JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Putih, Aya dan Saga


__ADS_3

"Ayo mandilah nanti kita ngobrol ya." Putih menurut ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Selesai mandi ia melihat perempuan tadi sedang memotong buah Putih segera menghampirinya ia masih menggunakan handuk karena tidak memiliki pakaian ganti.


"Permisi."


"Kamu sudah selesai, aku ambilkan baju untukmu pakai dulunya." Kata wanita itu dengan ramah ia pun berjalan ke kamar dan mengambil baju yang di belikan pria yang membawanya ke rumah mewah itu.


"Terimakasih nona."


"Iya... huekkk."


"Anda kenapa nona?" Tanya Putih khawatir ia takut jika badannya masih bau dan membuat wanita yang mirip di depannya itu mual dan ingin muntah.


"Tidak apa-apa aku sedang hamil, cepatlah ganti baju ya terus kamu ke dapur aku tunggu di sana."


"Iya nona.


Putih menatap punggung yang mirip dengannya itu keluar dari kamar kemudian ia bergegas memakai pakaian yang di beri kepadanya tadi.


"Permisi." Ucap Putih lagi saat ia sudah di dapur menghampiri wanita yang mirip dengannya.


"Iya duduk lah dulu aku siapkan buah dulu ya." Putih langsung duduk di meja makan jujur saja ia sangat lapar tetapi ia tahan karena segan.


"Maafkan aku bisakah kau makan buah ini dulu bersama soalnya aku tidak bisa makan apa-apa, oh ya namamu siapa dan kenapa kita sangat mirip?"

__ADS_1


"Terimakasih, namaku Putih nona."


"Wah nama kita sama, namaku Putih Haliya kalau kamu?" Tanya Putih dengan senang.


"Namaku Putih Sanaya nona, karena nama kita sama nona memanggil aku Aya saja."


"Oke baiklah Aya, aku heran kenapa wajah kita sangat mirip apakah kita kembar? tetapi ibuku tidak pernah bilang jika aku mempunyai kembaran." Jelas Putih.


"Iya nyonya akupun bingung kenapa wajah kita sangat mirip." Merak mengobrol sambil makan potongan buah apel tadi, mata Aya melihat keliling ia merasa tak asing berada di sini ia sepertinya pernah kesini sebelumnya.


"Apa ini rumah nona?" Tanya Aya, ia tidak melihat satu poto pun terpajang tetapi ia merasa pernah melihat tempat ini.


"Tidak ini rumah orang yang menyandera ku." Jawabnya santai.


"Menyandera?" Tanya Aya bingung.


"Aku di sini Tuan." Panggil Putih sambil melambaikan tangannya ke arah Saga.


"Oh.." Saga berjalan ke arah Putih tetapi jalannya langsung terhenti saat melihat wanita di depan Putih.


"Saga."


"Putih."


Aya langsung berdiri dan berlari menuju Saga, pria itu benar-benar tidak menyangka jika kekasihnya berada di dalam rumahnya setelah lama ia cari tidak ketemu. Aya langsung memeluk dan langsung di sambut oleh Saga dengan dekapan hangat, ia begitu rindu bahkan hampir putus asa.

__ADS_1


"Aku merindukanmu."


"Aku mencintaimu."


"Aku sudah mengira itu Putih yang di cari oleh Tuan Saga dan aku sangat senang akhirnya mereka bisa bertemu, tapi bagaimana dengan aku apa yang harus aku lakukan dengan anakku ini aku tidak ingin kembali ke sana aku sudah kecewa dengan Tuan Gara." Kata Putih dalam hati, ia sangat bingung dengan nasibnya ia ingin bunuh diri lagi tetapi selalu ingat anak di dalam kandungannya.


"Selamat ya kalian sudah bertemu kembali." Kata Putih setengah berteriak, Aya dan Saga langsung melepaskan pelukannya mereka tersenyum sambil menyeka air mata dan mendekati Putih yang sedang mengunyah buah apel.


"Aku menuntut cerita atas semua ini." Ujar Saga sambil menuntun Aya kembali ke meja makan ia memandang wajah Putih dan tersenyum.


"Aya bisa menceritakannya sekarang antar aku pulang." Kata Putih santai, sungguh ia berpura-pura menahan hatinya yang perih.


"Aku akan mengantarmu tapi kita makan-makan dulu." Saga tersenyum sambil melihat Aya, Putih melihat kelakuan mereka berdua yang menahan rindu itu langsung tertawa.


"Ayolah aku ingin makan yang banyak di rumah suami ku aku sudah mati kelaparan di sini."


"Baiklah ayo aku antar." Ajak Saga langsung berdiri.


"Tidak, aku ingin pulang sendiri aku juga ingin membeli barang-barang dulu nanti." Kata Putih bohong.


"Baiklah akan aku pesankan taksi."


"Oke terimakasih.


"Ya Tuhan aku harus bagaimana, aku sangat bingung." Ucap Putih dalam hati.

__ADS_1


Sementara di rumah mewah Gara sedang melangsungkan pernikahan sederhana mereka.


__ADS_2