JALAN HIDUP PUTIH

JALAN HIDUP PUTIH
Memilih Keduanya


__ADS_3

"Hemm ada apa meneleponku?" Tanya Saga di balik telepon.


"Ga Lo harus bantuin gue."


"Bantuin apa Lis, aku lagi sibuk nih." Jawab Saga sambil mengelus kepala Aya yang berada di pahanya.


"Pisahkan Gara dan Putih wanita sialan itu."


"Sorry aku gak bisa, aku sedang sibuk. Bye.." Saga mematikan handphonenya ia tidak mau memenuhi permintaan Lisa karena ia tidak mau menyakiti Putih sebab karena wanita itu lah Putih Sanaya kekasihnya dapat kembali kepadanya.


"Sial... Bagaimana caranya menghancurkan wanita sialan itu?" Lisa sibuk sendiri di kamarnya mencari bagaimana menghancurkan Putih yang dianggapnya sebagai saingannya.


***


"Kita jalan-jalan yuk." Ucap Gara yang berbaring di samping Putih.


"Ini sudah malam." Balas Putih singkat, Gara berbaring menyamping menghadap Putih sedangkan Putih berbaring menghadap atas sambil melihat langit-langit kamar.


"Maksudku kita ke luar kota atau keluar negeri gitu."


"Aku sedang hamil, aku takut jika terjadi apa-apa nanti." Jawab Putih datar, Gara terdiam sejenak meresapi perkataan Putih tapi kalau hati-hatikan tidak membahayakan pikirnya.


"Kita jalan-jalan santai aja sayang gak sampai membahayakan kok."

__ADS_1


"Aku gak mau dan jangan memaksa."


"Hmm baiklah." Gara kecewa mendengar itu ia ingin sekali melewati hari-hari bahagia bersama Putih yaitu lewat jalan-jalan berdua ya itung-itung honeymoon lah setelah sekian lama mereka menikah.


"Kalau mau jalan-jalan kita nginap di hotel terdekat saja, aku tidak pernah menginap di hotel." Usul Putih sembari mengelus perutnya,entah mengapa ia ingin sekali tidur di kamar hotel.


"Mau resort atau city hotel?" Tanya Gara excited.


"Aku tak tahu mana yang bagus tapi aku mau yang ada pantainya."


"Kalau begitu kita akan nginap di resort aja, kamu mau apa lagi?"


"Aku juga tidak tahu mau apa lagi, tapi apakah jika kita menginap di hotel akan menganggu pekerjaanmu?"


"Tidak sayang aku bebas libur kapan saja, kapan kita perginya?"


"Memeluk oke lah tapi kalau nyanyi aku tidak bisa sayang, aku tidak pandai bernyanyi." Kata Gara jujur, ia tidak pandai menyanyi dan ia tidak pernah bernyanyi setelah dewasa ini.


"Hmmm." Jawab Putih singkat seakan-akan kecewa.


"Kamu marah ya?" Tanya Gara hati-hati.


"Tidak, cepat sini peluk aku mau tidur aja." Jawab Putih dengan wajah cemberut.

__ADS_1


"Baiklah sini biar aku peluk, jangan ngambek dong nanti tidak cantik lagi." Ucap Gara sambil memeluk Putih.


"Emangnya aku cantik?" Tanya Putih melihat wajah Gara yang dekat dengannya.


"Cantik banget sayang, seperti bidadari."


"Dasar penipu."


"Kok penipu sih?"


"Kalau aku cantik seperti bidadari tak mungkin kan kak Gara dulu sering nyiksa aku." Jawab Putih, Gara tersenyum getir mendengar jawaban Putih ia yakin jika Putih belum bisa memaafkannya.


"Maafkan aku soal itu Put." Ucap Gara lemah.


"Hmm... tapi aku masih heran kenapa kakak jadi berubah seperti ini? banyak sekali yang aku lalui saat aku menikah dengan kakak, dulu rasanya aku ingin mati saja. Dengan penyakit ku ini mungkin lebih mudah untuk mati tapi aku tak kunjung mati juga, sampai aku tahu jika aku hamil semuanya berubah keinginan ku untuk mati sudah tidak ada aku hanya berusaha ingin hidup bersama dengan anakku nantinya. Kak aku bertahan di sini demi anakku, jika kak Gara mau kembali seperti dulu maka aku akan pergi aku akan berusaha memenuhi semua kebutuhan ku dan anakku sendiri nanti...


"Kak Gara mungkin menganggapku aneh tapi jujur aku tidak tahu hidupku ini seperti apa yang aku tahu aku akan terus menjalaninya, untuk aku dan Lisa kak Gara bebas bisa memilih siapa entah aku ataupun dia untuk kakak ketahui tidak ada wanita yang ingin di madu. Ingat kak sebab kakak lah dia hamil dan sebab kakak lah aku hamil, aku memang masih labil tapi aku mengerti juga bagaimana sakit hati. Kakak jauh lebih dewasa dariku kuharap kakak mengerti jalan apa yang akan kakak ambil, dan aku harap itu yang terbaik untukku dan anakku begitupun untuk Lisa."


"Putih apakah kau mencintaiku?" Tanya Gara setelah mendengar perkataan Putih tadi.


"Jika aku tidak cinta aku tidak akan berada di sini." Gara tersenyum mendengarnya, ia tahu jika ada harapan dengannya dengan Putih tapi bagaimana dengan Lisa dia sudah menghamili dan menikahi wanita itu.


"Putih apapun keputusanku nanti kau akan menerimanya?" Tanya Gara memastikan.

__ADS_1


"Iya." Jawab Putih singkat.


"Termasuk memilih keduanya? bukan karena mencintai Lisa tetapi anak di dalam kandungannya."


__ADS_2