
Putih menoleh melihat pria yang memanggilnya, pria itu dengan wajah khawatir melihat Putih dengan keadaan yang mengenaskan ia kemudian langsung menarik Putih ke dalam mobilnya.
"Kau kedinginan akan aku matikan ACnya, tunggulah sebentar sampai kita di apartemen ya." Putih menoleh lalu menganggukkan kepala.
"Aku mau mati Tuan." Perkataan Putih membuat Reyhan menepikan mobilnya dengan cepat.
"Apa yang kau bicarakan Putih, apa maksud dengan perkataanmu?" Reyhan sangat kaget saat mendengar perkataan wanita yang duduk di sampingnya itu.
"Tuan aku ingin bersama ibuku, aku tidak ingin hidup lagi." Putih mengeluarkan air matanya, wajah pucatnya sangat mengerikan ia seperti mayat hidup .
"Kita bicarakan nanti di apartemen, kau sangat pucat dan kedinginan." Reyhan yang melihat wajah pucat Putih ia khawatir karena Putih makin kuat menggigilnya.
Gara mencari di sepanjang jalan tetapi tidak menemukan Putih di manapun, ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari Putih dimana pun ia berada.
Sedangkan Putih yang baru sampai di apartemen Reyhan ia langsung jatuh pingsan membuat Reyhan semakin panik, Reyhan langsung membawa Putih ke dalam kamarnya sebelum itu ia langsung mengganti baju Putih yang lembab dengan baju kaosnya. Dalam keadaan darurat membuatnya tidak berpikir aneh-aneh, wanita yang di sukainya dalam keadaan sekarat membuat tidak ingin menodai wanita itu saat melepas dan mengganti baju Putih.
"Saat bertemu denganmu kau tahu Putih aku seperti melihat bidadari yang sedang berlari-lari, kau sangat cantik waktu itu seperti embun di pagi hari. Melihat bekas luka di tubuhmu membuat aku prihatin, apa yang sedang kau lakukan di sepanjang jalan dengan baju yang lembab hem... dan mengapa kau mengatakan jika kau ingin mati?" Reyhan berbicara sendiri, ia duduk di samping Putih yang belum sadar.
__ADS_1
Putih membuka matanya perlahan ia sangat pusing saat itu, sedangkan Reyhan ikut ketiduran sambil memegang tangan Putih. Reyhan terbangun karena ada gerakan di tangannya, Putih langsung melepaskan genggaman tangan Reyhan darinya.
"Bagaiman keadaanmu?" Tanya Reyhan yang melihat Putih memegang kepalanya.
"Kepalaku sedikit pusing, ahh... kenapa aku masih hidup." Mendengar yang di katakan Putih membuat Reyhan langsung berdiri.
"Tunggulah disini aku akan membuatkanmu susu hangat." Reyhan langsung pergi ke dapur membuatkan susu untuk Putih. Ia bingung mengapa Putih selalu mengatakan itu, ia yakin jika Putih sedang dalam masalah.
Reyhan kembali lagi ke dalam kamar ia membawa susu hangat dan roti dengan selai coklat.
Reyhan yang melihat tingkah Putih ia semakin yakin jika Putih memiliki masalah dengan Gara.
"Kau makanlah dulu aku tidak akan membawamu pulang, tenang saja ya." Reyhan meraih tangan Putih untuk mendekat membuat Putih menurut.
Selesai meminum susu dan memakan roti Putih melihat sekeliling kamar, Reyhan masih setia melihat tingkah Putih dari tadi.
"Tuan." Panggil Putih dengan suara pelan.
__ADS_1
"Ya, ada apa Putih?" Tanya Reyhan, ia kaget saat Putih memegang tangannya dan juga saat Putih memanggilnya sangat pelan seperti berbisik.
"Sssttt..." Putih mendekatkan tubuhnya dengan Reyhan membuat pria itu berdebar. "Jangan bilang sama Tuan Gara jika aku di sini." Bisik Putih pelan dan kembali ke posisi awal, sedangkan Reyhan yang mendengar itu langsung melihat Putih dengan iba.
"Aku tidak akan bilang kepada siapapun tenanglah." Mendengar itu Putih langsung tersenyum senang membuat Reyhan kembali berdebar.
"Apa aku boleh tinggal disini sementara waktu sebelum aku pergi?" Tanya Putih yang mengamati wajah Reyhan yang tidak kalah tampan dari Gara.
"Tentu saja, kau bebas di sini. Kau mau pergi kemana?" Putih menunduk sejenak lalu mengangkat wajahnya dan tersenyum sekilas.
"Tuan Reyhan baik aku ingin bertemu ibuku Tuan aku merindukannya dan aku juga ingin bertemu ayahku aku yakin mereka bahagia di surga sana, tapi sayang mereka bahagia tidak mengajakku membuat aku sendirian di dunia ini." Reyhan yang mendengar itu langsung memeluk Putih dengan erat, ia merasakan sakit saat Putih mengatakan itu.
"Kau akan bahagia Putih, aku yang akan membahagiakanmu tenanglah."
Makasih yang sudah mau mampir kesini, walaupun ceritanya sangat acak-acakan tetapi karena mau nulis tetap aja lanjut. Semoga secara bertahap menjadi lebih baik 😊😊
Salam manis dari Cektih 🍭
__ADS_1