
Di dalam kamar Putih sudah tertidur dengan Piyama yang di belinya tadi bersama Gara, sedangkan Gara masih berkutik dengan laptopnya menyelesaikan pekerjaan yang dua hari ini belum di sentuhnya. Karena tak tahan dengan mata yang mengantuk akhirnya Gara menyusul Putih yang tertidur di atas ranjang sambil memeluk Putih dari belakang.
Putih membuka matanya perlahan ia melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 6 pagi, ia melihat Gara yang masih nyenyak dengan tidurnya perlahan ia menyentuh pipi Gara ia pun tersenyum sesaat mengingat kejadian semalam yang menyenangkan. Mengingat sudah pagi ia segera membangunkan Gara, ia menekan jari telunjuknya ke pipi Gara dengan lembut.
" Mas bangun sudah pagi katanya mau ke kantor hari ini." Gara membuka matanya perlahan melihat wajah Putih yang cantik membuat ia tersenyum dan langsung mencium bibir Putih pelan.
" Kiss Morning istriku." Putri tertegun oleh perbuatan suaminya pagi ini.
" Ayo bangun Mas ini sudah jam 6 kita harus siap-siap." Ajak Putih saat ia mau turun dari ranjang Gara langsung menarik tangan Putih hingga ke samping dan berdempetan dengan badannya.
" Mau kemana kamu temani aku sebentar lagi." Tangan Gara merayap masuk ke dalam Piyama Putih dan meraih payudaranya dan bermain sejenak di sana. " Main yuk?" Gara mengedipkan sebelah matanya membuat Putih salah tingkah, Putih yang merasa masih capek ia menggelengkan kepala dan langsung turun dari ranjang meninggalkan Gara yang lagi tegang-tegangnya.
__ADS_1
Setelah siap mandi, berpakaian dan sarapan mereka berdua pergi ke kantor, Putih merasa lega karena tidak bercinta pagi ini ia tahu jika Gara nanti akan melakukannya berjam-jam sedangkan Gara wajahnya nampak kusut karena tidak mendapatkan jatah.
Pukul 8 Gara dan Putih sudah ada di kantor para karyawan menunduk memberi hormat kepada atasan mereka, banyak juga yang berbisik-bisik karena melihat Putih yang berjalan di samping atasannya. Mereka baru melihat wajah Putih yang di kira wanita baru sang atasan, mereka juga tahu jika sang atasan sering bermain dengan wanita di dalam kantor tetapi ia tidak membawanya sendiri malah perempuan itu sendiri yang datang kepadanya.
" Selamat pagi Pak dan Ibu." Sapa Riko sang asisten yang sudah berada di depan ruangan Gara, hanya Riko sendirilah yang di dalam mengetahui jika Gara sudah menikah.
" Pagi." Jawab Putih ramah sedangkan Gara hanya diam saja.
" Kamu suka?" Tanya Gara yang memperhatikan Putih sejak tadi.
" Iya Mas tempat ini keren sekali." Jawab Putih yang tersenyum senang, ia melihat ke berbagai arah mencari pria yang membukakan pintu untuk mereka berdua tetapi tidak menemukannya.
__ADS_1
" Kamu mencari Riko? Dia itu asisten ku ruangannya ada di sebelah ruanganku jadi ia tidak ikut masuk ke sini." Putih menganggukkan kepala karena mengerti ucapan Gara.
" Jadi selama bekerja kamu hanya sendiri disini Mas?" Tanya Putih yang penasaran, ia merasa sedih melihat Gara yang kelelahan bekerja apalagi tidak ada yang menemani.
" Ya begitu lah, duduklah di sofa itu terserah mau ngapain aku mau bekerja dulu." Gara duduk di kursi kebesarannya ia langsung fokus bekerja tanpa tanpa menghiraukan yang lain.
Putih langsung duduk sesuai perintah Gara ia mengeluarkan handphone dan memainkannya sejenak setelah bosan ia meraih majalah di atas meja dan membacanya, dua jam berlalu tanpa sadar Putih tertidur dibatas sofa. Gara membenarkan posisi duduknya ia melihat jam tangan yang hampir pukul sepuluh ia melihat ke arah Putih yang tertidur dengan nyenyak.
Gara mengendong Putih ke dalam kamar di dalam ruangannya ia meletakkan Putih di atas kasur dengan perlahan takut Putih terbangun, ia mencium kening istrinya sejenak dan berjalan ke arah luar. Saat menutup pintu kamar ia melihat wanita yang duduk dibatas sofa yang di tiduri Putih tadi, wanita itu tersenyum kepadanya.
" Sayang."
__ADS_1