
Yasinta kini berada di kamar nya. Kepulangannya ke rumah Pradana tidak dianggap sama sekali. Pertanyaan basa- basi pun tidak ada dari mulut suaminya itu. Dirinya dari mana, dengan siapa, tidur dimana, hal itu tidak ada sama sekali.
Yasinta seperti tidak dianggap di rumah itu. Suara- suara erangan, keluhan manja, sayup-sayup terdengar . Suara itu membuat hati Yasinta serasa merinding dan bergetar begitu hebat. Betapa tidak? Kepulauan nya Yasinta sore itu ternyata disuguhi dengan adegan-adegan dewasa walaupun dirinya memang tidak menyaksikan dengan matanya namun telinga nya sangat jelas mendengarnya. Suara manja Mandala dan suara nakal Pradana mengisi ruang rumah besar dan mewah itu. Memang, di rumah itu Pradana tidak memperkerjakan asisten rumah tangga. Hanya dua penjaga rumah yang saling bergantian bekerja serta satu ibu- ibu muda yang membersihkan rumah sekaligus membantu memasak. Ibu-ibu muda itupun bekerja ketika sudah ada Mandala di rumah itu. Sebelumnya Yasinta yang sibuk mengurus semua rumah besar itu.
Yasinta memejamkan matanya. Merasakan kepedihan dari suara- suara dari suami serta madunya itu dalam bercinta. Tanpa sadar Yasinta menjadi gila.
Mandala yang saat ini kehamilan nya sudah beranjak tujuh bulan itu malah terlihat doyan dan ganas di ranjang. Demikian juga halnya Pradana jika melihat Mandala serasa ingin memakannya setiap hari.
Yasinta mulai mendidih kepalanya. Dirinya sungguh-sungguh sangat emosi kali ini mendengar semua suara- suara yang membuat jantung nya ikut merasakan berdebar hebat. Yasinta dengan nekat melemparkan gelas yang ada di atas mejanya itu ke arah pintu kamar yang ditempati oleh Pradana dan Mandala dalam bercinta.
Suara gelas pecah dan lemparan ke pintu itu begitu keras sehingga membuat kedua insan yang sedang bercinta itu sangat terkejut. Tidak lama pintu kamar dibuka. Pradana masih dengan bertelanjang dada, hanya handuknya dililitkan dari pinggangnya, membulat matanya dengan penuh amarah. Dibelakang nya Mandala dengan perut buncit itupun ikut mencari- cari benda apa yang dilempar dan pecah di pintu kamarnya.
__ADS_1
" Kamu! Apa yang sudah kamu lakukan, hah?" tanya Pradana dengan kemarahan yang meluap.
Yasinta menatap dua manusia dihadapan nya itu. Rasanya amarahnya tidak bisa ia kendalikan lagi.
"Bisakah kalian berdua menghargai aku sedikit saja. Menjaga perasaan aku di rumah ini?" kata Yasinta dengan suara pelan.
" Ada apa rupanya? Kami tidak mengganggu kamu? Memangnya apa yang sudah kami lakukan?" ucap Pradana membulat matanya.
" Aku tahu! Kalian sedang melakukan hubungan suami istri dan kamu melakukan nya dengan halal. Namun aku ini kamu anggap apa, Mas? Kalian bersuara dengan keras seperti berada di tengah hutan yang hanya binatang saja yang bisa mendengar nya." protes Yasinta tanpa ragu- ragu. Mandala ya g mendengar nya menjadi sangat malu dan akhirnya memilih tidak ikut campuran dalam pertengkaran Pradana dengan Mandala.
" Hahaha! Jadi ini yang kamu ributkan? Apakah kamu mulai menginginkan nya dari aku?" sahut Pradana sambil mendekati Yasinta lebih dekat. Yasinta menahan nafasnya barang sebentar. Yasinta juga sangat takut dan gugup jika Pradana melakukan tindakan ya g bisa menyakiti dirinya.
__ADS_1
Pradana meraih rahang milik Yasinta, mendongakkan ke atas. Kini Pradana mendekati bibir Yasinta sampai Yasinta tetap menahan nafasnya. Yasinta memejamkan matanya pasrah akan tindakan dari suaminya itu. Namun diluar dugaan Pradana mendorong wajah Yasinta itu. Yasinta berpikir kalau dirinya hendak dicium oleh Pradana. Namun pikirannya sangat salah sekali.
" Maaf! Aku belum bisa melakukan ini terhadap kamu. Walaupun kamu adalah istri sah aku. Namun aku tipe laki-laki yang tidak suka bergonta-ganti pasangan. Aku hanya melakukan hubungan intim itu hanya karena dasar mencintai dan menyayangi. Jadi maafkan aku. Aku belum bisa melakukan ini terhadap kamu." kata Pradana jujur.
Yasinta sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Pradana. Memang hati kecil Yasinta memberikan beberapa kali jempol nya, di dunia ini mana ada laki-laki yang tidak serakah soal wanita. Pradana sangat berbeda. Pradana hanya melakukan itu hanya dengan wanita yang ia sayangi. Dan Yasinta? Yasinta belum ada di hati Pradana.
" Terus? Aku disini kamu anggap apa?" tanya Yasinta pelan.
" Maaf! Aku belum bisa mencintai kamu Yasinta. Maaf!?" ucap Pradana pelan.
Yasinta menangis tersedu- sedu. Hatinya hancur. Selama ini tidak adakah sedikit rasa itu ke dirinya. Menyentuh pun tidak pernah Pradana lakukan terhadapnya.
__ADS_1
Yasinta berlari meninggalkan Pradana menuju kamarnya. Pradana hanya menatap Yasinta yang masuk ke kamar nya dengan tatapan sedih juga iba. Namun cinta nya tidak bisa dipaksakan. Dia hanya mencintai Mandala untuk saat ini.