JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Muntah-muntah


__ADS_3

Pagi-pagi sekali badan Putih sudah lemah entah mengapa hari ini ia muntah-muntah terus sampai membuat tenggorokannya sakit, berbeda saat bersama Reyhan dan Gara ia tidak pernah muntah ataupun lemah seperti pagi ini.


Putih kembali ke tempat tidur untuk berbaring karena kelelahan mengeluarkan isi perutnya, Saga membuka pintu yang ia kucing dari semalam ia masuk dan melihat Putih terbaring membelakanginya.


"Bangunlah kau itu perempuan jangan pemalas!" Kata Saga sambil mendekati Putih, saat sudah melihat Putih dari dekat ia sangat kaget karena wajah Putih sangat Pucat dan sibuk dengan memegang perutnya.


"Hey kau tidak apa-apa?" Tanya Saga khawatir ia memegang pipi Putih yang lumayan dingin.


"Aku mau pulang." Kata Putih dengan lemahnya.


"Tidak, ayo sarapan dulu aku rasa kau kelaparan sekarang ini." Saga menuntun Putih untuk bangkit, Putih sangat lemah dan berjalan perlahan ke luar di bantu oleh Saga.


"Makanan di sini banyak kau bebas memilih yang mana." Tunjuk Saga di atas meja makan, saat Putih melihat makanan yan yang banyak di atas meja itu ia langsung kembali mual lagi.


"Huekkk...."


"Kau mau muntah, ayo sini." Saga langsung menarik tangan Putih menuju wastafel dan Putih langsung memuntahkan isi perutnya semuanya.


Sesudah muntah Putih langsung terduduk di lantai ia tidak sanggup untuk berdiri karena kakinya tiba-tiba lemah dan kepalanya pusing, Saga dengan sigap lalu menggendong Putih kembali masuk ke dalam kamar dan membaringkan ia di sana.


"Istirahatlah." Ucap Saga sambil mengelus kepala Putih.


"Tuan aku ingin pulang aku tidak bisa di sini, jika aku di sini aku ingin muntah terus." Kata Putih pelan, Saga tampak berpikir sebentar.


"Apakah kau sering muntah-muntah?" Tanya Saga.


"Tidak pernah hanya di sini saja, aku tidak bisa di sini itu membuatku tersiksa."


"Apakah mau tinggal di apartemen?"

__ADS_1


"Aku mau pulang ke rumah Tuan Gara saja." Pinta Putih.


"Tidak bisa kau harus tinggal bersamaku."


Putih menangis mendengarnya entah mengapa jika dia jauh dari Gara membuatnya begitu sedih mungkin karena efek kehamilannya, Saga melihat Putih menangis hanya terdiam jujur ia merindukan Putihnya tetapi ia tidak bisa melepas wanita di depannya itu karena benar-benar mirip kekasihnya dulu.


"Tuan." Panggil Putih pelan saat Saga melihanya tetapi tatapan matanya entah kemana.


"Ada apa Putih?" Tanya Saga pelan.


"Aku mau muntah lagi." Katanya langsung duduk dan di bantu oleh Saga ke kamar mandi langsung menumpahkan muntahannya.


"Minum air dulu." Saga memberikan air putih yang tersedia di kamar itu, Putih hanya meminum sedikit karena ia memang tidak berselera.


"Apa kau mau es krim?" Saga ingin menawarkan karena ia melihat kemarin Putih makan dengan lahap.


Saga mendekat kembali dengan Putih sedangkan wanita itu sedang terbaring lemah, Saga ikut berbaring dan memeluk Putih dari belakang sambil mengelus-elus perut Putih. Perlahan Putih merasa nyaman karena elusan yang di berikan Saga, melihat Putih yang sudah tenang Saga pun berhenti melakukannya.


"Tuan tolong elus perut ku lagi." Pinta Putih saat Saga menghentikan gerakannya, Saga kembali menggerakkan tangannya ia pun ikut tersenyum atas tingkah Putih yang ingin di manja.


"Apakah kau menyukainya?" Tanya Saga sambil berbisik di telinga Putih membuat Putih merinding.


"Iya." Jawab Putih malu-malu.


"Kalau begitu aku akan begini terus."


"Tapi aku ingin pulang."


"Suamimu tidak mencarimu jadi untuk apa kau mau pulang?"

__ADS_1


"Aku sedang mengandung anaknya."


"Ayolah sayang dia itu Gara siapa sih yang tidak kenal Gara, pria yang setiap hari berhubungan badan dengan perempuan di kantornya sendiri."


"Setiap hari?" Tanya Putih ia langsung menoleh melihat Saga dan wajah mereka saat ini sangat dekat hingga deru nafas mereka terasa menghantam kulit wajah.


"Iya dan yang aku tahu salah satu dari mereka sedang hamil."


"Hamil?" Putih sangat sedih mendengar itu, tetapi ia merasa tidak percaya dengan omongan itu.


"Tapi Anda tahu dari mana?"


"Hey aku ini memiliki banyak koneksi, aku selalu tahu berita panas di kalangan pengusaha atas terutama dengan perempuan."


"Siapa nama wanita yang hamil itu?"


"Lisa."


Bagai dihantam ribuan batu di tubuh Putih ia sangat sedih, kecewa dan putus asa karena suaminya walaupun ia belum mencintai pria itu tetapi ia juga sedang mengandung anak Gara.


Saga diam melihat Putih yang sedang merenung, wajah mereka masih berdekatan tiada satupun yang enggan menjauh.


"Aku juga memiliki video mereka sedang melakukan itu, apakah kau mau melihatnya?"


Saga merobohkan handphone di balik celananya dan langsung memutar video panas antara Gara dan Lisa, Putih menangis histeris melihat itu ia merasa telah di hina.


"Hiks.... Darimana Anda mendapatkan video itu?" Tanya Putih di sela tangisnya.


"Dari Lisa dia adalah sepupuku."

__ADS_1


__ADS_2