JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
DI PILIH


__ADS_3

" Segera bawa wanita yang cantik-cantik dan muda ke hadapan saya, saya akan membeli salah satu dari mereka." Kata Gara yang bersandar di sofa di ruangan VIP kepada Manager Klub malam itu.


Setelah menunggu sedikit lama masuklah Romi selaku manager klub malam tersebut dan di susul 5 wanita yang cantik dan seksi kecuali satu wanita yang berpakaian agak tertutup.


" Maaf Pak Gara menunggu lama, saya membawakan wanita yang masih muda dan tentunya cantik-cantik." Romi menjelaskan dengan raut wajah khawatir tentu saja ia takut wanita-wanita yang di bawanya tidak selera dengan dia.


" Tinggalkan saya sendiri kecuali wanita yang pakaian yang berwarna biru muda ini!" Tunjuk Gara ke arah wanita cantik dengan dress tertutup dan rambut panjang bergelombang di gerai indah.


Semuanya meninggalkan ruangan para wanita yang tidak terpilih berdecak sebal, Gara memilihnya karena cara berpakaiannya berbeda dari wanita yang lain ia lebih tertutup sedangkan yang lain sangat terbuka.


" Nama kamu siapa?" Tanya Gara lembut.


" Eh mm.. nama saya Putih Om," jawab Putih takut-takut.


" Panggil saya Mas Gara saja oke, jangan menunduk dan jangan takut dengan saya." Kata Gara yang semakin manis, mendengar itu Putih perlahan mengangkatkan kepalanya dan melihat wajah tampan Gara.

__ADS_1


" Gadis pintar saya akan membeli kamu, maksudnya saya akan menikahi kamu dan membebaskan kamu dari tempat ini, bagaimana apakah kamu mau keluar dari tempat ini?" Tanya Gara yang bersungguh-sungguh.


" Iya saya mau Mas keluar dari tempat ini." Putih yang mendengar itu merasa bebas walaupun ia tidak tahu dunia apa yang akan di hadapinya nanti.


" Memang gadis pintar, berapa umurmu sekarang?" Gara yang menelisik dari ujung rambut sampai ujung kaki Putih yang sangat indah dan bening.


" Saya baru masuk 20 mas." Gara berdiri menghampiri Putih, melihat itu Putih melangkah kebelakang sedikit.


" Berarti kita beda 11 tahun, umur saya 31 besok pergi ke alamat ini mulai sekarang kamu tidak ada hubungannya lagi dengan klub malam ini." Gara menyodorkan kartu namanya dan pergi meninggalkan Putih sendirian.


Gara menemui Romi setelah keluar dari ruangan VIP itu, ia membeli Putih dengan harga mahal Romi yang masih belum percaya dengan keputusan Gara akhirnya tetap menjual Putih ia takut jika Klub Malam yang menjadi pemasukan utamanya harus kandas.


Putih yang termenung melihat kartu nama yang di beri untuknya, ia tak menyangka akan ada orang yang mau membelinya di tempat terkutuk ini.


Gara Bramasta pengusaha muda yang sukses itu terkenal dengan kebijakannya dan penuh hormat di media sosial, tak terkira wanita-wanita mata duitan dan wanita biasapun tertarik dengan dirinya. Penghianatan dari wanita yang di cintainya membuat lelaki itu menjadi lelaki yang kejam di belakang sosial media, ia ingin wanita polos seperti wanita yang di cintainya dulu tersiksa dengan kekejamannya yang tak terlupakan.

__ADS_1


Pagi itu sekitar jam 10 pagi Putih tengah bersiap pergi kerumah Tuan yang membelinya, ia sudah memakai kemeja pink dan celana jins hitam dan sepatu kets. Ia memesan Ojek Online karena ia tidak memiliki kendaraan, sesuai alamat ia pergi ke rumah pria membelinya.


Rumah megah dengan halaman luas Putih mengintip di balik pagar besi yang tinggi menjulang, tembok-tembok besar dan tinggi menutupi rumah megah itu. Terlihat sosok lelaki yang tegap datang menghampirinya, terlihat jelas dengan pakaiannya bahwa ialah penjaga di rumah mega ini.


" Permisi ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya penjaga itu ramah.


" Ini pak, saya di suruh Mas Gara kesini." Tunjuk Putih kartu nama yang di beri Gara malam kemarin.


" Oh kalau begitu silahkan masuk Mbak." Bapak penjaga itu membukakan pintu pagar untuk Putih.


Putih memasuki halaman luas rumah Gara, terlihat pintu rumah megah itu pun terbuka Gara yang tersenyum melihat Putih datang langsung melambaikan tangan ke arah memanggil Putih dan wanita itu langsung berlari takut ia datang terlambat dan kena marah.


" Maaf Mas saya terlambat." Kata Putih yang ngos-ngosan.


" Tidak apa-apa yuk masuk, kita siap-siap untuk menikah."

__ADS_1


" Hah Menikah?"


Bersambung


__ADS_2