JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Benci dan Cinta


__ADS_3

Gara kembali masuk setelah mendapat telepon paman dan bibinya yang sudah dianggap Dama orangtuanya sendiri tetapi tidak dengan Gara dalam dirinya orangtuanya tetap tidak tergantikan.


" Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Gara yang berjalan mendekati Dama yang menatap tubuh Putih penuh nafsu.


" Kak Gara aku mau pulang sekarang." Dama melihat Gara sejenak dan berlalu keluar ruangan.


Gara menatap punggung Dama yang menghilang di balik pintu, lalu dia beralih ke arah Putih yang memejamkan matanya kembali setelah dia masuk.


" Maafkan aku." Suara Gara terdengar lirih.


Putih membuka matanya ia menatap lelaki yang sudah memukulnya itu tengah menunduk.


" Dasar laki-laki sialan aku rela kau bantai habis-habisan dan kau jatuhkan harga diriku tetapi karena kau membenci Ibuku akupun akan membencimu." Batin Putih yang masih melihat Gara yang menunduk.


" Kenapa kau minta maaf?" Tanya Putih pelan.


Gara mengangkat kepalanya sedikit melihat wajah Putih yang pucat ia merasa bersalah telah berbuat kasar kepada orang yang sakit, tak di pungkiri di jatuh hati dengan istrinya itu.


" Aku minta maaf sudah menyakitimu." Kata Gara dengan mata lesu menatap mata Putih.

__ADS_1


Putih mengelak pandangan mata Gara ia menatap ke atas langit-langit ruangan itu.


" Terus lah menyakitiku tapi jangan membenci Ibuku." Jawab Putih yang masih setia menatap ke atas.


" Tidak, rasa benciku tak pernah hilang aku akan terus membalas dendam." Kata Gara dengan tegas.


" Kalau begitu bunuh aku sekarang dan kau akan merasa puas bukan." Jawab Putih lancang menatap wajah Gara dengan marah.


Gara tidak pernah melihat ekspresi Putih yang seperti ini ia merasa jika yang di depannya bukan lagi Putih yang baik hati.


" Aku tidak bisa membunuh mu." Gara meremas rambutnya ia bingung dengan keadaan sekarang ia sudah jatuh hati dengan wanita di depannya itu.


" Karena aku mencintaimu Putih." Jawab Gara melangkah kebelakang sambil terus meremas rambutnya.


" Ha ha ha kau lucu Tuan Gara kau mencintaiku untuk melukaiku." Putih berkata sambil tertawa ia masih tidak mengerti dengan laki-laki di depannya ini, ia juga bukan merasa dirinya lagi.


" Aku mencintaimu tapi aku juga membencimu Putih." Gara mendekat ke tempat Putih lagi.


" Ha ha ha kau memang benar-benar lucu Tuan Gara pernyataan macam apa itu." Putih kembali tertawa kali ini ia benar-benar geli mendengar pernyataan Gara.

__ADS_1


" Apakah karena penyakitmu ini kau bisa tertawa atas pernyataanku?" Gara benar-benar bingung dengan tingkah istrinya.


" Sebab kau lah aku seperti ini dan aku merelakan jika tubuhku terus tersakiti Tuan Gara, kau bisa membalaskan dendam mu dengan nyaman karena aku merelakan tubuhku ini. Aku sudah tidak punya tujuan hidup lagi Tuan Gara." Putih memejamkan matanya sejenak " Aku merindukan mu Bu, aku akan membalas mereka yang membenci mu bahkan saat kau sudah tidak ada di dunia ini." Batin Putih.


" Apa maksudmu memanggilku Tuan Gara kau adalah istriku Putih bukan Majikanmu panggil aku Mas." Bentak Gara dengan kasar, ia marah jika di panggil seperti itu oleh istrinya dan di tambah Putih malah merelakan hidupnya.


" Arghh... Pergilah Tuan tinggalkan aku sendiri." Putih memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit mendengar suara Gara yang keras.


" Putih.. maafkan aku bukan maksudku meneriakimu aku hanya..." Gara langsung panik melihat Putih yang meringis kesakitan.


" Pergilah aku mau sendiri." Potong Putih yang mendengar ucapan lelaki yang sudah di bencinya tetapi ia juga merasa sedikit mencintai suaminya.


" Baiklah aku akan pergi, tapi aku juga akan memanggilkan dokter Andre ke sini." Gara menatap Putih dengan sedih ia langsung berlari keluar memanggil Andre karena khawatir dengan keadaan Putih.


" Besarnya cintamu juga sebesar bencimu Mas begitu juga aku, tapi kau terlalu menyakitiku Mas awalnya aku tidak tahu salahku apa hingga kau tega membuatku merasa hina sekarang aku tahu penyebabnya kau ingin balas dendam. Ibu aku akan membalaskan semua yang mereka perbuat, entah apa yang mereka tuduh kepadamu Bu dan rahasia apa yang aku tidak ketahui selama ini?" Putih bertanya-tanya dalam kesendiriannya ia harus mencari tahu apa penyebab sampai Gara bisa mengklaim ibunya yang membunuh orangtua Gara.


" Bagaimana keadaannya sekarang?" Andre berjalan mendekat ke Putih dan langsung mengecek keadaan Putih yang masih termenung.


" Kau tidak mendengarkan ku adikku sayang?" Andre menggoyangkan badan Putih padahal dari tadi ia menyentuh Putih saat mengecek badan Putih.

__ADS_1


" Maafkan aku kak Andre tadi aku hanya memikirkan sesuatu." Putih tersadar saat Andre menggoyangkan tubuhnya cukup kuat.


__ADS_2